BERBISNISMajalah Eksekutif

Bisnis Berjubahkan Agama, Bukan Cara Bisnis Ekonomi Islam.

Hardi: “SKI–ASI– EL Barka merusak Dakwah dan Nama Baik Ummat Islam."

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

“Domba yang dibeli di SKI tidak dapat dilihat wujudnya dan tiba-tiba dijual oleh PT Akad Salam Indonesia (SKI), sebagai grup perusahaan pelaku tanpa bukti dan wujud barang.”

Eksekutif.id — PT Salam Kurban Indonesia (SKI) & Akad Salam Indonesia (ASI) menjadi pembicaraan di kalangan muslim Indonesia. Pasalnya, investasi yang ditawarkan lewat iklan di Koran semacam Republika dan Majalah Tempo juga aktif meyakinkan umat di Facebook.klik ini mulai diprotes oleh sejumlah investornya.

Rapat demi rapat dilakukan. Para investor yang sudah terjebak mencemplungkan uang dan tak bisa menarik imbal hasilnya, sepakat untuk menyebut investasi “domba” telah merusak dakwah dan nama baik ummat Islam, mereka bersiap melaporkan ke Kepolisian RI.

Perusahaan penjual domba kurban, dengan model Akad Salam (syariah) tadinya begitu dipercaya. Tapi, sekarang ini, viral di media sosial, bahwa dana yang seharusnya untuk domba, digelapkan pelaku bernama TIO alias Bambang S Soedjadi, dengan memberi “giro bodong” kepada investor yang sudah menaruh uang di PT Salam Jurban Indonesia (SKI).

Berita miring mengenai “Domba Kurban” dengan model “Akad Salam/syariah merupakan satu bentuk aplikasi ekonomi Islam, beredar viral dan tersebar di grup-grup umat Islam.

Intinya, agar umat Islam berhati-hati dan tidak terjebak investasi yang mengataskan namakan metode “Akad Salam”/syariah yang salah implementasi oleh SKI dan AKI. Modus Penipuan — klik

“SKI-ASI sebagai perusahaan tidak memiliki pengawas Syariah, sehingga penggelapan dana umat dilarikan model bisnis lain,” ujar Hardi, salah satu muslim yang bertindak sebagai koordinator beberapa korban investasi PT SKI dan ASI.

Para investor berharap, OJK atau lembaga pemerintah memantau dan mengambil tindakan, yang telah merusak dakwah dan nama baik ummat Islam.

Dalam tawarannya beberapa waktu yang lalu, PT SKI menjanjikan keuntungan bagi hasil kepada investor yang menjadi modal untuk peternak hewan, momen Idul Adha.

Adapun janji-janji palsu SKI-ASI: Contoh Investasi bulan Dzulqodah berat 25 kg Rp 2.380.000 (satu bulan sebelum Idul Adha). “Sepuluh hari setelah Idul Adha, dijanjikan iming-iming, tapi bodong/tipu-tipu,” ujar Hardi.

Keuntungan Iming-iming investasi satu bulan Rp 200.000/ekor. Keuntungan investasi sebelum Idul Adha Rp 400.000/ekor. Dan seterusnya. “Tak terbukti, tabel bodong tidak ada realisasi,” secara kronologis Hardi memberi bukti.

“Domba yang dibeli di SKI tidak dapat dilihat wujudnya dan tiba-tiba dijual oleh PT Akad Salam Indonesia (SKI), sebagai grup perusahaan pelaku tanpa bukti dan wujud barang,” tutur Hardi.

Masih menurut Hardi, dana disinyalir digelapkan sebagai bisnis Cafe El Barka dan Cafe Sheep & Sheep. “Dana yang seharusnya untuk domba malah digelapkan, lewat bisnis kafe semacam itu,” jelasnya.

Perkeliruan bisnis ke Cafe El Barka, Jl Cilandak KKO no 111 dibangun di atas lahan yang dikontrak 10 tahun dengan bayaran “domba” yang tak jelas dan tak berwujud. Usaha itu dibangun, dalam kaitan pelarian modal untuk “domba” dari investor PT SKI dan ASI.

PT SKI yang dimaksud adalah PT Salam Jurban Indonesia. Sedangkan ASI adalah Akad Salam Indonesia. “Saya termasuk korbannya,” ujar Hardi yang selama ini cukup sabar tak membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Jika selama ini saya sudah bersabar, ada saatnya untuk memberi pelajaran jika tagihan tak keluar,” jelasnya tentang model bisnis PT SKI dan ASI — Elbarka akan merusak Dakwah serta Nama baik umat Islam.

Tak ingin umat Islam dicederai oleh model bisnis SKI dan AKI ini, yang hanyalah bisnis berjubahkan agama, bukan cara bisnis ekonomi Islam. “SKI–ASI– EL Barka merusak Dakwah dan Nama Baik Ummat Islam,” ujar Hardi.

Misinya adalah, “Agar umat lain tidak terjebak seperti saya, investasi memanfaatkan momentum keagamaan dan agama, akan saya proses secara hukum dengan tuntas.”

Secara pribadi, Hardi bersaksi, dirinya “dikerjai”, ketika dalam tahap penagihan dirinya diberi pembayaran palsu. Ia dibohongi karena giro yang diberikan atas nama pelaku telah ditolak oleh bank penerima (Bank Mandiri).

Hardi menjelaskan, dirinya menjadi korban, pelaku Tio telah menipu dirinya sebanyak tiga kali, memberikan giro “bodong” dari bank Permata Syariah cabang Utama Pondok Indah.

Sebagai investor, Hardi mengaku tak bisa mencairkan tagihan atas nama Bambang S Soedjadi, beralamat jalan Bendi Raya blok B1 no 10 RT 012/010, Kebayorang Lama (alamat sekarang Pinang Ranti Mansion Blok D no 5, Jakarta 13560). Alasan penolakan karena di rekening yang bersangkutan, dana tidak cukup.

Dokumen giro palsu dan “bodong” itulah, yang kini disiapkan dalam laporan Bareskrim Kepolisian RI. Bukti-bukti lain serta para saksi yang juga menjadi korban, siap menjadi bagian kelengkapan proses laporan investasi ilegal.

Pelaku akan dituntut investasi “bodong”, penipuan dan penggelapan uang dengan ancaman pidana sebagai sanksi atas pelanggaran selama 5 (lima) tahun.

Pelaku tak hanya diproses lewat Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) tapi juga akan dikenakan pasal “berlapis” tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”), dengan tambahan hukuman pasal IT adalah penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 miliar.

Hardi juga sedang berkordinasi dengan Satuan Tugas Waspada Investasi, dimana tim tersebut terdiri dari personil terdiri dari Bank Indonesia, Polda, Kejaksaan tinggi dan dinas-dinas terkait untuk menghambat investasi bodong dan melakukan sosialisasi ke masyarakat juga berupaya memblokir rekening yang bersangkutan/perusahaan oknum PT SKI/ASI.

“Domba yang dibeli di SKI tidak dapat dilihat wujudnya dan tiba-tiba dijual oleh PT Akad Salam Indonesia (SKI), sebagai grup perusahaan pelaku tanpa bukti dan wujud barang.”

baca juga: majalah MATRA edisi terbaru — cetak/print — klik ini

Ini Janji-janji Yang Akhirnya Berakhir Bodong, Versi Para Korban

Contoh:
Investasi bulan DZULQODAH berat 25 kg RP. 2.380.000
(Satu bulan sebelum Idul Adha)

Dikembalikan bulan DZUHIJAH
25 Kg Rp 2.580.000
(10 hari setelah Idul Adha.
TAPI BODONG/TIPU2)

Keuntungan Iming-iming;

Keuntungan invest 1 bulan Rp. 200 000 / ekor
Keuntungan invest 2 bulan seblum idul adha Rp 400 000 / ekor

Dan seterusnya…


Para korban rapat mencari solusi dan sepakat mengingatkan umat Islam lain agar tak terjebak investasi PT Salam Kurban Indonesia (SKI) & Akad Salam Indonesia (ASI).

sumber:ANTARANEWS.id


Rapat permbahasan kejahatan SKI dan persiapan laporan kepolisian RI

baca juga: Majalah Eksekutif terbaru — cetak/print — klik ini

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas