• Homepage
  • >
  • Techno
  • >
  • Twitter di India Mengalami Nasib Buruk, Karena Ditinggal Hengkang Oleh Pimpinannya

Twitter di India Mengalami Nasib Buruk, Karena Ditinggal Hengkang Oleh Pimpinannya

  • Redaksi
  • 2 November 2016
  • 0

Eksekutif, India – Setelah beberapa waktu lalu Twitter mengumumkan akan menjual sahamnya serta akan merumahkan ratusan karyawannya, kini Twitter jaringan India harus merelakan pula pimpinannya pergi.

Rishi Jaitly yang menjabat wakil presiden bisnis Asia Pasifik dan Timur Tengah serta merangkap pimpinan bisnis India memutuskan untuk keluar dari Twitter per akhir November mendatang.

Pertama kali diberitakan oleh portal Mashable, Jaitly yang telah bekerja untuk perusahaan selama empat tahun itu tidak membeberkan secara rinci alasannya hengkang dari Twitter.

Yang jelas ia mengatakan akan berencana menghabiskan waktu lebih banyak di India atau kawasan Asia lain untuk ke depannya.

Sebelum Jaitly bergabung di Twitter, ia sudah lebih dulu dikenal bekerja untuk Google selama dua tahun. Perannya di sana sebagai pengaggas kerjasama antara perusahaan negara dan swasta, membantu kebijakan publik, dan hubungan pemerintah India dan Asia Tenggara.

Pengunduran diri Jaitly tersebut memang menyusul dari pengaruh pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belum lama ini diumumkan.

Popularitas jejaring sosial Facebook dan aplikasi pesan instan WhatsApp di india memperlihatkan bahwa mereka bisa berkembang. Sayangnya Twitter harus menghadapi nasib pilu lantaran tak kunjung menghasilkan peningkatan dari sisi jumlah pengguna.

Bisa dikatakan, Twitter semakin lama digerus oleh peran layanan lain seperti Facebook dan lain-lain.

Sebelumnya pada akhir Oktober kemarin, Twitter bersiap merumahkan sekitar 300 karyawan dari total timnya di seluruh dunia. Keputusan ini secara tidak langsung akan berimbas pada pola kerja tim.

Tepat setahun lalu, perusahaan yang didirikan oleh Jack Dorsey ini juga mem-PHK 336 karyawan. Sumber yang sama memastikan jumlah karyawan yang akan dirumahkan tahun ini masih akan berubah tergantung keputusan perusahaan.

Seperti diketahui, dalam beberapa bulan terakhir performa keuangan dan pertumbuhan pengguna Twitter kian menurun. Hingga akhir kuartal kedua 2016, layanan microblogging dilaporkan hanya memiliki 313 juta pengguna aktif, meningkat hanya tiga persen dari periode yang sama setahun silam. (Red)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *