Majalah Eksekutif

Agi Sugiyanto: Bisnis Itu Butuh Kerja Keras & Komitmen

636Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

EKSEKUTIF.id — Lahir di Boyolali, 55 tahun silam, Agi Sugiyanto saat ini dikenal sebagai produser musik yang sukses bersama Label Musik Proaktif.

Berbagai cobaan dan kerasnya hidup yang dialami Agi, menjadikannya sosok yang sangat kuat dalam menghadapi persaingan dunia bisnis, khususnya musik.

Terlahir sebagai anak kampung yang menghabiskan masa kecilnya bersama nenek, ditugasi jadi penggembala kerbau.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini meninggalkan angon kerbau ke Jakarta. Anak yatim kecil ini tak malu untuk kerja sebagai kuli bangunan di Ibukota kala itu. Hingga akhirnya, dia menemukan keluarga angkat yang mau menampung dan membiayainya sekolah.

Kehidupan “ambyar” pria kelahiran 7 Juli 1965 itu sebagai pembantu rumah tangga dan sekaligus bersekolah dijalaninya sampai bangku SMA. Di masa SMA, pria yang hobi membaca ini juga rajin menulis artikel di media massa dan mendapatkan honor. Lumayan, dari menulis artikel mendapatkan penghasilan.

“Sejak SMA, tulisan saya sudah banyak. Ketika lulus, bermodal artikel-artikel itu, saya bisa menjadi wartawan meski saya tidak kuliah,” kenang pria berintegritas dan pantang menyerah itu. Agi diterima bekerja di kelompok media terbesar di Indonesia, Kompas Gramedia Group (KGG).

Berbekal keuletan, koneksi dan relasi selama puluhan tahun bekerja di KGG, Agi kemudian pindah kuadran. Keluar dari Persda Kompas grup, ia membangun sebuah usaha di bawah naungan PT Media Musik Proaktif.

PT inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya sebuah korporasi besar, dimana di dalamnya terdapat beberapa perusahaan label, recording, publishing, bidang kesehatan dan produk kesehatan.

Owner Beritaenam.com ini pun dikenal sebagai produser yang melahirkan talenta-talenta berbakat di industri musik tanah air, khususnya dunia dangdut.

Trio Macan, sebuah grup vocal yang sudah sering meraih penghargaan bergengsi dunia musik dangdut Indonesia menjadi buah tangan dingin Agi. Hingga Trio Macan menjadi brand, sekaligus grup vocal yang branding dan laku. Itu dibangun Agi dari nol.

Single-single hits dimuncukan Trio Macan dan sering merajai chart dangdut tanah air. Dimulai dari SMS, Iwak Peyek, Oplosan, Kereta Malam, Buka Sitik Jos, Jaran Goyang, Karna Su Sayang dan masih banyak lagi, merupakan bukti kejelian Agi dalam memilih lagu untuk Trio Macan.

Di kalangan produser, Agi pun dikenal sebagai Pawang Macan, yang menjadikan para ‘macan’ itu tidak hanya sekadar hewan liar, tapi juga pemain sirkus yang bisa dikendalikan dan menghadirkan suguhan menawan. Baru saja, Trio Macan generasi ketiga me-launching album “anumu”. Nanda, Vira, dan Elok. Usianya rata-rata umur 18-19 tahun.

Kini, Agi juga dikenal sebagai produser yang sukses mengorbitkan artis-artis lokal dan juga talenta-talenta muda yang bermain di dunia digital (youtuber). Tester ragam kuliner ini juga mengelola banyak akun youtube dan tak jarang materi yang dimunculkan di channel youtube menghiasai chart trending.

Saat produser lain masih berkutat pada persoalan-persoalan klasik seperti dunia off air, on air dan juga platform RTB/NSP, Agi sudah mengembangkan bisnis musiknya ke platform digital milenial, khususnya youtube.

Pria yang sering menjadi coach, membagikan ilmunya soal kiat mengembangkan bisnis digital, khususnya memaksimalkan channel youtube. Menurut pendiri Asosiasi Media Digital Indonesia ini, “Ilmu itu harus dibagikan, tidak boleh digenggam sendiri.”

Pertama yang musti dilakukan adalah menentukan konsep. Langkah pertama ini sebagai acuan yang melandasi rencana bisnis ke depan seperti apa.

Konsep ini akan menentukan ‘sesuatu’ itu menjadi ‘wow’ atau hanya sekadar menjadi sampah digital. Untuk itu diperlukan kejelian dan insting terlatih untuk menentukan sebuah konsep.

Nah, kalau konsep sudah dibuat, langkah selanjutnya adalah pemilihan lagu. Di sinilah peran A&R, karena kejeliannya dalam memilih lagu, akan mendukung apakah konsep yang sudah dibuat di awal, akan berjalan atau tidak.

Pemilihan lagu ini juga akan menentukan, apakah materi yang diupload di Youtube atau Platform digital lainnya, akan langsung nge-boom atau tidak.

Mantan redaktur musik di Kompas Gramedia Grup ini seakan punya indera keenam. Dia sendiri yang memilihkan lagu untuk Trio Macan, sehingga meledak di pasaran. Mulai dari SMS, Iwak Peyek, Buka Sitik Jos, Oplosan, Kereta Malam, Jaran Goyang dan masih banyak lagi. Buktinya, semua lagu yang dipilih Agi meledak di pasaran.

Ketiga, dalam mengembangkan bisnis, Haji Agi ini sangat berpegang pada komitmen. Menurutnya, dalam bisnis apapun, komitmen harus dijunjung tinggi. Terkait dengan dunia musik dan digital, komitmen bisa melibatkan talent atau artis, pencipta lagu, partnership, arranger, composer dan masih banyak lagi.

Lebih dari 10 tahun tahun PT. Media Musik Proaktif menjadi perusahaan yang bergerak di bidang label musik dan artis manajemen. Orang percaya, sosok Agi yang selalu memegang komitmen, baik terhadap perjanjian kerjasama yang sudah disepakati maupun dengan kesepakatan-kesepakatan yang sifatnya gentleman agreement.

Mengenai komitmen ini, Agi kembali memberikan penekanan. Dalam bisnis apa pun, komitmen adalah hal terpenting yang harus dipegang.

Sebagai produser yang sudah puluhan tahun bergelut di bisnis musik, Agi menegaskan bahwa dia tidak akan mengorbankan reputasinya dengan melakukan pengingkaran-pengingkaran komitmen sampai hal terkecil sekalipun.

Tanpa komitmen, bisnis hanya akan menghasilkan sakwasangka, rasa tidak percaya, pengingkaran dan mematik bibit perselisihan. Banyak orang gagal, dan akhirnya tenggelam dalam ketamakan, karena tidak bisa memegang komitmen.

Sebagai produser yang sudah puluhan tahun bergelut di bisnis musik, Agi menegaskan bahwa dia tidak akan mengorbankan reputasinya dengan melakukan pengingkaran-pengingkaran komitmen sampai hal terkecil sekalipun.

Hak adalah hak, sementara kewajiban adalah konsekuensi yang harus dilakukan dari sebuah komitmen yang disepakati.

Kalau sudah ada konsep, pemilihan lagu atau materi yang bagus dan masing-masing pihak sudah memegang komitmen, selanjutnya tinggal melakukan optimization. Kata Agi, mau berbisnis apapun, kalau tidak di-optimized, akan menjadi sia-sia.

Ibarat seorang pedagang, bagaimana caranya barang yang dia jual diketahui dan dibeli oleh masyarakat. Cara optimized itu banyak. Misalnya, melalui marketing, promosi, IT, relasi dan lain-lain.

 

#Tole Sutrisno

Senja di kepulauan seribu. Siap.menepi, habis menjelajah tengah laut….

simak juga: majalah matra edisi Agustus 2020

Orang percaya, sosok Agi yang selalu memegang komitmen, baik terhadap perjanjian kerjasama yang sudah disepakati maupun dengan kesepakatan-kesepakatan yang sifatnya gentleman agreement.

redaksi
the authorredaksi

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »