Majalah Eksekutif

Sejumlah Perusahaan Terkemuka Raih “Top CSR Award 2020”

Dilakukan Relaunching LSD

Acara Penghargaan “TOP CSR Awards 2020” di Sultan Hotel Jakarta.
449Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

EKSEKUTIF.id – Sejumlah perusahaan terkemuka di Indonesia, termasuk dari jajaran swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) meraih penghargaan di ajang “TOP CSR Awards 2020” yang dihelat (29/07/2020) di Sultan Hotel Jakarta. Penghargaan tertinggi bidang CSR Indonesia ini diselenggarakan oleh majalah Top Business bekerjasama dengan beberapa Asosiasi dan Konsultan bidang CSR.

Beberapa perusahaan yang meraih penghargaana karena miliki CSR terbaik,di antaranya Kideco Jaya Agung, Geo Dipa Energi, Pengerukan Indonesia (Rukindo), Rekayasa Industri, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Kereta Api Indonesia (KAI), Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Pelabuhan Indonesia IV, Borneo Indobara, Pelabuhan Indonesia I, dan Pupuk Indonesia.

Selain itu, Bank BRI, Hutama Karya, Mowilex Indonesia, Perkebunan Nusantara III, Softex Indonesia, Pupuk Sriwidjaja Palembang, Petrokimia Gresik, Asmin Bara Bronang, MNC Group, dan Air Nav Indonesia yang juga mendapat penghargaan terbaik dalam TOP CSR Awards 2020 ini. Beberapa perusahaan multinasional, listed company dan Swasta Nasional juga mendapat apresiasi dan penghargaan di ajang ini dalam berbagai kategori.

Tak Sekadar Ajang Award 

Ketua penyenggara TOP CSR Awards 2020, Moh Lutfi Handayani yang juga Pemimpin Redaksi majalah Top Business menjelaska, kegiatan Top CSR tahun ini diikuti 120 perusahaan finalis (dari 200 perusahaan) yang tersaring melalui berbagai metode, termasuk riset lapangan. Paserta tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang sebanyak 72 Finalis (dari 150 perusahaan).

“Kegiatan tahunan TOP CSR Awards ini, tidak hanya sekedar ajang pemberian penghargaan tertinggi kepada perusahaan yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/ PKBL/ Community Development yang efektif dan berkualitas,namun juga sebagai sarana pembelajaran bersama bagi para peserta agar bisa meningkatkan kualitas program CSR dalam mendukung bisnis yang berkelanjutan. Saat wawancara Penjurian, Dewan Juri juga memberikan masukan dan saran-saran perbaikan kepada para peserta, untuk peningkatan kualitas CSR perusahaan ke depan,” ujar Moh Lutfi Handayani saat memberikan sambutan dalam acara penganugerahan “TOP CSR Awards 2020” yang dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan  di tengah new normal ini.

Relaunching LSD.

Sementara itu, Mas Achmad Daniri, selaku Ketua Dewan Juri TOP CSR Awards 2020 menjelaskan, dalam penghargaan ini proses penilaian dan penentuan pemenang, dilakukan secara obyektif dan independen. Kriteria utama penilaian dalam Top CSR Awards mengacu pada 3 (tiga) hal. Pertama, Tingkat adopsi CSR Perusahaan terhadap ISO 26000 Social Responsibility. Kedua, Keselarasan Program CSR Strategi Bisnis perusahaan. Ketiga, Bagaimana prinsip-prinsip GCG melandasi pelaksanaan program-program CSR perusahaan. Oleh karenanya, dalam kegiatan TOP CSR Awards 2020 ini, kategori penghargaan diklasifikasikan dalam bentuk level bintang/ star, yakni Bintang 1 (Terendah) – Bintang 5 (Tertinggi).

Acara TOP CSR Awards 2020 mengangkat tema Peran Strategis CSR dalam Pemulihan Ekonomi Nasional di Era New Normal. Strategi CSR dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dapat dilakukan dengan melalui kebijakan CSR di era New Normal dengan melakukan: Pertama, mengidentifikasi perubahan aktivitas bisnis dan dampaknya terhadap perusahaan; Kedua, mengidentifikasi perubahan kondisi Stakeholders, terutama karyawan, konsumen, dan pemasok. Ketiga, mengidentifikasi dampak sosial pada masyarakat, dan keempat, merumuskan inovasi program CSR yang selaras dengan identifikasi tersebut dan strategi bisnis perusahaan.

Disebutkan,  ada beberapa temuan penting selama proses penilaian dan penjurian TOP CSR 2020, di antaranya adalah:

  1. Secara umum, sudah semakin banyak CSR perusahaan di Indonesia, yang sudah berupaya menyelaraskan dengan strategi bisnisnya.

  2. Sebagian perusahaan, mulai menjalankan CSR dengan pendekatan Corporate Shared Value (CSV).

  3. Masih seperti tahun sebelumnya, dari hasil pengisian aplikasi SR Index, sektor tambang, energi, dan perbankan, memiliki SR Index tertinggi, dibanding sektor lainnya.

  4. Dari aspek tata kelola CSR, mulai ada peningkatan. Namun, belum banyak perusahaan yang sudah melakukan due diligence terkait perumusan dampak yang ditimbulkan perusahaan dan pemetaan tanggung jawab sosialnya.

  5. Sebagian perusahaan, mulai menyadari dan meng-klaim bahwa perusahaan telah memenuhi sebagian tanggung jawab sosialnya, yang dilakukan oleh divisi lain diluar unit CSR, terkait 7 core subject dalam ISO 26000 SR.

  6. Sebagian perusahaan sudah melakukan perecanaan CSR dengan baik. Kebanyakan perusahaan sudah melakukan pengukuran indikator output (jumlah), tetapi belum banyak yang mengukur indikator dampaknya ke masyarakat.

  7. Indikator manfaat untuk internal perusahaan juga banyak yang belum diukur, karena banyak perusahaan yang belum memiliki KPI dan indikator dampak ke internal perusahaan.

  8. Perusahaan, masih perlu mengenali peluang dan tantangan lingkungan sosial, ekonomi di lingkungan bisnis perusahaan, kemudian diselaraskan dengan strategi bisnis untuk membangun keunggulan perusahaan.

Dari ajang ini, Mas Achmad Daniri merekomendasikan agar dalam masa Covid-19 atau pun new normal, CSR harus dimulai dari ‘rumah’ atau internal perusahaan. “Covid-19 telah mengubah cara berbisnis perusahaan. New normal adalah tatanan hidup manusia untuk menjalani kehidupan, pekerjaan, interaksi, dan menyesuaikan diri dengan menetapkan protokol Covid-19. Penerapan new normal adalah bagian dari menjalani kehidupan sebelum vaksin virus corona ditemukan,” kata Daniri.

Kegiatan penghargaan TOP CSR Awards yang diselenggarakan majalah Top Business yang diterbitkan PT Madani Solusi Internasional (atau MSI group) ini, didukung dan bekerja sama dengan beberapa asosiasi CSR, Bisnis dan GCG. DI antaranya Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG ), Lembaga Kajian Nawacita (LKN), serta perusahaan konsultan CSR dan Bisnis seperti MB Consulting (Mitra Bhadra Consulting), SKB (Solusi Kinerja Bisnis), ISVI (Indonesia Shared Value Institute), Yayasan Pakem (Pengembangan Keuangan Mikro), SDP (Sinergi Daya Prima), Dwika Consulting, dan lain sebagainya.

Relaunching LSD (Leader-Forum for Sustainable Development)

Dalam kesempatan itu juga dilakukan relaunching Leader-Forum for Sustainable Development (LSD). LSD merupakan Forum komunikasi dan kerjasama tingkat tinggi bagi para Leader/ Pimpinan (Direksi/ Komisaris/ Sekretaris perusahaan/ Pimpinan Unit CSR/ Pimpinan Organisasi & Instansi Pemerintahan), agar dapat menjalankan tanggung jawab sosial yang efektif dan berkualitas, untuk mendorong peningkatan daya saing bisnis dan perekonomian nasional, menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Menurut Moh Lutfi Handayani, tujuan dibentuk LSD ini, di antaranya: adalah (1). Mendorong adopsi CSR berbasisi ISO 26000 sebagai inisiatif strategik perusahaan yang harus terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan. (2) Mendorong kerjasama CSR dan penyelerasan CSR-CSR Indonesia dengan Program Pemerintah..

Sinergi dan Kolaborasi CSR

Ajang penghargaan juga mendapat apresiasi dari beberapa unsur pejabat dan tokoh pemerintah yang di antaranya juga hadir dalam acara ini denvan memberikan keynote speech dan padangannya dalam kegiatan ini.

Wakil Presiden RI yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) menyampaikan sambutan tertulis menegaskan pentingnya peran perusahaan melalui program CSR-nya, untuk bersinergi dengan pemerintah, guna mengatasi permasalahan bersama, terutama terkait dengan permasalahan ekonomi dan sosial akibat dari pandemi COVID-19.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan RI, Alue Dohong mewakili Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan RI dalam sambutannya juga mendorong agar program CSR dari perusahaan-perusahaan ini dapat ditingkatkan efektivitas pelaksanaanya untuk lingkungan dan masyarakat. Termasuk untuk program pembinaan ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar hutan.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »