Spokle App Luncurkan Program Baru, bagi Anak Pengidap Gangguan Pendengaran

  • Dodo
  • 14 April 2018
  • 0

Spokle Group, sebuah perusahaan jasa kesehatan asal Australia, meluncurkan aplikasi untuk anak dengan gangguan pendengaran pertama di Asia Pasifik.

Program ini dapat menjawab keresahan para orang tua dengan anak gangguan pendengaran atau berkebutuhan khusus, untuk memperoleh dukungan serta bimbingan dari para ahli professional yang sangat terjangkau, nyaman dan tanpa hambatan geografis.

Seringkali orang tua dari anak-anak dengan gangguan pendengaran atau yang baru saja menggunakan alat bantu dengar, akan berjuang untuk mengetahui cara untuk membantu anak mereka mengembangkan keterampilannya dalam komunikasi dan berbahasa.

Elisabeth Yunarko, Pendiri Spokle mengatakan, “Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau, sulit bagi banyak keluarga untuk mengakses perawatan secara rutin, namun teknologi seluler begitu mudah tersedia. Kami pikir mengapa tidak membawa pengetahuan ahli ke keluarga? ”

Spokle membawa bantuan dan pengetahuan dari para ahli langsung kepada keluarga melalui aplikasi seluler Spokle. Aplikasi Spokle melengkapi orang tua dengan strategi sederhana namun efektif yang dapat mereka lakukan sendiri melalui tutorial berbasis video. Kata Elisabeth kepada media di Jakarta, Sabtu (14/04)

Ia menambahkan, Orangtua tidak perlu membeli mainan mahal atau peralatan khusus untuk berlatih, semua kegiatan didasarkan pada rutinitas sehari-hari, ada lebih dari 400 video kegiatan di aplikasi ini dengan petunjuk langkah demi langkah dan contoh dari kehidupan nyata.

Pada tanggal 14-15 April, pakar Pidato dan Bahasa internasional akan berada di Jakarta pada workshop di akhir pekan untuk membantu orang tua dan para profesional dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berbahasa dan mendengarkan di rumah.

Bangkit dari kepedulian tinggi terhadap anak berkebutuhan khusus

WHO memperkirakan sekitar 466 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan pendengaran dan 34 juta dari mereka adalah anak-anak. Selain itu, WHO menyatakan bahwa gangguan pendengaran yang tidak ditangani pada anak-anak dapat mempengaruhi perkembangan bahasa lisan mereka.

Andrew Kendrick, terapis internasional LSLS Cert. AVT yang juga merupakan Pimpinan Terapis Spokle App, menjelaskan “Mendapatkan bantuan yang tepercaya menjadi hal yang sulit bagi keluarga yang memiliki anak yang berjuang dalam berkomunikasi,”

Kekurangan spesialis bahasa, biaya, tekanan waktu, dan kurangnya kesadaran dan koneksi komunitas membuat kehidupan sehari-hari sangat sulit bagi para orang tua. Kata Andrew.

Andrew telah menghabiskan karirnya dalam penuh upaya untuk membantu keluarga yang terlibat dan terhubung dengan anak-anak berkebutuhan khusus, mengembangkan program, mengajar dan memberikan terapi di Australia dan Asia.

Andrew Menambahkan “Setelah hidup dan bekerja selama 10 tahun di Asia termasuk Thailand, Singapura, China, India saya melihat banyak keluarga tidak memiliki akses dalam mencari informasi dan teknik terkini yang telah kami lakukan, karena semua informasi dalam bahasa Inggris, bahkan jika Anda googling  semua informasi itu berbahasa Inggris.”

Saya juga mengerti bahwa gagasan Family Centred Practice di mana kita meningkatkan keluarga, bukan sekadar praktik umum. Dengan gagasan ini membuat saya bergabung dengan tim Spokle sehingga kami dapat memberikan praktik berbasis bukti kepada keluarga yang mungkin tidak memiliki akses untuk informasi ini. lanjut Andrew.

Aplikasi inovatif membantu orang tua menerapkan terapi di rumah

Mei salah satu Orangtua yang anaknya lahir dengan gangguan pendengaran mengatakan “Saya tahu banyak orang tua seperti saya yang membutuhkan bantuan spesialis untuk anak-anak mereka, tetapi mereka tinggal terlalu jauh dari kota sulit bagi mereka untuk melakukan terapi,”

Namun dengan adanya Aplikasi ini jadi mempermudah saya menerapkan ke anak kapan pun dan setiap saat. kata Mei

Spokle Group yang berbasis di Australia telah membentuk misinya adalah untuk membuat akses terapi bahasa lebih mudah dan lebih terjangkau bagi banyak keluarga.

“Ini adalah harapan saya dengan aplikasi Spokle bahwa kami mengagumi layanan apa pun yang mungkin diterima keluarga dan bekerja bersama dengan keluarga dan para profesional untuk memastikan orang tua siap membantu anak mereka mencapai potensi penuh mereka” tegas Andrew Kendrick.

Pada workshop di Jakarta, para peserta belajar teknik dan strategi baru secara langsung dari para ahlinya seperti Andrew Kendrick, seorang terapis dengan sertifikasi internasional LSLS Cert. AVT dan Gia Kuek, SLT, SI-OT tentang cara membantu anak-anak tunarungu mengembangkan kemampuan mendengar dan berbicara dalam lingkungan belajar yang menyenangkan, melibatkan seluruh anggota keluarga. Selain itu, semua program yang diajarkan oleh para ahli dapat ditemukan di aplikasi Spokle.

Pengguna baru aplikasi Spokle akan menerima akses gratis untuk satu bulan pertama. Semua program dalam aplikasi Spokle dapat diakses secara berlangganan dengan biaya Rp 250 ribu perbulan dan dapat di download pada Applikasi iTunes dan Google Play Store.

 

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *