BERBISNISMajalah Eksekutif

Ajak Relasi Anda Ngopi

Gaya Hidup 'Ngopi' Di Era Digital .

EKSEKUTIF.id —  Ya, ini pola kongkow sekedar memesan secangkir kopi atau minuman lain dan beberapa suguhan makanan kecil yang menjadikan siapa saja para pengunjung betah berlama-lama di sana.

Lewat media sosial atau janji dengan seorang kawan atau kolega untuk membahas perihal apapun; politik, olah raga, percintaan, pendidikan, filsafat, seni hingga teori ke-Tuhanan dan sedikit hal-hal “nakal” berbumbu lawan jenis.

Tak jarang, antar kekasih atau pujaan hati juga ikut-ikutan “kencan” menikmati kopi, seakan romantisme di ruang pribadi.

Bagi yang tak suka kopi, memang tak terlalu peduli dengan kopi asal Gresik, Tulungagung, Bali, atau Kalimantan, Irian juga Wamena.

Mereka tak mengerti juga perbedaan rasa dari kopi Sidikalang, Aceh Gayo, hingga Candiroto, Kopi lanang atau kopi Wonosobo dan kopi luwak yang harganya selangit.

Rata-rata hanya mengikuti budaya ngopi, yang sudah terjadi di Amerika sana sejak 1971. Ketika kedai kopi Starbucks untuk pertama kalinya dibuka di Pike Place, Seattle.

Pada awalnya hanya kaum pria yang berkumpul seusai jam kerja untuk melepaskan penat sejenak. Dan kemudian budaya ini menyebar hingga Eropa, juga tidak lagi didominasi oleh kaum pria dan wanita namun sampai pada kalangan anak muda.

Minum kopi saat ini telah menjadi budaya populer di kalangan masyarakat. Budaya populer tersebut membuat para peneliti menggali lebih dalam manfaat kafein yang terkandung dalam secangkir kopi bagi kesehatan tubuh.

Beberapa pekan lalu para peneliti mengungkapkan bahwa kafein dalam kopi mampu mengurangi risiko serangan jantung, demensia, diabetes tipe dua, dan juga kanker kulit.

Nah, sebagai pecinta kopi, kita harus cerdas dalam minum kopi agar manfaatnya terasa oleh tubuh dan tentunya mengurangi risiko buruk akibat kelebihan kafein.

Lalu, berapa banyak kopi yang boleh kita minum setiap harinya?

Berikut aturan minum kopi yang berkaitan dengan kesehatan tubuh.

1. Ukuran Pinggang

Secangkir kopi dapat mengecilkan ukuran pinggang Anda jika Anda memilih meminum secangkir black coffee daripada caffe latte.

Secangkir caffe latte mengandung 170 kalori, sedangkan secangkir black coffee hanya mengandung 160 kalori.

Baru-baru ini sebuah penelitian menemukan bahwa kopi hijau yang tidak dibakar dapat membantu diet Anda karena kandungan gulanya yang sedikit dan juga mampu membakar lemak dalam tubuh.

2. Jantung

Dr. Graham seorang konsultan cardiology dari Guy’s and St Thomas NHS Foundation Trust mengatakan bahwa, secangkir kopi dapat meningkatkan detak jantung hingga 100 detak/menit dan mempersempit pembuluh arteri sehingga meningkatkan tekanan darah.

Untuk mereka yang sehat, hal tersebut tidak berbahaya, justru akan meningkatkan mood.

Sebuah jurnal yang diterbitkan oleh para peneliti di Korea Selatan menemukan pria dan wanita yang meminum kopi memiliki sedikit risiko penyumbatan kalsium di pembuluh arteri mereka dan dapat mengurangi risiko gagal jantung.

Akan tetapi, bagi mereka yang mengidap penyakit jantung, tidak dianjurkan meminum kopi instant karena kandungan potasiumnya yang tinggi justru berbahaya.

3. Usus
Minum kopi di pagi hari pasti membuat perut mulas karena kafein menstimulasi dan meningkatkan kontraksi dalam usus sehingga feses akan keluar lebih cepat dari biasanya.

Ini juga berarti bahwa nutrisi memiliki sedikit waktu untuk diserap ketika berada di saluran pencernaan sehingga akan membahayakan tubuh jika tidak diimbangi dengan makanaan yang sehat.

Selain itu, kafein juga menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Disarankan untuk memberi jeda waktu antara minum kopi dan memakan makanan yang mengandung zat besi seperti daging.

Terlalu banyak minum kopi juga dapat memicu dehidrasi yang berujung pada sembelit dan iritasi lambung karena kafein dapat meningkatkan produksi gas asam lambung.

4. Tulang
Sudah diketahui bahwa terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat mengakibatkan osteoporosis karena kafein membuat osteoblasts tidak berfungsi dengan baik.

Untuk menghindari resiko osteoporosis, sebaiknya jangan minum lebih dari tiga cangkir kopi dalam sehari.

5. Gigi
Anda pasti khawatir mengonsumsi kopi dalam jangka panjang akan menyisakan noda pada gigi Anda? Dr. Mervyn Druian seorang dokter gigi dari The London Tooth Whitening Centre mengatakan bahwa noda yang dihasilkan teh lebih kuat daripada kopi.

Kopi hanya menodai gigi tanpa menembus lapisan email gigi. Noda tersebut akan hilang selama 14 hari dengan pasta gigi yang mengandung zat pemutih.

Berita bagusnya, kopi mengandung bahan kimia yang secara efektif menghentikan pertumbuhan bakteri streptococcus dalam mulut.

Bagi banyak orang, kopi merupakan sumber tungggal antioksidan terbesar dalam makanan, mengalahkan buah-buahan dan sayur-sayuran.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengubah kopi Anda dari sehat…menjadi super sehat.

*Jangan Minum Kafein Setelah Jam 2 Siang

-Kafein merupakan stimulan.

Ini merupakan satu dari beberapa alasan utama mengapa kita sangat menyukai kopi…kafein memberi kita dorongan energi dan membantu kita tetap terjaga ketika kita merasa lelah.

Namun jika kita minum kopi setelah lewat tengah hari, hal ini akan menganggu tidur kita, dimana kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan berbagai macam masalah.

Untuk alasan inilah, sebaiknya tidak minum kopi setelah tengah hari. Jika Anda harus minum kopi, pilihlah kopi tanpa kafein atau justru sebaliknya pilihlah secangkir teh, yang memiliki lebih sedikit kafein dibandingkan kopi.

Menghindari kopi setelah jam 2-3 siang adalah panduan yang bagus, tergantung jam berapa Anda pergi tidur dan seberapa sensitif Anda terhadap kafein.

*Jangan Penuhi Kopi Anda dengan Gula

-Sangatlah mudah untuk mengubah kopi menjadi sesuatu yang sama sekali tidak cocok untuk konsumsi manusia.

-Cara yang terbaik untuk melakukannya adalah memasukkan sejumlah besar gula ke dalamnyya, yang bisa dibilang sebagai bahan tunggal terburuk dalam diet moderen.

-Gula, terutama karena tingginya jumlah fruktosa, dapat menyebabkan berbagai macam penyakit serius seperti kegemukan dan diabetes.

-Jika Anda tidak bisa hidup tanpa menggunakan pemanis dalam kopi Anda, gunakan saja Stevia.

*Pilihlah Merk Yang Berkualitas, Lebih Disukai Organik

-Sama seperti halnya dengan makanan yang lain, kualitas produk berbeda-beda tergantung pada metode pemrosesan dan bagaimana kopi ditanam.

-Biji kopi cenderung sering disemprot pestisida, herbisida dan berbagai racun yang tidak pernah ditujukan untuk konsumsi manusia.

-Untuk alasan inilah, saya merekomendasikan Anda memilih kopi organik bila memungkinkan.

*Jangan Gunakan Pemanis Buatan

-Menambahkan pemanis buatan dalam kopi Anda sebagai ganti dari gula sepertinya ide yang bagus, apalagi karena mereka bebas kalori.

-Tetapi, bukti tidak mendukungnya.

-Beberapa penelitian observasi menghubungkan pemanis buatan dengan berbagai macam penyakit.

-Untuk alasan ini, jangan menambahkan pemanis buatan dalam kopi Anda.

-Sekali lagi, Stevia adalah pengganti alami, tetapi sungguh….kopi yang tidak manis itu luar biasa jika Anda memberikan diri Anda  waktu untuk membiasakannya.

*Tambahkan Kayu Manis dalam Kopi Anda

-Kayu manis adalah herbal lezat yang dapat bercampur dengan baik dengan aroma kopi.

-Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis dapat menurunkan gula darah, kolesterol dan trigliserida dalam diabetes.

-Jika Anda membutuhkan perasa, cobalah tambahkan sepotong kayu manis. Rasanya nikmat.

Hindari Krimer Rendah Lemak dan Buatan

-Krimer rendah lemak dan buatan komersil yang Anda temukan cenderung diprosess dan penuh dengan kandungan tidak alami, membahayakan.

-Sirup jagung fruktosa tinggi dan lemak trans cenderung menjadi tersangka, sebagaiman dengan yang lainnya.

-Saya menganjurkan Anda menghindari hal-hal ini seperti wabah.

-Sebaliknya, pertimbangkan untuk menambahkan krim penuh lemak, lebih disukai dari sapi yang diberi makan rumput.

-Penelitian menunjukkan bahwa produk susu tinggi lemak sebenarnya dihubungkan dengan penurunan resiko kegemukan.

Tambahkan Kakao dalam Kopi Anda. 

-Kakao sarat dengan antioksidan dan dihubungkan dengan berbagai macam manfaat kesehatan, termasuk penurunan resiko penyakit jantung .

-Jika Anda menginginkan perasa dalam kopi Anda, cobalah tambahkan sedikit kakao organik yang tidak diberi pemanis ke dalam kopi Anda.

Seduhlah Kopi Anda Menggunakan Kertas Filter.

-Kopi yang diseduh mungkin mengandung zat berbahaya yang dikenal sebagai diterpenes, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

-Namun, menghindarinya sangatlah mudah…gunakan saja kertas filter.

-Menyeduh kopi dengan kertas filter secara efektif menghilangkan semua diterpenes, tetapi tetap menjaga kandungan kafein and antioksidan.

 

baca juga: majalah eksekutif cetak — edisi terbaru — klik ini

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas