Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi telah menjadi keseharian. Tentunya karena berbeda generasi dengan orangtuanya, mendidik anak yang sudah akrab teknologi sejak lahir sangat berbeda dengan orangtua zaman dulu. Generasi Z yang lahir setelah generasi milenial, disebut juga iGeneration atau generasi internet.

“Di antaranya transformasi digital terjadi dari cara belajar saat ini dari offline ke online, lalu penggunaan buku manual menjadi e-book. Dulu bila murid mengumpulkan tugas dari buku, sekarang dengan pembelajaran online tinggal di submit menggunakan teknologi internet,” Kata Mardiana R.L Vice Principal Kinderhouse Pre-School saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Rabu (15/9/2021).

Pendidik akhirnya harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, oleh karena itu perlu mengubah metode pembelajaran dari content based learning menjadi outcome based education. Misalnya dari murid hanya bersikap pasif kini menjadi aktif, penilaian kepada murid sebelumnya hanya berdasarkan tugas-tugas namun menjadi penilaian yang berkelanjutan tak hanya dari tugas. Sebelumnya bila belajar hanya berupa hafalan, kini berubah menjadi critical thinking.

Selain metode pengajaran yang berubah, menurut Mardiana skills atau kemampuan murid pun ikut berkembang di abad ke-21. Terkait dengan pondasi literasi, kompetensi dan kualitas karakter murid. Tugas pendidik di sini yaitu menanamkan kepada peserta didik agar memiliki literasi digital supaya mereka dapat belajar mandiri.

“Sehingga murid-murid dapat mendalami pengetahuan sesuai dengan bakat talenta. Sistem pembelajaran kini pun mengacu agar murid yang dapat berkreasi dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kita. Jadi di era ini pendidik harus menciptakan anak-anak yang berinovasi,” kata Mardiana lagi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Dee Rahma, Digital Marketing Specialist, dan Reza Hidayat, CEO Oreima Films.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 7 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *