Bantu Korban Banjir dan Longsor NTT –  PTTEP  Gelar  Program NTT Bangkit Berdaya

[ad_1]

 

Bencana banjir dan longsor di NTT beberapa waktu lalu telah memakan korban yang cukup banyak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Provinsi NTT, yang merilis laporan terkini kondisi pasca bencana, pada 12 April 2021  menyebutkan bahwa rincian  korban bencana melaporkan 179 orang meninggal dunia, 45 orang hilang, 271 orang luka-luka, 11.406 orang mengungsi, dan 461.359 orang terdampak banjir. Sementara itu, 14.779 bangunan rusak berat, 10.208 bangunan rusak sedang, dan 35.716 bangunan rusak ringan.

Atas dasar itulah, PTTEP melalui Dompet Dhuafa bersinergi dengan pemerintah provinsi NTT, berupaya menjadi pihak yang aktif terlibat  dalam membantu korban bencana di NTT. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program NTT Bangkit Berdaya, yang diselenggarakan pada Selasa (20/04/2021 ) yang dilakukan secara online bersama pemerintah NTT.

Melalui program tersebut  PTTEP ingin memastikan bahwa masyarakat harus kembali bangkit dan berdaya.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu saudara-saudara di NTT, terutama yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Grinchai Hattagam, General Manager PTTEP Indonesia, seusai memberikan bantuan, Selasa ( 20/04/2021).

“Menghadapi bencana di tengah pandemi, masyarakat harus kembali bangkit dan berdaya, sehingga kehidupan sosial, ekonomi, dan lainnya bisa terus berlanjut lebih baik lagi,” tegasnya.

Bantuan yang diberikan PTTEP tersebut meliputi paket dapur gizi sehat, paket logistik mandiri, paket belajar siswa mandiri, dan paket aksi layanan sehat.

“Diharapkan 2764 masyarakat terdampak di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, mendapatkan bantuan ini,” tambah Grinchai.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda NTT, Maxi Manafe, mengungkapkan,“Bantuan dari PTTEP sangat bermanfaat bagi masyarakat kami yang terkena bencana, saya bersyukur dan berterimakasih PTTEP menjadi pihak yang berkomitmen dalam penanganan bencana di NTT. ”

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Bappeda NTT, Johny Erikson Ataupah mengungkapkan bahwa  komitmen PTTEP dapat memberikan inspirasi bagi perusahan lain, untuk menjadi bagian dalam upaya kepedulian.

Selain itu menurut Johny, PTTEP juga bekerja sama dengan pemerintah daerah di NTT dalam upaya pencegahan stunting. “ Ini tentu bisa menjadi inspirasi bagi (perusahaan) yang lain,” tegas Johny.

Penyaluran bantuan sendiri dilakukan melalui Dompet Dhuafa bekerja sama dengan BPBD NTT, dan relawan yang ada di lokasi bencana. Dihubungi secara terpisah Ketua pokja logistik bencana, Sylvia Pekujawang, yang juga merupakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, menyampaikan bahwa bantuan akan disalurkan di lokasi terdampak bencana yang parah, dan yang masih banyak memerlukan bantuan.

“Penanganan pasca bencana menjadi konsen semua pihak, Dompet Dhuafa, selalu siap sedia, sinergi, melakukan upaya bersama untuk memberikan bantuan dan layanan hangat bagi masyarakat terdampak bencana,” jelas Herdiansah, Direktur CSR Dompet Dhuafa.

 



Post Views:
2

[ad_2]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *