M-Cash Umumkan Saham Perdananya di BEI

  • Dodo
  • 7 Oktober 2017
  • 0

PT. M Cash Integrasi Tbk (“MCI” atau “Perseroan”)  anak usaha dari PT Kresna, mengumumkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Oktober 2017.

Dalam penawaran perdana publik (IPO) ini, Perseroan menawarkan sampai dengan Rp.216 juta  saham baru, atau setara dengan 25.0% dari modal disetor, dengan harga IPO berkisar antara Rp1.300 per saham sampai dengan Rp1.450per saham.

Perseroan telah menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek utama (lead underwriter) dari IPO tersebut.Perseroan memiliki visi untuk menjadi digital distribution champion di Indonesia.

“Kami ingin melengkapi saluran distribusi dan mempertajam penetrasi pasar dari produk-produk digital kami, mulai dari saluran online hingga offline, dari saluran modern hingga saluran tradisional sampai menembus ke lapisan masyarakat terbawah (grass root) menjadikan produk-produk digital, Perseroan semakin terjangkau bagi konsumen kami, kapan pun dan di mana pun, terutama bagi kaum Milenial serta segmen unbanked / underbanked.” Ungkap Martin Suharlie, Direktur Utama MCI, saat memberikan keterangan di Balroom Kempinski Jakarta Pusat, Jumat (06/10)

MCI mengembangkan suatu kios digital yang revolusioner, pertama di Indonesia, yang mampu mengeluarkan berbagai jenis kartu fisik, termasuk mobile SIM (Subscriber Identity Module) dan e-money dengan registrasi secara otomatis, selain berbagai fitur-fitur menarik lainnya, seperti: top up pulsa telepon, pembayaran tagihan rutin, mall atau mart directory, iklan (co-branding), berbagai voucher dan bentuk promosi lainnya, flash sales points, transaksi e-commerce dan berbagai produk digital lainnya.

Sementara itu, Jahja Suryandy, Managing Director M Cash, mengakatan, untuk penawaran perdana sahamnya tersebut, manajemen M Cash telah melakukan tur keliling (roadshow) dari Jakarta, Singapura sampai Hong Kong.

“Dari tur keliling tersebut, permintaan terhadap saham-saham perseroan tersebut cukup besar, yaitu mencapai hingga mencapai 7,2 kali lipat dari penawaran yang kami ajukan,” kata Jahja.

Jahja menginformasikan, saham M Cash tersebut diminati oleh para investor institusi dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia.

M Cash hingga kini telah bekerjasama dengan 31.000 outlet modern dan 4,6 juta outlet tradisional untuk mengembangkan kios digital. Tahun ini, perseroan ingin menjangkau 1.000 titik baru untuk penyebaran kiosk sebagai layanan M Cash.

“Kami sudah tandatangani kerjasama dengan lebih dari 1.000 lokasi untuk tahun ini, dan sekitar 2.000 untuk tahun depan,” pungkas  Jahja. (*)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *