Hiburan

Balai Pustaka – Titimangsa Akan Tampilkan Konser “Cinta Tak Pernah Sederhana”

Direktur PT Balai Pustaka (Persero), Achmad Fachrodji: Konser musikal ini diselenggarakan juga sebagai upaya untuk terus menghidupkan karya sastra Indonesia dan kecintaan pada Tanah Air.
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

PT Balai Pustaka (Persero) bekerjasama dengan Titimangsa Foundation didukung program CSR BUMN hadir untuk negeri, akan mementaskan konser musikal puisi cinta bertajuk ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’ yang akan digelar pada tanggal 16-17 Maret 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan konser musikal ini akan menampilkan puisi-puisi dari 26 penyair kondang Indonesia yang akan didramatisasikan ke atas pentas dan disusun menjasi dialog dan nyayian yang dibalut dengan tata visual dan cahaya yang menarik oleh sutradara sekaligus penulis naskah, Agus Noor.

“Saya membaca ratusan puisi, sebagian ada yang saya ingat dan susun. Mulai dari syair Amir Hamzah, Chairil Anwar, Soebagio Sastrowardoyo, Sapardi Djoko Damono, Goenawan Mohammad, dan masih banyak lagi. Dari buku-buku puisi yang saya baca terpilihlah 26 nama penyair secara acak. Kemudian saya menyusun bagian struktur ceritanya hingga menjadi karya yang akan kami pentaskan ini,” ungkap Agus Noor saat jumpa pers, (8/3), di kantor PT Balai Pustaka (Persero), kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Menurutnya “Cinta Tak Pernah Sederhana” merupakan konser musikal puisi-puisi cinta yang menggambarkan awal mula penciptaan yang asal muasalnya adalah kata. Lalu muncul manusia pertama di dunia yang memahami bahasa. Manusia pertama itu adalah orang yang memahami bahasa dan ia adalah penyair pertama di surga. Kemudian ia mengenal cinta, ia kesepian tanpa cinta. Muncullah perempuan, sang kekasih dan keduanya pun menjadi kekasih pertama di surge, yaitu Adam dan Hawa. Mereka ingin mencintai sederhana tapi cinta memang tak pernah sederhana sampai kekasih tersebut turun ke dunia secara terpisah dan akhirnya bisa bertemu kembali dalam cinta.

Konferensi Pers bersama artis pemain Konser Musikal Cinta Tak Pernah Sederhana, di Jakarta.

Produser Happy Salma menambahkan pementasan ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’ menampilkan jajaran artis Reza Rahadian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Atiqah Hasiholan, Sita Nursanti, Teuku Rifnu Wikana, dan Butet Kartaredjasa. Ada juga penyanyi Srutu Resoati, Heny Janawati, Daniel Christianto hingga pemain harpa Indonesia Wawan Sofwan.

Pemain-pemain dalam pementasan ini hampir semua bernyanyi dengan diiringi musik yang indah dari Penata Musik Bintang Indrianto dan koreografi menawan garapan Koreografer Josh Marcy. Sehingga pementasan kali ini menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya karena adanya sebuah kolaborasi antara seni pertunjukan dan juga fashion dengan mengenakan busana yang khusus dibuat oleh designer Biyan dan menggunakan kain tenun Baron.

“Melalui karya ini, kami berusaha dapat menghadirkan karya-karya sastra dari penyair pendahulu tetap bisa akrab dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari masyarakat yang tidak terpisahkan untuk dapat terus dilestarikan pemikiran-pemikiran yang ingin disampaikan oleh penyair melalui karya-karyanya. Saya juga berterima kasih atas semua dukungan Balai Pustaka untuk penggalian dalam mendapatkan naskah-naskah penyair hingga menjadi karya ini. Ketika politik menguasai ruang publik, ketika politik sudah begitu membuat masyarakat tegang, maka puisi yang kami hadairkan lewat pemnetasan nanti bisa menjadi angin penyejuk yang menyegarkan,” ujarnya.

Direktur PT Balai Pustaka (Persero), Achmad Fachrodji dalam kesempatan itu mengatakan, pementasan konser musikal ini adalah hasil kolaborasi Balai Pustaka bersama Titimangsa Foundation yang juga mendapat dukungan dari beberapa BUMN melalui program BUMN hadir untuk negeri. Konser musikal ini diselenggarakan sebagai upaya untuk terus menghidupkan karya sastra Indonesia dalam rangka membentuk karakter dan kecintaan pada Tanah Air.

“Pementasan konser musikal puisi cinta ini sejalan dengan visi dan misi perusahaan pelat merah ini dalam melesetarikan karya sastra dan budaya Indonesia. Sebagai garda terdepan dalam melesetarikan kesusasteraan Indonesia, Balai Pustaka selalu berkomitmen untuk memperkenalkan berbagai karya sastra lewat beragam medium yang populer di kalangan masyarakat,” tandasnya. (ACH)

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas