3 Trik Melindungi Anak di Ruang Digital

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Internet sudah menjadi bagian dari keseharian setiap orang, terlebih setelah pandemi. Anak-anak yang seelumnya hampir tidak mengenal gawai sebelum usia cukup kini menggunakannya untuk sekolah daring. Sementara bahaya internet mengancam sebagai generasi penerus, orangtua perlu melindungi anak di ruang digital.

“Ada tiga motivasi anak dan remaja untuk mengakses internet, yaitu mencari informasi, terhubung dengan teman lama maupun baru, dan sebagai sarana hiburan,” kata Firman RNI, Guru BK SMA I Majalengka, Direktur Biro Konseling Edupotensia saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Jum’at (17/9/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan motivasi konsumsi internet untuk hiburan ini yang berpotensi untuk menurunkan kepribadian dan mental yang negatif pada anak, sehingga perlu adanya dasar pemahaman dari orangtua. Permasalahan yang menjadi dampak buruk internet bagi anak secara umum yaitu ancaman paparan pornografi, perilaku bullying, dan kecanduan game online. Namun saat anak bisa memilih mana yang memberi dampak positif, tentunya semua kekhawatiran tersebut tidak akan terjadi.

Lalu bagaimana cara agar anak memiliki pondasi yang kuat dalam memilah konten positif di internet? Beberapa solusi yang bisa para orangtua pilih adalah menjalin komunikasi yang harmonis dengan anak. Selanjutnya berikan batas waktu penggunaan gawai pada anak, cara ini dilakukan untuk menghindari kecanduan. Sesuaikan batas waktu penggunaan gawai per hari pada anak sesuai usianya. Ketiga cara untuk melindungi anak adalah membangun komitmen, membuat aturan yang disepakati bersama terkait penggunaan gawai anak dan orangtua.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Diding B, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Majalengka, dan Asri Julaeha, Founder Rilion Education Center.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 4 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *