BERBISNIS

Red Hat dan Tim NVIDIA Hadirkan RAN 5G Software-Defined untuk Industri Telekomunikasi

Views

 

NVIDIA dan Red Hat, penyedia solusi open source terkemuka di dunia, telah mengumumkan bahwa mereka memperluas aliansi kedua perusahaan untuk menghadirkan infrastruktur wireless 5G software-defined berkinerja tinggi, yang dijalankan dengan Red Hat OpenShift, bagi industri telekomunikasi.

Red Hat dan NVIDIA bekerja sama untuk mendorong adopsi Kubernetes di titik edge industri telekomunikasi.

Kolaborasi tersebut, yang diungkapkan oleh Founder dan CEO NVIDIA Jensen Huang dalam sesi keynote di MWC Los Angeles, dapat membantu perusahaan telekomunikasi dalam bertransisi ke jaringan 5G yang mampu menjalankan berbagai beban kerja edge software-defined. Kerja sama ini di awal akan berfokus pada radio access network (RAN) 5G, yang bertujuan untuk membuat aplikasi yang didukung AI agar lebih mudah diakses di titik edge industri telekomunikasi.

“Kami bekerja sama dengan Red Hat untuk membangun infrastruktur komputasi GPU cloud-native berperforma tinggi dan sangat skalabel untuk dunia 5G yang baru ini. Didukung oleh platform komputasi edge NVIDIA EGX, gelombang aplikasi baru akan muncul, seperti halnya dengan revolusi smartphone,”  tutur Jensen Huang, Founder dan CEO NVIDIA, dalam keterangannya, Senin ( 25/11/2019).

Sementara itu Jim Whitehurst, President dan CEO Red Hat mengatakan “Sebagai pemimpin dalam membangun infrastruktur telekomunikasi yang inovatif dan terbuka, kami melihat keuntungan luar biasa dalam menjalankan software standar di edge telco, yang membantu memungkinkan berbagai beban kerja baru melalui layanan yang skalabel dan dinamis.”

Red Hat dan NVIDIA mengembangkan apa yang mereka umumkan awal tahun ini bahwa mereka tengah mempercepat adopsi Kubernetes di pusat data enterprise. Kolaborasi mereka yang diperluas ini memungkinkan pelanggan untuk menggunakan platform NVIDIA EGX dan Red Hat OpenShift untuk lebih mudah menerapkan GPU NVIDIA guna mempercepat AI, ilmu data, dan pembelajaran mesin di edge.

Elemen penting yang memungkinkan penyedia 5G untuk berpindah dari ASIC yang dibangun secara khusus ke infrastruktur cloud-native adalah NVIDIA Aerial. Kit pengembang software ini, juga diumumkan hari ini, memungkinkan penyedia layanan untuk membangun dan menghadirkan RAN wireless 5G software-defined berperforma tinggi dengan menghadirkan dua kemajuan penting, yaitu jalur data latensi rendah langsung dari kartu antarmuka jaringan Mellanox ke memori GPU, serta mesin pemrosesan sinyal lapisan fisik 5G yang menyimpan semua data dalam memori berkinerja tinggi dari GPU.

“Industri ini tengah mengembangkan 5G secara signifikan dan revolusi ‘smart everything’ telah dimulai. Pada waktunya, triliunan sensor dan perangkat akan tersebar di seluruh dunia untuk memungkinkan aplikasi dan layanan baru,” tutur Huang.

Red Hat OpenShift menyediakan Kubernetes siap produksi tingkat enterprise untuk mengelola dan mengotomatisasi RAN 5G Aerial, fungsi jaringan container, dan layanan edge baru lainnya. Hal ini membantu perusahaan telekomunikasi dalam menyebarkan dan mengelola infrastruktur modern sesuai skala yang dibutuhkan.

“Generasi berikutnya dari jaringan mobile tidak akan ditentukan oleh solusi proprietary yang tidak fleksibel, namun akan dibangun berbasis teknologi cloud-native terbuka,” ujar Jim Jim menjelaskan.

“Sebagai pemimpin dalam membangun infrastruktur telekomunikasi yang inovatif dan terbuka, kami melihat keuntungan luar biasa dalam menjalankan software standar di edge telco, yang membantu memungkinkan berbagai beban kerja baru melalui layanan yang skalabel dan dinamis,” tambah Jim

Dengan menjalankan RAN 5G pada platform cloud-native, perusahaan telekomunikasi dapat menggunakan sepenuhnya investasi jaringan mereka dan menghadirkan layanan-layanan baru, seperti AI, AR, VR, dan gaming, ke pasar secara luas.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »