Arti Rekam Jejak Digital Bagi Influencer di Era Media Sosial

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Arti rekam jejak digital bagi pengguna internet, terlebih seorang influencer dan key opinion leader (KOL) yang seringkali berkolaborasi dengan brand amatlah penting. Apapun yang tampak pada unggahan media sosial, akan sangat berpengaruh pada citra diri atau image di mata audiens.

“Rekam jejak digital sendiri merupakan jejak data yang tertinggal saat seseorang menggunakan internet. Bentuk jejak digital bisa bermacam-macam, mulai dari situs yang pernah dikunjungi, surel yang dikirimkan dan berbagai informasi yang sempat dibagikan secara daring,” kata Bianca Utaya, Creative Director of Murni Sarana Cargotama saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Senin, (18/10/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan dalam hal media sosial jejak digital ibarat bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang menargetkan pemilik jejak digital. Sehingga setiap orang harus berhati-hati dan berpikir lebih jauh ketika ingin mengunggah sesuatu, karena bila ada jejak digital yang buruk bisa merugikan diri sendiri.

Dia pun memberikan beberapa tips agar membiasakan diri untuk meninggalkan jejak rekam digital yang positif, antara lain:

1.Memeriksa jejak digital
Cari diri sendiri di situs pencarian untuk mengecek seperti apa jejak digital. Apabila terdapat jejak digital yang kurang baik, sebaiknya segera hapus agar tidak ada orang yang melihatnya.

2.Bijak sebelum menulis
Beberapa hal yang tampil dalam internet bukan hanya sekadar tentang diri sendiri. Tetapi cara berperilaku juga kerap terekam secara otomatis di intenet. Karena itu diperlukan pemikiran yang matang sebelum menulis atau mengunggah sesuatu.

3.Bangun citra diri yang bermanfaat
Gunakan media sosial untuk hal yang positif. Salah satunya adalah dengan menampilkan keahlian dan buat dalam bentuk konten berupa tulisan, gambar, atau video sehingga dapat berguna bagi orang banyak. Hal tersebut akan membuat citra diri secara positif di dunia maya.

4.Soroti sifat dan kualitas yang menarik
Menggunakan internet dan media sosial untuk menonjolkan atribut kualitas terbaik, seseorang akan memungkinkan dilihat secara positif.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Monica Eveline, Digital Strategist Diana Bakery, Dona Vennytaria, Owner New Life, Henry V. Herlambang, CMO Kadobox, dan Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 2 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *