BERBISNIS

ACP Siap Garap 3 Proyek Pengembangan Lahan di Sentul dan Bogor

Views

 

PT Adhi Commuter Properti (ACP) yang merupakan salah satu anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk, siap menggarap proyek pengembangan lahan di 3 lokasi  :

  1. Sentul KM 37 bekerjasama dengan Ustad Yusuf Mansur,
  2. Sentul Side KM 33 bekerjasama  dengan PT Sigma Eltra Propertindo dan
  3. Danau Bogor Raya bekerjasama dengan PT Perusahaan Pengelola Aset & Taman Kuling Raya

Hal itu diungkapkan oleh Indra Syahruzza Nasution, Direktur Pengembangan dan Pemasaran ACP, saat  acara kegiatan bertajuk “Spirit of Ramadhan – Kemuliaan dalam Kebersamaan” di kawasan LRT City Ciracas – Urban Signature, Jakarta Timur (28/5/2019 ) yang diselenggarakan oleh PT Adhi Commuter Properti & LRT City

Dalam acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran direksi  ACP  seperti  Amrozi Hamidi selaku Direktur Utama ACP, Mochamad Yusuf, Direktur Keuangan, SDM dan Umum ACP dan Indra Syahruzza Nasution, Direktur Pengembangan dan Pemasaran ACP, serta turut juga hadir Ustad Yusuf Mansur  yang merupakan Mitra kerjasama proyek Pengembangan Sentul KM 37.

Terkait pengembangan lahan di KM 37 Sentul yang menggandeng Ustad Yususf Mansur, Direktur Utama ACP Amrozi Hamidi, mengungkapkan bahwa proyek tersebut sudah mengantongi  proses perizinan. Sementara investasi yang digelontorkan ACP  untuk proyek   yang di juluki Sentul Ustad tersebut sebesar Rp 1,5 triliun dan akan dibangun tahun depan serta direncanankan akan selesai dalam  jangka waktu  selama 3  tahun.

“Biasanya kita sasar segmen menengah, ini kita coba sasar yang berbeda. Kami gelontorkan Rp 1,5 triliun untuk proyek ini,” kata Direktur Utama ACP Amrozi Hamidi dalam keterangannya, Rabu (29/5/2019).

Lebih jauh Amrozi menuturkan, proyek hunian mewah ini menggunakan skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan keuntungan 50:50. Saat ini progres pengerjaannya telah mencapai desain master plan.

Sementara itu menurut  Ustad Kondang Yususf Mansur mengungkapkan bahwa  Kawasan Sentul Selatan KM 37 merupakan project kerjasama kami yang mengusung konsep sebuah tempat “pelarian” atau antitesis dari kondisi kota yang padat, macet, cepat.

“Proyek  tersebut  diharapkan menjadi sebuah kawasan dengan kondisi yang relax, tenang, nyaman dan hijau, dimana suasana seperti itu diharapkan dapat menemukan new spirit (semangat baru) dan hal tersebut diaplikasikan dalam 4 konsep utama yaitu Heal the Body, Peace of mind, Recover the soul and get New spirit,”  ujar  Ustaz Yusuf Mansur, dalam keterangannnya.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Keuangan ACP, Mochamad Yusuf menambahkan, proyek tersebut rencananya akan dibangun  5 tower , 1 tower  untuk hotel  dan 4 tower  lainnya untuk residensial dengan 2.500 unit apartemen yang dibangun. Proyek ini dibangun di atas lahan 4,5 hektar di Sentul Selatan.

“Konsepnya nyaman rileks, private, dan hijau. Semua kita kolaborasikan dengan (konsep) LRT City yang terdiri 5 tower, 1 tower hotel dan 4 tower residensial,”  ujar Yusuf.

Selain proyek tersebut , ACP juga tengah menggarap beberapa proyek properti dan tiga hotel diantaranya, LRT City Bekasi-Eastern Green, LRT City Sentul-Royal Sentul Park, LRT City Jaticempaka-Gateway Park, LRT City Ciracas-Urban Signature, MTH 27 Office Suites dan LRT City Bekasi-Green Avenue, Grandhika Hotel di tiga kota yakni Jakarta, Medan dan Semarang.

Sementara itu, terdapat delapan proyek yang sedang dilakukan proses perijinan dan pengembangan, meliputi Cisauk Point (Member of LRT City), Oase Park (Member of LRT City) dan The Premiere MTH, Bogor Raya, Cibubur, Sentul KM 37, Sentul KM 29 dan Sentul Side.

Selain pengembangan lahan, ACP  yang  kembali dipercaya meraih Top 10 Developer oleh BCI Asia Awards 2019, setelah sebelumnya meraih gelar yang sama di tahun 2018, menargetkan akan  mengembangankan 14 lahan  di tahun 2019.  Selain itu ACP juga  berencana akan mengadakan IPO di akhir 2019.

“Adapun atas 14 lahan pengembangan diharapkan menghasilkan nilai properti 42 Triliun  dan rencana besar perusahaan pada akhir tahun adalah melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 30% saham senilai 2,5 Triliun,” jelas Yusuf.

“Kami mengharapkan pertumbuhan asset perusahan menjadi sebesar 7-10 Triliun setelah IPO, dengan mengikuti nilai pasar,” tambah  Yusuf.

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas