Majalah Eksekutif

Peluncuran Buku Dari 32 Penulis & Tulisan Status S. Dian Andryanto di FB

334Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Sabtu depan 14 Desember 2019. Peluncuran buku #sayabelajarhidup ke-10 dan ke-11, “di antara hening” dan “Nusantara Berkisah 2:Orang-orang Sakti” dilaksanakan di Gedung Tempo, lantai 5, pukul 14.00-17.00, Jl. Palmerah Barat No.8 Jakarta.

EKSEKUTIF.id — Tak terbayangkan oleh S. Dian Andryanto, tahun 2019 ini, #sayabelajarhidup sudah lima tahun berjalan.

Sejak edisi 1-3 #sayabelajarhidup Empati – Simpati – Harmoni diluncurkan 6 Desember 2015, dengan segala upaya tiga buku tersebut terbit secara independen.

Kemudian berlanjut pada tahun-tahun berikutnya terbit (juga independen) buku #sayabelajarhidup lainnya: Matur Suksma, Simfoni, Asmaradahana, Pita Garuda, Nyala Nyali, Nusantara Berkisah 1.

Tidak hanya di Jakarta, buku-buku tersebut diluncurkan pula di Bali dan Yogyakarta.

Tentu saja, hal tersebut berkat dukungan dan sponsor dari beberapa pihak baik perorangan maupun perusahaan yang memberikan kepercayaan supaya buku-buku serial #sayabelajarhidup dapat terus diterbitkan.

Tak sedikit kemudian yang mempertanyakan bagaimana buku-buku yang diterbitkan independen bisa bertahan dan berkelanjutan terbit sampai hari ini, selama lima tahun ini.

“Komunitas pembaca #sayabelajarhidup yang sudah tersebar di berbagai daerah menjadi motor mengapa buku ini terus diterbitkan.

Jangan lari dari konsep awal #sayabelajarhidup untuk mengasah rasa empati kepada sekitar.

Dan, “Jalin silaturahmi dengan siapapun, termasuk kepada perorangan atau perusahaan yang memberikan kepercayaan buku ini terbit dan tersebar,” kata S. Dian Andryanto.

“Terus lakukan pengembangan dan terobosan dalam berbagai hal,” demikian rilis dari panitia.

“Kami tengah menyiapkan buku-buku #sayabelajarhidup dalam bentuk e-book, sehingga permintaan pembaca di uar negeri atau berbagai daerah dapat terpenuhi. Pokoknya, kembangkan literasi, dan jarak bukan halangan,” kata Dian, menjelaskan.

Sebagian besar tulisan dalam status  S. Dian Andryanto di media sosial, khususnya di facebook, masih menjadi muatan utamanya.

Termasuk buku ke-10 “di antara hening” ini.

Buku ini sedikit berbeda dari buku-buku sebelumnya yang lebih dominan membicarakan tentang manusia.

Di buku setebal 214 halaman dan memuat 75 tulisan esai ini, mengajak pembaca untuk memahami makna “awalan” dan “pengakhiran” atau kehidupan dan kematian.

“Saya merasa harus menuliskannnya, dan mengumpulkan tulisan-tulisan ini,” kata Dian.

Karena masih menurut Dian, agar tak lupa, asyik dalam kehidupan di antara kehidupan dan kematian, tapi alpa mengingat tujuan kelahiran dan maksud kematian.

“Buku ini, ditulis dengan bahasa populer, santun, sehingga bisa dibaca berbagai kalangan, tidak sulit dicerna, tanpa menghilangkan maknanya,” kata pria berkumis  ini menambahkan.

Dian menjelskan, untuk buku Nusantara Berkisah 2 dengan tema “Orang-orang Sakti” ini, menjadi project mengembangkan penulis-penulis dari berbagai pelosok di Indonesia.

Tahun lalu dengan Nusantara Berkisah 1 (bersama 30 penulis), sekarang Nusantara Berkisah 2 dengan 32 penulis.

“Pembaca #sayabelajarhidup ternyata banyak penulis-penulis berbakat dan hebat,” kata Urry Kartopati, Manajer Produksi Langgam Komunika, penerbit independen tersebut.

Hanya saja, demikian penuturan Urry, mereka terkendala untuk menerbitkan karya mereka dalam bentuk buku.  “Kami memfasilitasinya, untuk menulis dalam satu buku bersama-sama S. Dian Andryanto,” ujarnya.

“Meskipun kecil, semoga bisa menjadi kontribusi kami untuk memberikan wadah dan ruang kepada para penulis di berbagai daerah untuk mengembangkan karyanya, dan memotivasi agar terus menulis,” kata Urry.

Sejak Agustus 2019 diumumkan, terkumpul sekitar 612 tulisan dari 73 penulis. Melalui seleksi yang ketat, terpilih 32 penulis dengan 65 tulisan yang dimuat dalam buku Nusantara Berkisah 2 ini.

Dian menjelaskan, mengapa tema orang-orang sakti?

“Tulisan ini, tentang orang-orang yang diabaikan, tak dianggap, tak terlihat. Tapi justru mereka sebenarnya bisa memberikan motivasi dan inspirasi dalam kehidupan kita,” ujarnya .

Dian memaparkan, dengan  empati yang tinggi, penulis-penulis ini bisa menggalinya. Jadi, orang-orang sakti itu bukan hanya sumber penulisannya, tapi juga para penulis itu sendiri yang mampu menulis dengan hati,” ujarnya.

Peluncuran buku #sayabelajarhidup ke-10 dan ke-11, “di antara hening” dan “Nusantara Berkisah 2:Orang-orang Sakti” dilaksanakan di Gedung Tempo, lantai 5, pukul 14.00-17.00, Jl. Palmerah Barat No.8 Jakarta.

“Dukungan dan apresiasi yang tak henti-henti dari pembaca setia tulisan status saya di media sosial, para sponsor, khusunya dari kerabat  #sayabelajarhidup di banyak tempat, membuat buku ke-10 dan ke-11 #sayabelajarhidup, bisa terbit di akhir tahun dan menjadi kegiatan rutin,” kata S. Dian Andryanto.

“Semoga senang membaca buku-buku ini, punya manfaat, dan mengingatkan kembali betapa berharganya kehidupan kita ini, dan menyadari betapa bernilainya yang kita tinggalkan setelah kematian,” kata Dian.

Buku #sayabelajarhidup “di antara hening” dan “Nusantara Berkisah 2:Orang-orang Sakti” dapat dipesan dan dibeli direct online, melalui nomor WhatsApp 0817758560.

baca juga: majalah eksekutif edisi cetak — klik ini

www.majalahmatra.com

redaksi
the authorredaksi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »