Sosialisasi SSP dan SST di eComm Expo

  • Redaksi
  • 11 Oktober 2017
  • 0

“SSP (Secure system of payment) merupakan mobile payment system “e-wallet ,” ujar Patrick Houyoux, Presdir PT Sydeco di acara E-commerce Indonesia, dengan tema Build, Grow and Fulfil, yang berlangsung 10-11 Oktober di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta.

Maksudnya Patrick, sistem SSP mencakup sebuah pembayaran elektronik dan mencakup manajemen sebuah dompet elektronik pada perangkat mobile, yang dimana akan dimiliki oleh penggunanya. Sebagai alat transaksi yang memudahkan kita untuk melakukan transaksi online yang mudah, cepat dan aman.

Konsultan Secure System of Payment dan Secure System of Transmission ini menjelaskan panjang lebar apa itu karakteristik SSP di konter Indonesia e-Commerce Future dalam konteks kelanjutan MOU dengan PT Asiatech, Asosiasi Media Digital dan Pimpinan Media.

“Memungkinkan siapapun dengan feature phone atau handphone sederhananya, dapat melakukan semua transaksi keuangan, dan tetap dapat berkomunikasi dengan server melalui sms,” ujar Patrick sambil menjelaskan tiga karakteristik utama SSP ialah keamanan mutlak yang didapat oleh bank, vendor, dan client.

Dengan sistem SSP, vendor dapat menggunakan dananya realtime. “Bisa untuk pembayaran listrik, voucher game online, pembayaran tiket pesawat dan kereta api. Wah, masih banyak lagi,” kata Mirawati Basri, Presdir yang juga Pemimpin Redaksi dari majalah Asiatech.

Intinya, dalam penjelasan siang tadi, SSP mencari solusi untuk mencegah ketidakamanan dalam pembayaran elektronik pada semua smartphone. Juga bisa melakukan penarikan dana atau uang. “Transfer ke rekening lain dari dompet elektronik atau rekening bank lain tanpa batasan wilayah,” papar Mirawati. Untuk Asiatech sendiri, merupakan representative office Sydeco di Jakarta.

“Untuk secure system of transmission, malah inovator pengembangnya orang Yogyakarta, loh,” jelas Patrick Houyoux asal Belgia yang sering mondar-mandir ke kota Yogyakarta. Tim Sydeco menurut Patrick disuport anak-anak Indonesia yang cerdas, yang juga memahami keberadaan lintas generasi, sang influenser dan konsumen “unpredictable”.

baca juga: BERITA ANTARA

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *