Kyla Christie, Melalui Seni dan Wirausaha Merubah Dunia

  • Dodo
  • 10 April 2018
  • 0

Generasi kini tidak cukup menjadi warga Indonesia namun perlu mempersiapkan diri menjadi warga global. Tidak hanya berdampak pada bangsa Indonesia, namun mampu berdampak bagi dunia.

Kyla Christie, Artis Muda Berprestasi

Hal tersebut juga dilakukan artis muda berbakat Kyla Christie,yang tenar dengan “Sing to Build Indonesia” ia memprakarsai misi dan program, “Sing to Build Indonesia” yakni program untuk membantu para korban bencana di Indonesia, ketika hatinya perih menyaksikan tayangan korban bencanan tsunami di Mentawai yang menghanyutkan orang tua, anak–anak, rumah tinggal dan semua yang dimiliki, serta bersamaan dengan waktu meletusnya gunung Merapi yang abu vulkaniknya menimpa para korban.

Kyla pun memutuskan untuk melakukan sesuatu mempergunakan bakat bernyanyinya untuk mengumpulkan dana membangun kembali rumah tinggal, rumah jahit, rumah buku, rumah seni, dan rumah nyanyi untuk para korban tsunami.

Program Sing to Build Indonesia berkolaborasi dengan Mentawai Summit, Habitat for Humanity Indonesia, kemudian diadopsi oleh Habitat for Humanity United Kingdom, berdampingan dengan program musisi Elton John.

Sing to Build Indonesia berkembang menjadi Sing to Build the World. Sampai sekarang Kyla sudah pernah tampil untuk World Bank Conference, Give Back UNICEF, termasuk dua kali bernyanyi dan tampil spontan bernyanyi di panggung David Foster Concert.

Di usia nya yang masih muda (14 tahun) Kyla berhasil menggondol pulang 7 penghargaan, di antaranya 5 medali emas di bidang bernyanyi vocal solo, termasuk diantaranya Industry Award yang merupakan penghargaan bergengsi dari para pelaku industri musik dan performing art dunia.

Kyla Christie dengan Alat Musik Tradisional Sasando

Salah satu yang membuat Kyla bahagia sekaligus bangga adalah sewaktu bernyanyi sambil memainkan sasando (alat music asal NTT) dan berhasil meraih medali emas untuk kategori sulit bernyanyi,sambil memainkan alat music melawan konstestan dunia lainnya yang bermain dengan piano, gitar dan alat musik internasional lain.

“Saya ingin memperkenalkan Sasando Indonesia ke pentas dunia,dari Indonesia ada lho alat musik yang unik, indah dilihat dan didengar. Bersyukur setelah melewati tantangan yang luar biasa, berhasil meraih juara medali emas.”kata Kyla

Kyla menambahkan, Waktu bermain, juri hening dan hikmat sekali, alat musik kita sungguh menggugah hati dan membuat kagum dunia.

Kyla selalu percaya, bila kita mau berlatih dan berusaha kita pun dapat berprestasi di skala dunia
dan dapat berkontribusi dalam seni dunia dan hal lainnya. Sasando yang dibuat dari daun lontar
dan bambu mampu menjadi daya tarik bagi pencinta dan juri musik dunia.

Hal ini yang kemudian menginpirasi Kyla untuk menciptakan alat musik dari bambu yang merupakan alat musik eco friendly dan dapat turut melestarikan alam yang Kyla beri nama “Ethesque” yang berarti “beauty beyond this world”

Sekembalinya ke Indonesia, sebagai wujud give-backnya kepada tanah air, Kyla berkolaborasi (co-
founding) bersama sahabatnya memprakarsai dan mendirikan Jakarta Youth for Performing
Arts yang menjadi wadah bagi kawula muda yang berminat serta berbakat untuk bereksplorasi,
berekspresi, berlatih, dan berkarya untuk menghasilkan pertunjukan seni yang berbobot dan
semakin mendekati standar pertunjukan dunia.

Melalui wadah ini banyak pemuda dan pemudi merasakan manfaat dan indahnya mampu menulis naskah, melatih, bernyanyi dan berakting, berkarya, bekerja keras dan bekerjasama untuk menghasilkan pertunjukan seni yang sukses menghibur.

Kyla berpikir entrepreneurhip diperlukan oleh semua manusia dan di semua aspek dan
bidang. Itulah sebabnya, ada baiknya entrepreneur bisa dipelajari sejak bahkan dari preschool supaya mendarah daging.

Karena pada jaman now ini, untuk mengungguli robot dan teknologi kita perlu selangkah lebih maju, bisa memberi nilai tambah, bisa memberi nilai pada barang yang walau awalnya tidak dihargai menjadi sangat berharga, melalui kreativitas dan seni.

Indonesia memiliki banyak talent dan perlu menciptakan banyak lapangan kerja oleh karenanya perlu ketrampilan entrepreneur yang tinggi dan dikombinasikan dengan kreativitas dan seni, Kyla percaya Indonesa akan melejit di kancah global. Kita akan mampu menghasilkan karya, memberi nilai tambah serta membuka lapangan kerja bagi warga Indonesia bahkan dunia.

Ini alasan Kyla memilih melamar ke jurusan entrepreneur di sekolah entrepreneur terbaik di dunia, “Presidential Scholarship Babson College” Universitas Entrepreneur Nomor satu selama 21
tahun berturut-turut. Prestasi akademis, karya bagi komunitas, semangat kepemimpinan dan entrepreunerial.

Kyla mendapat apresiasi berupa “Presidential Scholarship dari Babson College”, yang merupakan universitas terbaik di bidang social entrepreneurship versi CNN Money dan majalah Forbes, dan universitas nomer satu di bidang entrepreneur beturut–turut selama 21 tahun menurut US News & World Report mengungguli universitas lainnya di Amerika.

Kyla juga diundang untuk mengikuti Presidential Scholar Weekend di Babson College, Boston, Amerika. bersama penerima Presidential Scholar dari berbagai negara lainnya. Melalui weekend ini peserta akan merasakan bagaimana metode pengajaran entrepreneurships di Babson dan berinteraksi dengan mahasiswa berprestasi negara lainnya.

Dalam kesempatan tersebut melalui Weissman Scholarship akan juga dipilih 4 proyek entrepreneur dari belahan dunia mana saja yang akan dilakukan oleh penerima beasiswa yang akan dimentor dan didanai oleh Babson.

(dodo)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *