Rabu, September 19, 2018
Hotline 0816-1945288 eksekutifmatra@gmail.com
Futured

Asia IoT Business Platform Edisi ke-25 Siap Digelar 28-29 Agustus 2018 di Jakarta

4Views

 

Dari kiri ke kanan :

Benny Woenardi, CEO, Cikarang Dry Port; Warsono Martono, Kepala Divisi Enjiniring dan Perencanaan Pengadaan, Perusahaan Listrik Negara; Hendra Sumiarsa, Kepala Divisi M2M, Indosat Ooredoo; Irza Suprapto, Director of Asia IoT Business Platform; Semuel Abrijani, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia; Komang Budi Aryasa, Deputy Executive General Manager Big Data IoT & Research, Telkom Indonesia; Ronni Rombe, Direktur, Sinar Mas Agro Resources and Technology

 

Asia IoT Business Platform  ( AIBP ) yang  merupakan program bisnis pertama yang dibentuk oleh industri untuk industri, dengan tujuan menangani masalah-masalah utama dalam pengadopsian teknologi IoT di Kawasan ASEAN ini kini memasuki edisi ke -25.

AIBP 2018 kali ini mengususng tema Digitization of Local Enterprises in Indonesia. Ajang perhelatan dan pembahasan teknologi IoT  yang terbesar di Asia ini akan membahas berbagai topik tentang trend  pengimplementasian teknologi Internet of Things (IoT) serta berbagai tantangannya.

Tren positif terjadi dalam pengimplementasian  teknologi Internet of Things (IoT) di Indonesia. Menurut survei Asia IoT Business Platform di ASEAN tahun lalu, lebih dari 83 persen bisnis Indonesia saat ini sedang mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi IoT. Menurut survei itu, 11,8 persen bisnis sudah mengimplementasikan solusi IoT dan 5,1 persen sudah mendapat manfaat dari pengimplementasian itu, sementara 29 persen sedang mengeksplorasi solusi-solusi IoT yang ada, dan 37 persen sedang mengumpulkan fakta dan mempelajari  solusi IoT.

Meski begitu, masih ada hambatan. Sebanyak 1.573 responden dari survei itu meyakini bahwa biaya yang tinggi (68,9 persen) adalah hambatan utama dalam mengimplementasikan solusi IoT skala besar, diikuti oleh masalah security (56,3 persen), ketidaksesuaian dengan sistem lama (48,2 persen), kompleksitas sistemnya (43,6 persen), dan ketersediaan sumber daya manusia yang memahami teknologi itu (40,4 persen).

Survei terbaru terhadap perusahaan-perusahaan di ASEAN sedang dilakukan saat ini dan hasilnya akan dipaparkan pada Asia IoT Business Platform (AIBP) edisi ke-25 di  Jakarta, yang akan digelar pada 28-29 Agustus 2018 di The Ritz Carlton Mega Kuningan.

Informasi terbaru mengenai implementasi teknologi IoT di Indonesia tahun ini, begitu juga perbandingannya dengan negara-negara lain di ASEAN akan menjadi satu dari banyak topik menarik yang akan didiskusikan di AIBP 2018 nanti , yang akan berfokus pada tema Digitization of Local Enterprises in Indonesia tersebut.

AIBP edisi ke-25 di Jakarta akan mengetengahkan berbagai diskusi yang relevan bagi pengembangan teknologi dalam perusahaan-perusahaan lokal di Indonesia, termasuk hadirnya pembicara-pembicara penting dari tiga segmen, yaitu:

  1. Badan pemerintah: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kementerian Perindustrian RI, Bank Indonesia, dan pemerintahan daerah;
  1. Perusahaan telekomunikasi lokal: Telkom, Indosat Ooredoo dan XL Axiata;
  2. Perusahaan lokal: Angkasa Pura, Bank Permata, Cikarang Dry Port, Lippo Karawaci, Perusahaan Listrik Negara, Puninar Logistics, Shopee Indonesia, Sinar Mas Group dan banyak lagi.

Menurut Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform, pihaknya menilai  sangat positif tentang perkembangan  digitalisasi di Indonesia. “ Kami telah melihat langkah yang diambil oleh perusahaan lokal selama 2-3 tahun terakhir dalam membangun strategi digitalisasi yang terfokus, supaya mereka bisa bersaing tidak hanya secara lokal, tetapi juga regional.  AIBP akan fokus dalam menampilkan apa yang sudah diraih perusahaan lokal dan diskusi akan memandang ke depan, seputar apa yang dapat dilakukan oleh bisnis Indonesia secara teknologi untuk mempertahankan pertumbuhan yang mengesankan,” ujar Irza saat jumpa media di Jakarta , Rabu (04/07/2018).

Sementara itu menurut Arief Musta’in, Head of Digital Service Division di Telkom Indonesia. Mengungkapkan bahwa untuk mendukung visi pemerintah Indonesia, Telkom akan mendorong percepatan  bisnis digital enterprise melalui aplikasi teknologi Internet of Things di berbagai sektor.

Hal senada diungkapkan pula oleh Hendra Sumiarsa, Head of IoT & Vertical Apps Solutions di Indosat Ooredoo.

“Sesuai dengan visi kami, Indosat Ooredoo sebagai pemimpin dalam digital telecomunication, Indosat Ooredoo Business mempunyai aspirasi untuk menjadi partner digital B2B pilihan, memungkinkan partner bisnis untuk memiliki keunggulan kompetitif di era digital ini, dengan menggunakan teknologi IoT dan AI terkini. Indosat Ooredoo Business juga memainkan peranan penting sebagai IoT hub yang menawarkan konektivitas, platform dan aplikasi IoT yang siap digunakan. Indosat Ooredoo Business yakin bahwa pemanfaatan IoT di area Intelligent Transport & Logistics Sytem, Industry 4.0, dan Smart City akan mendorong pertumbuhan bisnis, ekonomi dan masyarakat yang lebih baik,” ujar  Hendra pada kesempatan yang sama.

Ajang perhelatan dan pembahasan terknologi IoT di Asia tersebut didukung oleh pemerintah dan berbagai industri swasta terkait. Hal itu terbukti dari banyaknya pembicara yang akan hadir dalam ajang tersebut.

Para pembicara yang akan menghadiri AIBP 2018 di Jakarta meliputi: wakil pemerintah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI; Kementerian Perindustrian RI; Arief Musta’in, Head of Digital Service Division Telkom; Kirill Mankovski, Chief Enterprise Officer XL Axiata; Herfini Haryono, Chief Business Officer Indosat Ooredoo; Gerhard Loots, Head of IoT & M2M Telstra; Diomedes Kastanis, Head of IoT Singtel; Ronni Rombe, Direktur Sinar Mas Agro Resources & Technology (SMART); Ravinder Mawa, CIO Sinar Mas Mining; Benny Woenardi, Managing Director Cikarang Dry Port; Ari Askhara, Managing Director Pelabuhan Indonesia III; Novrihandri, Direktur Keuangan dan IT Angkasa Pura I; Suyanto Tjoeng, Direktur Puninar Logistics; Said Badrul Nahar, Country IT Director DHL Supply Chain; Syofvi Roekman, Director of Corporate Planning PLN; Abdy Salimin, Director of Technology and Operations Bank Permata; Onny Widjanarko, Head of Payment System Policy Bank Indonesia; dan Steven Calvin Victory, VP, iLOTTE.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Translate »