Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori wilayah. Bukan juga dunia kedua namun tempat yang sama dengan yang mereka tinggali sekarang.

Masyarakat digital dari berbagai wilayah diharuskan bersatu untuk menjaga dunia digital ini agar tetap nyaman untuk ditinggali. Heni Mulyati dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyebutkan dibutuhkan netiket atau etika berinternet, ada etika khusus untuk nyaman berinternet.

Layaknya di keseharian dengan orang lain kita patut saling menghormati. Menyadari kehadiran mereka di samping mereka. Misalnya dengan tetangga, jangan sampai membuat keributan hingga mereka terganggu. Kita sadar ada orang di samping rumah kita sehingga tidak membunyikan musik terlalu kencang. Begitu juga di ruang digital, kita tidak dapat bertindak semaunya. Menandai foto atau tulisan yang tidak ad bubungannya dengan mereka.

Seringkali alasan melakukan promosi, namun kita seharusnya mencari cara lain untuk melakukan promosi bukan men-tag seseorang asal seperti itu

“Menyangkut orang lain kita harus hargai mulai pendapat orang lain, obralolan pribadi, data diri orang lain, hingga karya orang lain. Itu semua merupakan etisnya dalam berkawan atau bersosialisasi. Dengan begitu orang lain pun akan menghormati kita,” jelasnya saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021) sore.

Menyangkut banyak orang juga kita harus seperti tidak menyebarkan hoaks atau sering membagikan informasi yang tidak jelas asal muasalnya. Heni juga menyebut, jarimu masa depanmu, apa yang kita posting, kita sebarkan akan berdampak di kemudian hari. Ada jejak digital yang siap terus membuntuti kita, karena dari situlah orang lain mengenal dan menilai kita.

“Maka diperlukan kebijaksanaan dalam bermedia sosial. Pikirkan dampaknya sebelum mengunggah apapun mulai dari status hingga komentar,” lanjutnya.

Sebab, jangan sampai kita menjadi pelaku penyebaran hoaks, perundungan online atau penyebaran ujaran kebencian. Ada jejak digital yang kejam yang siap menghancurkan impian di masa depan jika dari sekarang tidak kita bangun dengan positif

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Rabu (15/9/2021) siang juga menghadirkan pembicara Virginia Aurelia (pebisnis online), Mario Devys (Pengurus RTIK Indonesia), Theo Derick (praktisi digital marketing), dan Yumna Aisyah sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 7 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *