Adaptasi Digital Skills, Telemedicine Jadi Pilihan Masyarakat Kala Pandemi

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, telah membuat masyarakat harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dengan maksimal untuk setiap sendi kehidupan. Lewat gawai saja aktivitas mencari informasi, belajar, bekerja, berbelanja bisa dilakukan dan tak terkecuali di bidang kesehatan, telemedicine akhirnya jadi pilihan untuk mengurangi interaksi karena kondisi pandemi Covid-19.

Andi S.Hardiyanti, seorang Medical Doctor dan Health Educator mengatakan, telemedicine di kondisi pembatasan interaksi manusia selama pandemi Covid-19 menjadi solusi saat pasien membutuhkan konsultasi ke dokter namun takut untuk keluar rumah. “Hampir semua fasilitas kesehatan sudah mulai menyediakan aktivitas konsultasi secara online lewat telemedice,” Ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, pada Senin (18/10/2021).

Telemedicine sendiri merupakan media konsultasi online antara pasien dengan dokter atau tenaga kesehatan melalui web atau aplikasi. Penggunaannya cukup gampang, melalui web maka calon pasien hanya perlu harus memiliki kontak fasilitas kesehatan yang dituju dan melalukan registrasi di fasilitas kesehatan.

Dia mengatakan, dibandingkan harus menunda ke rumah sakit karena kondisi pandemi pasien yang membutuhkan pertolongan cepat sangat terbantu dengan telemedicine. Karena lewat telemedicine, pasien dapat memilih berkonsultasi dengan dokter yang mana dan jadwal yang ditentukan. Tak hanya konsultasi, pasien pun bisa mendapatkan resep obat atau pengantar pemeriksaan laboratorium, dan saat membutuhkan surat rujukan untuk ke rumah sakit.

Dengan telemedicine yang memanfaatkan internet, Andi yang seorang dokter juga memanfaatkan interaksi digital lewat media sosial pribadinya untuk berbagi informasi seputar kesehatan. Dia sering membagian tips dan membuka tanya jawab dengan para pengikutnya. Seringkali dia juga memanfaatkan media sosial TikTok untuk membuat video yang mengedukasi masyarakat perihal informasi kesehatan terkini.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Dadang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupatek Sumedang, Cyntia Jasmine, Founder GIFU, Shandy Susanto, Dosen Podomoro University, dan Fiona Damanik, Konseler dari Universitas Multimedia Nusantara.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, seorang Graphic Designer, Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director, Intan Maharani COO PositiVibe, dan Vivian Wijaya, Enterpreneur & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 12 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *