80 Persen UMKM Miliki Daya Tahan Selama Pandemi

  • Whatsapp


JAKARTA,- Survey terbaru mengungkap sebanyak 4,7 juta UMKM telah merambah ekosistem digital dalam 11 bulan terakhir. Totalnya kini sekitar 64 juta UMKM secara keseluruhan. Dari hasil survey 392 UMKM se-Indonesia para UMKM sudah memiliki toko online, paling banyak di Shoppe dan Tokopedia.

“80 persen UMKM memiliki daya tahan lebih baik selama menghadapi pandemi. Kalau tidak mau start coba nggak mau melek teknologi,” kata Irma Nawangwulan Lecture IULI saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, Jum’at (2/7/2021).

Dia mengatakan, para pelaku UMKM bisa bertahan di kala pandemi karena gabung di marketplace. Irma juga memberikan saran sebelum menjadi go digital. Yakni hindari kurang persiapan, belum paham promo di marketplace, lupa pelanggan lama, toko tidak dirawat, dan banyak gabung di marketplace di awal padahal belum belajar cara mengelola toko.

Irma pun mengemukakan keuntungan pelaku UMKM bergabung di marketplace. Di antaranya tidak perlu bayar uang sewa lagi, jangkauannya pun lebih luas. Marketplace juga menjadi cara bertahan selama pandemi. Hasil survey KIC Katadata menyebutkan 77% UMKM terbantu dari marketplace dalam memasarkan produk sehingga bisa bertahan dan berjualan di masa pandemi.

Selain itu marketplace memiliki banyak program promo seperti gratis ongkir, cashback, hingga diskon. Dari sini sebanyak 72% konsumen menjadi tertarik unyuk belanja di toko online milik UMKM. Selain itu 69% konsumen mengatakan marketplace aman untuk transaksi dan sebanyak 66% mengatakan mudah digunakan. Dengan bergabung di marketplace pelaku UMKM juga bisa memperluas jaringan bisnis.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bogor, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Eko Prasetya, Wakil Ketua Relawan TIK Indonesia, Heni Mulyati dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, dan Dila Karinta Enterprise Consultant at Digital Economy Coorporation.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 17 kali dilihat,  17 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *