BERBISNIS

Berkonsep TOD – ACP Rilis 3 Proyek Baru di IPEX 2019

295Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

Ket. Foto  (  Ki-ka ) :

Hanif Setyo Nugroho – Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti ACP,  Pundjung Setya Brata – Komisaris Utama ACP ,  Ustadz Yusuf Mansur,  Nanang Safrudin Salim – Project Director RIVIA  Dan Djoko Santoso – Manajer Biro Promosi.

 

PT Adhi Commuter Properti (ACP) sebagai pengembang terpercaya terus menunjukkan agresivitasnya dalam mengembangkan kawasan yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD).  Di ajang  Indonesia  Property  Expo 2019, ACP  merilis  Tiga proyek baru yang akan digarap ACP tersebut  meliputi  proyek  Apartemen Rivia, Adhi City dan Grand Central Bogor. Ketiga proyek ini menjadi upaya untuk serius mempercepat pengembangan kawasan TOD di kota Bogor.

Menurut  Pundjung Setya Brata – Komisaris Utama PT Adhi Commuter Properti, hal itu  menunjukkan komitmen dari ACP untuk berselaras dengan pemerintah membangun kawasan berbasis TOD.  Ini juga sebagai bentuk nyata dari ACP untuk berperan serta dalam memajukan negeri ini dan menjadi pengembang terpercaya di Indonesia.

“Kami ingin menjadi bagian dalam membangun negeri ini, pengembangan terus kami lakukan dengan serius, pengembangan 3 proyek baru tersebut menjadi bukti peran serta kami terlibat langsung dalam kemajuan negeri ini,” jelas Pundjung  saat bincang bincang dengan media di ajang  IPEX 2019 Jakarta, Booth  LRT City, Senin ( 18/11/2019).

Terkait dengan  akuisisi  proyek  Grand Central Bogor ( GCB )  , yang menjadi salah satu dari 3 proyek yang dirilis tersebut, Indra Syahruzza Nasution – Plt. Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti, mengungkapkan bahwa pihaknya  juga telah gerak cepat dengan melakukan akuisisi PT Mega Graha Citra Perkasa  anak usaha PT Cowell Development yang memiliki proyek  GCB  tersebut.

Harapannya  menurut Indra, dengan ini bisa memperluas pengembangan kawasan TOD dan optimis proyek tersebut bisa selesai tepat waktu.

Proyek baru ACP  yang diperkenalkan ke publik dalam  ajang bergengsi  IPEX  2019  tersebut, mendapat  sambutan yang  sangat  menggembirakan.  Pasanya, menurut  Hanif Setyo Nugroho – Direktur Pemasaran dan Pengelolaan Properti, pada dua hari pertama pameran menunjukan peningkatan peminat  dibandingkan dengan ajang serupa pameran tahun sebelumnya. Hal itu menunjukan tingginya antusiame pembelian unit di pameran IPEX 2019 tersebut.

Oleh karenanya  menurut Hanif, pihaknya optimisme tiga proyek baru tadi akan diminati masyarakat.  “ Nilai jual proyek hunian kami adalah akses yang mudah dari transportasi publik, baik LRT, commuter line maupun jalan tol,”  ungkap Hanif di acara Soft Launching  3  proyek ACP tersebut.

“Event besar ini sudah kali ke 7 sejak 2017 LRT City ikuti dan pada kesempatan ini kami ingin mengenalkan 3 proyek baru yang akan kami kembangkan yaitu Rivia, Adhi City, Grand Central Bogor .  Kami berharap  di event IPEX JCC  ini  akan bisa lebih banyak menarik konsumen dan investor yang datang ke event ini,”  jelas  Hanif

Di ajang pemeran properti tersebut, ACP menekankan pemasaran proyek Rivia  yang merupakan proyek  kerjasama antara ACP dengan Ustadz Kondang Yusuf Mansur.

Rivia sendiri menawarkan sebuah hunian yang memiliki konsep menyatu dengan alam sekitar secara elegan.  Memiliki luas 4,5 Ha, Rivia berada di tengah perbukitan di daerah Sentul dengan alamnya masih sangat asri.

Rivia merupakan hunian vertikal yang berada di lahan seluas 4,5 ha. Di proyek ini ACP akan membangun 5 tower dimana 4 tower merupakan apartemen dengan total sebanyak 2.000 unit. Sementara 1 tower lainnya berbentuk kondotel dengan kamar sebanyak 500 unit.

Dikelilingi oleh lanskap bak lukisan surealis dengan pemandangan gunung, pepohonan hijau dan dilalui aliran sungai Cikeas, Rivia menjamin kedamaian sejati bagi penghuninya.

Rivia yang menjelma menjadi tempat ‘pelarian’ yang sempurna dari keriuhan dan keramaian Kota Jakarta tersebut hadir dengan terdiri dari 4 tower apartemen dan 1 tower hotel dengan konsep “Deep Nature Immersion”.

Kehadiran Ustadz Yusuf Mansyur di proyek Rivia tersebut  meski bukan membangun  pondok pesantren  atau fasilitas  kegaamaan lainnya, namun nafas religinya tetap akan dihembuskan di proyek tersebut.   Hadirnya Yusuf Mansur dalam proyek apartemen dengan harga jual mulai dari Rp 750 juta per unit ini  tentu akan mendatangkan nuasa yang  berbeda.

Menurut  Yusuf Mansur yang juga hadir pada kesempatan tersebut, meski tidak dibangun fasilitas keagamaan yang besar-besaran, namun nafas religinya akan tetap dihembuskan melalui penguatan lembaga atau pusat pendidikan agama yang ada disekitar  proyek  tersebut, seperti Ad – Dzikra, dan lainnya.   Sehingga menurut Ustadz  nilai-nilai religinya akan tetap dirasakan oleh para pengghuni dilingkungan  proyek  Rivia tersebut.

Menurut  Ustadz,  ketertarikannya terjun di bisnis properti  tersebut, karena hal itu merupakan panggilan hati untuk ikut membantu masyarakat dan umat dalam menyiapkan hunian. “Properti itu bagus, bisnis yang baik dan keren sekaligus mendatangkan pahala,” jelasnya.

Selain itu saalah satu proyek  yang diperkenalkan di ajang  pameran tersebut  adalah  proyek Grand Central Bogor, yang  berlokasi tepat berada di tengah keramaian kota dan pusat bisnis kota Bogor. Proyek yang memiliki lahan 5.731 m2 dan menjulang tinggi 1 tower apartemen ini berada tepat di samping Stasiun Bogor. Sehingga dapat menjadi pilihan investasi yang tepat, khususnya penyewaan unit apartemen.

Dengan konsep heritage, Grand Central Bogor direncanakan mulai dibangun pertengahan tahun depan. Terdiri dari 22 lantai dengan 833 unit apartemen, serta 24 unit ruko. Di setiap 3 lantai, penghuni disuguhkan sky garden untuk melihat keindahan pusat kota Bogor.

Selanjutnya Adhi City dengan konsep smart city yang modern dan berkelanjutan. Berada di KM 33 Sentul, Adhi City akan menjadi kota yang berada di samping LRT Jabodebek tahap 2 dan Intermoda.

Dengan label sebagai ‘the next CBD Bogor’, Adhi City dengan luas 120 Ha akan menghadirkan beragam premium cluster dan apartemen medium rise, pusat entertainment dan lifestyle berbasis nature, serta penggabungan area office dan finansial center.

Sekedar  untuk diketahui bahwa Perkembangan LRT Jabodebek Tahap 1 sudah mencapai 67,3% per 4 Oktober 2019. Ditambah tahapan uji coba sedang dilakukan untuk LRT Rute Cibubur – Cawang maka ini momen tepat untuk membeli apartemen LRT City.

LRT City memiliki keunggulan hadir dengan konsep integrasi dengan LRT dan angkutan massal lainnya. Selain itu juga fasilitas penunjang bagi penghuni yang berorientasi dengan gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup turut dihadirkan.

Hal lain yang lebih penting adalah hunian apartemen atau komersial bisa menjadi sebuah investasi jangka panjang dan juga jadi sumber passive income. Apalagi jika hunian tersebut fasilitasnya sangat lengkap sudah tentu akan memiliki nilai tambah. Investasi di LRT City bisa menjadi salah satu pilihan masyarakat agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.

Selain 3 Proyek baru diatas. ACP dengan brand LRT City, saat ini telah mengembangkan sembilan kawasan TOD. Yakni, LRT City Bekasi Timur – Eastern Green & Green Avenue, LRT City Jatibening Baru – Gateway Park, LRT City Ciracas – Urban Signature, LRT City Sentul – Royal Sentul Park, LRT City MT Haryono – The Premiere MTH, MTH 27 Office Suites, Cisauk Point – Member of LRT City dan Oase Park – Member of LRT City.

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »