Aman dari Konten Negatif di Media Sosial

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Data digital di Indonesia menunjukan dari total 275 penduduk, sebanyak 202,6 juta sudah menggunakan internet. Sebanyak 170 juta di antaranya aktif menggunakan media sosial, 96,5 persen telah menggunakannya untuk aplikasi perpesan. Selain itu sebanyak 138 juta orang telah belanja barang kebutuhan di internet dengan nilai U$D30 miliar dan 37,34 juta orang telah pesan makanan secara online dengan nilai mencapai U$D1,95 miliar.

Sementara media sosial mendominasi dengan penggunaan rata-rata orang Indonesia 3 jam 14 menit per hari, dampak yang ditimbulkan bisa menjadi negatif jika tidak dimanfaatkan secara bijak. “Tujuan dari adanya media sosial adalah sebagai sarana komunikasi untuk menghubungkan antar pengguna dengan cakupan wilayah yang sangat luas, mudah dan cepat,” kata M. Rizky Juliady, Staff Pengajar SMK PGRI 2 Cibinong saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Kamis (21/10/2021).

Media sosial memiliki berbagai manfaat seperti konektivitas tanpa terkendala jarak, untuk belajar karena berbagai ilmu baru dan pengetahuan ada di dalamnya. Media sosial juga menjadi sumber informasi alternatif yang terbilang cepat penyebarannya. Selain itu kini media sosial juga dipakai untuk sarana donasi, memberi bantuan dari kolektivitas.

Namun di antara manfaat tersebut terdapat hal negatifnya yang harus difilter para pengguna. Seperti hoaks atau berita palsu yang memanfaatkan masyarakat awam, ujaran kebencian, penipuan daring, serta cyberbullying atau perundungan di dunia maya yang kini banyak terjadi pada anak-anak. Untuk mengatasinya tentu harus ada pengetahuan dari pengguna, bahwa segala hal negatif di media sosial seharusnya tidak perlu dihuraukan.

“Tanggapi dengan kata-kata menyejukan, jangan masukan dalam hati, blokir dan laporkan jika sudah benar-benar menggangu,”katanya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Atib Taufik, Ketua MGMP Kota Depok, Verra Rousmawati, Instruktur Edukasi4ID, Ana Agustin, Managing Partner di Indonesia Global Lawfirm dan Manda Utoyo, seorang Digital Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 10 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *