Kioson Resmi Jadi Startup Pertama Melantai di BEI

  • Dodo
  • 7 Oktober 2017
  • 0

PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson) resmi menawarkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kioson merupakan Perusahaan e-commerce online-to-offline (O2O) pertama yang melantai di bursa. Saham Kioson ditetapkan di harga Rp300,- per lembar saham Dan Jumlah saham yang dilepas sebesar 150 juta lembar saham atau setara 23,07% dari total saham perusahaan.

Melalui Initial Public Offering (IPO) ini, Kioson berhasil memperoleh dana sebesar Rp 45 Miliar. Selama proses penawaran saham, pemesanan atas saham Perseroan mengalami oversubscribed lebih dari 10 kali dari jumlah saham yang ditawarkan.

Dengan demikian, Kioson resmi menjadi perusahaan rintisan (startup) pertama di Bursa Efek Indonesia dan menjadi emiten ke-24 tahun ini serta ke-558 dari total keseluruhan emiten di Bursa Efek Indonesia. Kioson akan menempati sektor Trade, Service & Investment dan subsektor Retail Trade di daftar emiten Bursa Efek Indonesia.

Jasin Halim Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. (Kioson)mengatakan, proses penawaran saham berjalan baik dan menggambarkan antusiasme investor berinvestasi di bisnis O2O e-commerce. “Momen IPO Kioson merupakan milestone penting bagi dunia pasar modal Indonesia karena untuk pertama kalinya, investor retail bisa berinvestasi di startup teknologi.”

Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan membantu Kioson selama proses menuju IPO. Kesuksesan IPO ini menjadi angin segar untuk startup di Indonesia, bahwa sumber pendanaan melalui IPO layak menjadi pertimbangan. ujar Jasin di Bursa Efek Indonesia,Jakarta,Kamis (05/10).

Jasin menyebutkan bahwa IPO ini akan memperkuat komitmen Kioson dalam menjembatani underserved market dengan dunia digital.

“Strategi dengan misi inklusi digital ini kami yakini memegang peranan penting untuk meningkatkan penetrasi layanan digital di kota-kota lapis kedua di Indonesia, sehingga bisa memudahkan berbagai lapisan masyarakat memenuhi kebutuhan hariannya, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dampak bisnis yang baik bagi Kioson serta investor,” tegas Jasin.

Strategi inklusi digital ini juga sejalan dengan visi pemerintah Indonesia sesuai yang diutarakan Presiden Joko Widodo yaitu untuk menjadikan Indonesia sebagai digital economy powerhouse terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Dari seluruh dana yang dihimpun melalui IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebanyak 78,95 persen akan digunakan Kioson untuk mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi (“Narindo”). Selebihnya, akan digunakan untuk modal kerja.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk. Setiawan Parikesit. mengatakan “Akuisisi ini berperan strategis untuk memperkuat infrastruktur kami di daerah melalui aset yang sudah dimiliki oleh Narindo. Dengan keberadaan Narindo yang fokus di bisnis aggregator e-voucher, artinya Kioson telah menjaga bisnis perusahaan sejak dari hulu, sehingga kami harapkan dapat mendukung bottom line Kioson.

Hal ini sekaligus dapat memenuhi ekspektasi investor di Indonesia yang masih melihat bottom line untuk menilai perusahaan, namun tanpa menomorduakan inovasi khas perusahaan startup teknologi,” tegas parikesit

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *