BERBISNIS

Gelar RedHat Summit 2020 – Red Hat Sempurnakan Teknologi Cloud Hybrid Terbuka untuk Memenuhi Kebutuhan Pelanggan

112Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terkemuka di dunia, telah seselai melaksanakan RedHat Summit 2020  yang digelar  secara virtual beberapa waktu lalu. Ajang  bergengsi bagi para praktisi dan para pakar open source yang telah digelar sejak tahun 2005 ini , kini merupakan merupakan ajang yang ke 16.

Meski  digelar secara  virtual ajang  ini tetap  menjadi momen penting bagi pengembangan solusi dan teknologi open source. Pada kesempatan tersebut  RedHat telah  mengumumkan penawaran baru untuk membantu perusahaan dari semua skala dan industri dalam mengoptimalkan, meningkatkan atau melindungi operasi TI dalam menghadapi dinamika global yang tengah berubah.

Red Hat telah lama memperjuangkan evolusi teknologi dan ingin memungkinkan pelanggan untuk mengembangkan aplikasi apa saja dan mengerahkannya ke mana saja dengan konsistensi dan fleksibilitas yang dimungkinkan oleh landasan cloud hybrid terbuka.

Berdasarkan visi  tersebut   Menurut Country Manager  Red Hat  Indonesia Rully Moulani , penawaran baru Red Hat dirancang untuk meningkatkan penyampaian, aksesibilitas, dan stabilitas layanan dan aplikasi penting pada skala dunia dengan cloud hybrid sebagai tulang punggungnya. Teknologi baru yang diperkuat oleh visi untuk memungkinkan pelanggan ‘membangun apa saja, mengerahkannya ke mana saja,’ mulai dari titik edge ke lingkungan cloud hybrid dan multicloud

Beberapa pengumuman penting dalam ajang  bertajuk “From here, anyhwere” yang dihadiri oleh sekitar 8.000-an praktisi open source  tersebut  diantaranya adalah :

  1. OpenShift Virtualization

Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan, mengerahkan, dan mengelola aplikasi yang terdiri dari mesin virtual beserta container dan serverless, semuanya dalam satu platform modern yang menyatukan beban kerja cloud-native dan tradisional.

“Ini merupakan produk container platform dari RedHat. Sebetulnya ini bukan teknologi baru, bisa dibilang sudah sangat mature. Namun yang dilakukan oleh RedHat adalah membawa teknologi yang sudah cukup lama ini ke era baru, ke era lebih kekinian, era berbasis container,” jelas  Rully, saat acara Red Hat Post-Summit Virtual Media Session, Selasa ( 19/05/2020 ).

  1. Red Hat Advanced Cluster Management ( ACM ) untuk Kubernetes.

“ACM merupakan satu pilar yang bisa membuat RedHat menjadi management platform yang agnostik, sehingga bisa mengelola platform apa pun, termasuk dari kompetitor,” ujar Rully menjelaskan.

ACM juga menurut Rully, menyediakan titik kontrol tunggal yang disederhanakan untuk monitoring dan pengerahan cluster OpenShift berskala besar. Ini memungkinkan tata kelola berbasis kebijakan dan manajemen siklus hidup aplikasi.

  1. Red Hat OpenShift 4.4,

Dibangun ulang pada Kubernetes 1.17, OpenShift 4.4 memperkenalkan tampilan metrik platform yang berpusat pada pengembang dan pemantauan untuk beban kerja aplikasi; integrasi pemantauan untuk Operator Red Hat; manajemen biaya untuk menilai sumber daya dan biaya yang digunakan untuk aplikasi spesifik di cloud hybrid; dan banyak lagi.

“Ini merupakan platform terbaru,  yang  memungkinkan pengalaman serupa layanan komputasi berbasis awan semisal DNS forwarding dan cost management,” jelas Rully.

Selain itu, terkait dengan pandemi Covid -19, meski tidak menyediakan solusi khusus untuk hal itu, Redhat memberikan inisiatif perusahaan untuk berkontribusi terhadap karyawan, pengguna, dan komunitasnya.

Inisitif tersebut diantaranya adalah berupa potongan harga 50 persen untuk layanan Technical Account Management (TAM) bagi pelanggan baru. Perusahaan juga memperpanjang siklus hidup produk di seluruh bagian portofolio Red Hat.

Selain itu, Red Hat  juga menggelar pelatihan gratis bagi pencari kerja dan pekerja yang untuk sementara dirumahkan karena pandemi Covid-19. Pelatihan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan SkillsBuild.org.

Bagi Tim IT, Red Hat juga  memberikan kesempatan terbuka  untuk semua pihak untuk  dapat mengakses kursus dan pelatihan online gratis tentang keterampilan dan teknologi sesuai permintaan.  Menurut  Red Hat,  selama bulan ini perusahaan telah memberikan lebih dari setengah juta kursus pelatihan online secara gratis

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: