• Homepage
  • >
  • Hiburan
  • >
  • HOOQ FILMMAKERS GUILD Akan Memproduksi Perdana 6 Judul Serial TV dari Asia Tenggara

HOOQ FILMMAKERS GUILD Akan Memproduksi Perdana 6 Judul Serial TV dari Asia Tenggara

  • Karyoto
  • 7 November 2017
  • 0

HOOQ layanan video on demand terbesar di Asia tenggara, baru saja mengumumkan enam judul serial TV yang diproduksi perdana oleh HOOQ Filmmakers Guild 2017.

HOOQ Filmmakers Guild merupakan program tahunan yang dirancang untuk mencari orang-orang yang berbakat di dunia film di Asia yang memiliki ide-ide cemerlang, namun tidak memiliki kesempatan untuk mewujudkan.

Sutradara, produser dan penulis naskah memiliki kesempatan untuk mengajukan naskah dan pengerjaannya untuk dijadikan serial TV. Lima ide terbaik akan menerima dana sebesar 30.000 dolar AS untuk memproduksi episode perdana yang akan tayang di HOOQ.

Pemilihan yang terbaik dari lima naskah tersebut ditentukan oleh pelanggan HOOQ dan tim juri yang terdiri dari orang-orang perfilman berbakat di Asia. Naskah ini akan diproduksi menjadi serial secara penuh dan ditayangkan di HOOQ.

“HOOQ selalu menjadi pendukung terbesar industri perfilman Asia,” ujar Peter Bithos, Chief Executive Officer HOOQ dalam siaran persnya , Selasa (7/11/2017).

HOOQ Filmmakers Guild dibuat dengan tujuan fokus untuk mengembangkan dan mendukung talenta-talenta perfilman generasi mendatang di Asia dengan cara memberikan kesempatan untuk menampilkan hasil karya mereka serta meningkatkan kemampuan mereka melalui belajar dengan para juri terbaik di industri perfilman Asia.

“Kami menerima banyak naskah yang bagus untuk diseleksi, namun kami memutuskan untuk memproduksi enam naskah yang seharusnya kami pilih lima. Kami ingin melihat naskah-naskah tersebut diwujudkan dan berharap semuanya akan puas,”  imbuh Peter.

Berikut 6 judul naskah terbaik 2017 yaitu Bhak (India), Suay (Thailand), Haunt Me (Singapore), How To be A Good Girl (Singapura), Aliansi  (Indonesia) dan Heaven and Hell (Indonesia). Enam naskah ini terpilih dari sekitar 500 naskah yang diterima HOOQ selama dua bulan dari seluruh Asia Tenggara.

Juri Puttipong Promsaka Na Sakolnakorn mengatakan, jumlah peserta kompetisi melebihi yang kami harapkan. Naskah yang dikirimkan terdiri dari beragam genre dan gaya, mulai dari fiksi ilmiah, supernatural bahkan drama sejarah.

Namun genre yang dominan adalah drama, horor/supernatural dan komedi, sedangkan tema fiksi ilmiah dan fantasi berada di posisi ke empat.

“Saya sangat kagum pada kualitas naskah-naskah yang dikirimkan, sehingga benar-benar sulit untuk memilih yang terbaik. Bagi saya, ini membuktikan bahwa Asia memiliki talenta yang luar biasa ketika menyangkut pembuatan film,” ujar Mouly Surya, sutradara Marlina the Murderer in Four Acts.

Pendapat yang sama disuarakan oleh juri asal Indonesia, aktor Nicholas Saputra. Ia mengatakan, tidak hanya naskah  bagus yang mereka daftarkan untuk mengikuti kompetisi HOOQ Filmmakers Guild. Mereka juga sangat energik, kreatif dan bersemangat dengan ide-ide. Ini sebagai pembelajaran untuk seluruh pembuat film, agar tidak pernah menyerah untuk  terus berkarya.

Penilaian didasarkan pada relevansi dan daya tarik terhadap penonton di Asia, kreativitas naskah dan yang paling menentukan adalah naskah yang menceritakan tentang Asia dari sudut pandang yang orisinal. * (Syam)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *