Artis Fanny Fabriana Berbagi Ilmu Membuat Konten Berguna dan Bernilai Positif

  • Whatsapp


JAKARTA,- Ketika internet sudah cukup merata di Indonesia kemudian fasilitas smartphone sudah cukup mumpuni, setiap orang di era digital sekarang ini bisa manfaatkannya sebagai sarana content marketing. Di mana seiring waktu penggunaan internet, apalagi sejak pandemi makin banyak bermunculan content creator.

Apalagi di masa pandemi ketika semua sudah serba digital dan aktivitas lebih banyak di rumah, rata-rata orang menggunakan internet 8 jam per hari dengan waktu 3 jam 14 menit dihabiskan untuk sosial media.

“Sekarang pengguna sosial media bukan hanya yang usianya 20-an ke atas banyak sekali yang tenagers bahkan anak-anak juga sudah mulai mengikuti tren sosial media saat ini di mana aku sebagai orang tua menjadi refleksi untuk terus mengedukasi,” ujar Fanny Fabriana, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (17/6/2021).

Bagi Fanni yang kini merupakan seorang ibu dari tiga anak, apa yang diunggah ke sosial media menjadi perhatiannya sehingga harus bijak. Sebagai content creator yang lebih banyak membagikan idenya kepada pengguna Instagram dia pun memberikan tips membuat konten di sosial media.

“Konten sumbernya bisa dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain, kadang kita mau kasih kata inspirasi quote positif dari orang lain kode etiknya kita tulis juga sumbernya,” kata Fanny.

Selain itu Fanny juga membagikan tips untuk memilih tema sesuatu yang dikuasai, sebab pastinya dengan begitu sudah memahami celahnya. Selanjutnya pilih juga konten yang disukai, karena kalau suka akan sesuatu pastinya seseorang akan lebih mau mengeksplore ide dan menggali lebih banyak bidang itu.

Dia mencontohkan sepeda, seseorang yang menyukai sepeda pastinya akan mencari jenis sepeda yang cocok untuknya dan isi konten akan mengalir. Satu lagi yang tak boleh terlupakan adalah menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti dan kejujuran saat membuat konten atau originalitas.

“Tanya ke diri sendiri mengenai hobi dan kesukaan kita apa sih? Apa yang dikuasai sehingga dengan begitu sudah tahu celahnya. Selain itu tidak perlu selalu mengikuti tren, tapi lebih ke konten yang original saja,” ujarnya lagi.

Sebisa mungkin menurut Fanny saat membuat konten untuk memerhatikan sisi manfaatnya, memotivasi atau menginspirasi dan memiliki nilai. Sementara itu biasanya netizen menyukai konten yang merupakan jawaban dari permasalahan.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Eko Prasetya, Wakil Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Oleg Sanchabahtiar seorang Creative Concept dari Planet Design Indonesia, dan Rizki Arnosa CEO Codelite. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 89 kali dilihat,  89 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *