Anak Perlu Mendapat Dukungan Orangtua dan Guru selama Pembelajaran Online

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Pandemi Covid-19 yang mengharuskan sekolah ditutup dan dilakukannya sekolah secara online di rumah atau di Indonesia dikenal sebagai sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menurut data Unesco tahun 2020, puncak penutupan sekolah tercatat pada April 2020 ketika sekitar 1,6 miliar pelajar terpengaruh di 194 negara. Terhitung lebih dari 90% dari total pelajar yang terdaftar.

“Namun, sikap belajar berakar pada dukungan yang diterima siswa dari guru dan keluarga. Sikap belajar yang positif dapat meningkatkan prestasi di sekolah dan membantu siswa tetap termotivasi ketika sekolah ditutup,” kata Alda Dina Bangun, Guru SD Cahaya Bangsa Kota Baru Parahyangan Bandung saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,  pada Senin (4/10/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, jangan sampai sekolah atau pembelajaran anak terbengkalai karena tidak ada akses sekolah online.

Sehingga generasi masa sekarang memang tidak hanya harus mengubah apa yang dipelajari, namun juga cara belajarnya.

Namun kini adanya sekolah online melalui instruksi digital, siswa belajar sejak dini diajarkan untuk menerima tanggung jawab pribadi yang lebih besar sambil meningkatkan komunikasi dan kerja tim.

Selain itu, saat para guru didukung melalui pengembangan profesional. Teknologi digital dapat memperkaya proses belajar mengajar.

Guru maupun dosen dapat memvisualisasikan konsep abstrak dengan cara yang interaktif berkat adanya teknologi.

Sehingga pembelajaran lebih menarik dan bisa lebih diingat anak-anak. Namun, terlepas dari semua perubahan yang terjadi setelah transformasi digital tujuan pendidikan tetaplah sama.

“Pendidikan harus memungkinkan orang untuk berkembang sebagai individu dan memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi secara bertanggung jawab,” katanya.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Meiskasa, Recruitment Officer Permata Bank, Nikita Dompas, producer and Music Director, serta Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 89 kali dilihat,  89 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *