Majalah Eksekutif

Alumni Monash University dan Pengurus Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia Bertemu Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

373Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

EKSEKUTIF.id — Intinya,  anak Indonesia dari alumni Monash University sumbang pemikiran dan mengkaji daya beli serta kegiatan bisnis untuk memulihkan produktivitas masyarakat Indonesia di kota hingga pedesaan di era pandemi saat ini.

Sebagai solusi mengatasi pemulihan ekonomi, tetapi juga mempersiapkan krisis hingga  menyaksikan kebangkitan baru.

“Agar memutus rantai penularan Covid-19, tapi tidak terjadi pengangguran serta menyelaraskan soal new normal atau tatanan baru terutama melalui protokol kesehatan,” ujar Asri Hadi, juru bicara dari alumni Monash University yang juga merupakan Bendahara di Asosiasi Media Digital Indonesia.

“Kita memasuki fase kenormalan baru. Bagaimana supaya kita bisa hidup sehat  menyesuaikan kondisi saat ini, dengan perekonomian yang berjalan baik,”  ujar Asri Hadi menjelaskan strategi yang dikonsep alumni Monash University Melbourne di new normal, berkait standar operasional baru (SOP) baru

Alumni Monash University bersama Pengurus Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia bertemu Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Anak Indonesia yang merupakan lulusan universitas terkemuka di Australia dan banyak melahirkan para ekonom itu, merasa terpanggil untuk ikut memikirkan masalah bangsa, antara lain, dengan mengatasi dampak dari pandemi virus Corona atau Covid-19.

Merespons pandemi dalam berbagai cara, termasuk transformasi model bisnis dalam menyelesaikan krisis kesehatan,

Diskusi berlangsung siang tadi, di gedung Ali Wardhana kantor Kemenko Perekonomian lantai tiga. Turut hadir Rudy Salahuddin (Deputy IV Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM) serta Joko Setiyanto, Pengurus  dari Pengelola Pasar Indonesia.

Airlangga yang juga alumni dari Monash University menerima banyak masukan dari sesama  alumni Monash, Australian. Dimana  9200 pasar yang sempat disebut menjadi tempat penyebaran baru Covid-19, dapat dicegah. Tapi, justru bisa menjadi stimulus perputaran ekonomi dan aktivitas bisa berjalan.

Beberapa isu stategis dibahas, bukan saja dari sektor perdagangan. Pertemuan dari Monashians dan Melbournias itu, memberi masukan  disain KUR dan Pengembangan UMKM, yang merupakan hasil riset serta pemikiran para alumni, sudah matang untuk bisa diwujudkan.

Jimmy Ruru, Edhi Purnawan dan Aries, menurut Asri Hadi, akan menindak lanjuti pertemuan ini sebagai langkah konkrit dan kontribusi nyata. Akan dibahas detail, berikutnya.

sumber: Berita Antara

“Kita harus menguatkan kerja sama ekonomi digital dalam normal baru melalui e-commerce, e-health dan e-learning.”   Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator bidang Perekonomian).

baca juga: majalah eksekutif edisi cetak — klik ini

 

redaksi
the authorredaksi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »