• Homepage
  • >
  • TIPS
  • >
  • Red Hat Siap Akuisisi CoreOS dan Perluas Kepemimpinan Perusahaan di Bisnis Kubernetes dan Container

Red Hat Siap Akuisisi CoreOS dan Perluas Kepemimpinan Perusahaan di Bisnis Kubernetes dan Container

  • Karyoto
  • 7 Februari 2018
  • 0

 

Red Hat, penyedia solusi open source terkemuka di dunia, telah mengumumkan bahwa Red Hat telah menandatangani kesepakatan final untuk mengakuisisi CoreOS, Inc., inovator dan pemimpin dalam solusi Kubernetes dan container-native, dengan harga pembelian sebesar 250 juta  dollar AS, berdasarkan penyesuaian tertentu saat penyelesaian transaksi yang diperkirakan tidak signifikan.

 Pengakuisisian CoreOS oleh Red Hat akan semakin memperluas visi perusahaan dalam memungkinkan para pelanggan untuk mengembangkan aplikasi apa pun dan menerapkan aplikasi-aplikasi tersebut di lingkungan mana pun dengan fleksibilitas yang dihadirkan oleh open source.

Dengan menggabungkan kemampuan komplementer dari CoreOS dan portofolio berbasis Kubernetes dan container Red Hat yang sudah luas, termasuk Red Hat OpenShift, Red Hat bermaksud untuk semakin mempercepat pengadopsian dan pengembangan platform cloud hybrid terkemuka di industri bagi beban kerja aplikasi modern.

Seiring beragam aplikasi beralih ke lingkungan hybrid dan multicloud, semakin banyak perusahaan menggunakan container agar lebih mudah mengembangkan, menerapkan, serta memindahkan aplikasi ke, dari, dan di seluruh cloud.

Survey  IDC mencatat bahwa  kemajuan substansial dalam pengadopsian, penyederhanaan, dan portabilitas cloud tengah berlangsung. Permintaan akan cloud terus meningkat, dan perusahaan-perusahaan enterprise saat ini memperkirakan bahwa arsitektur cloud akan mendominasi pengeluaran perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Paul Cormier, President, Products and Technologies, Red Hat, mengungkapkan bahwa Era baru teknologi tengah didorong oleh aplikasi-aplikasi berbasis container yang berada di lingkungan multicloud dan cloud hybrid, termasuk platform cloud fisik, virtual, dan pribadi, serta cloud publik. “Kubernetes, container dan Linux berada di pusat transformasi ini, dan, seperti halnya Red Hat, CoreOS telah menjadi pemimpin, baik dalam komunitas-komunitas open source upstream yang mendorong inovasi-inovasi ini maupun dalam upayanya untuk menghadirkan Kubernetes kelas enterprise bagi para pelanggan,” ujar Paul, Senin (05/02/2018).

“Kami meyakini bahwa akuisisi ini akan memperkuat Red Hat sebagai landasan penerapan aplikasi cloud hybrid dan modern,” tambahnya.

Sementara itu Alex Polvi, CEO CoreOS, menggungkapkan bahwa hubungan Red Hat dan CoreOS telah terjalin sejak bertahun-tahun lalu saat kolaborator open source mengembangkan beberapa inovasi utama dalam container dan sistem terdistribusi, yang membantu mewujudkan operasi otomatis menjadi kenyataan.

“Pengumuman akuisisi ini menandai sebuah tahapan baru dalam tujuan bersama kami untuk membuat teknologi-teknologi penting ini digunakan di segala penjuru bisnis dan dunia. Kami berterima kasih kepada keluarga CoreOS, para pelanggan, mitra kami, dan yang terpenting, komunitas software tak berbayar yang telah mendukung misi kami untuk membuat internet menjadi lebih aman melalui operasi otomatis,” ujar Alex pada kesempatan yang sama.

Dengan semakin canggihnya perkembangan container, para pelanggan membutuhkan penyedia platform aplikasi mereka untuk membantu mereka dalam menggunakan container guna melakukan transisi dan memperluas aplikasi-aplikasi produksi yang ada agar bermanfaat pada cloud publik maupun pribadi.

Melalui CoreOS, Red Hat semakin mempercanggih teknologinya guna membantu para pelanggan dalam mengembangkan, menjalankan dan mengelola aplikasi-aplikasi dalam container dengan lingkungan operasinya sendiri (containerized application) dalam lingkungan hybrid dan multicloud.

CoreOS merupakan kreator dari CoreOS Tectonic, sebuah platform Kubernetes yang siap pakai di lingkungan enterprise yang menyediakan operasi otomatis dan memungkinkan portabilitas di seluruh penyedia cloud pribadi dan publik, serta berbasis software open source.

CoreOS juga menawarkan CoreOS Quay, sebuah registri container yang siap pakai di lingkungan enterprise. CoreOS juga terkenal karena membantu mendorong banyak inovasi open source yang menjadi pusat containerized application, termasuk Kubernetes, di mana CoreOS merupakan kontributor utama; Container Linux, distribusi Linux ringan yang diciptakan dan dikelola oleh CoreOS yang mengotomatisasi pembaruan software dan disederhanakan untuk menjalankan container; etcd, store data terdistribusi untuk Kubernetes; dan rkt, sebuah mesin container aplikasi yang didonasikan ke Cloud Native Computing Foundation (CNCF), yang membantu mendorong standar Open Container Initiative (OCI) saat ini.

Red Hat telah sejak awal mengadopsi container dan orkestrasi container, dan telah banyak berkontribusi dalam komunitas-komunitas open source terkait, termasuk Kubernetes, di mana Red Hat merupakan kontributor terbanyak kedua setelah Google. Red Hat juga merupakan pemimpin dalam memungkinkan perusahaan di seluruh dunia untuk mengadopsi aplikasi-aplikasi berbasis container, termasuk teknologinya pada Red Hat OpenShift, platform Kubernetes kelas enterprise yang paling komprehensif di industri.

Kini, dengan kombinasi antara Red Hat dan CoreOS, Red Hat memperkuat kepemimpinannya, baik dalam komunitas upstream maupun solusi-solusi berbasis container kelas enterprise.

 

 

 

 

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *