Latest News

Latest Posts

- Advertisement -
MAJALAH EKSEKUTIF – terbit sejak 1979 –

Latest Tweets

Find Us on Socials

Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

Laman

Buku Inspiratif Dari Kisah Perjalanan Jerry Hermawan Lo

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

EKSEKUTIF.id- Tak hanya sukses di panggung bisnis.

Dia termasuk tokoh yang getol memperjuangkan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dengan menentang ketentuan yang mempersyaratkan penggunaan SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) bagi WNI keturunan pada saat itu.

Jerih payahnya membuahkan hasil dan dirasakan luas secara nasional dengan dihapusnya ketentuan SBKRI melalui Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1996 Tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia, yang ditindaklanjuti dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 25 Tahun 1996 Pelaksanaan Keputusan Presiden No. 56 Tahun 1996.

“Sebagai warga negara yang lahir dan besar di negeri ini, buat saya persyaratan SBKRI itu diskriminatif,” papar Jerry Hermawan Loo saat temu pers dalam peluncuran buku perjalanannya berjudul “Life University” yang ditulis Steven Beteng, di JHL Solitaire Hotel, (22/11), Tangerang Selatan.

Jerry Hermawan Lo secara blak-blakan memaparkan, cinta mati Indonesia.

“Kita sudah berjuang keras untuk mengharumkan Indonesia di mata dunia, tetapi terkait kewarganegaraan kok masih diragukan,” ujar Jerry yang mengaku sudah turun temurun lahir dan besar di negeri ini.

“Sungguh menyedihkan bagi saya. Bayangkan seorang pebulu tangkis seperti Susi Susanti yang nyata-nyata telah mengusung nama Indonesia dengan prestasi-prestasinya di kancah dunia, waktu itu masih harus membuat SBKRI,” tuturnya.

Maka dari itu, ia betul-betul serius untuk perjuangkan agar SBKRI ditiadakan.

“Saya sangat menghargai orang yang punya fighting spirit tinggi, karena saya sendiri tak pernah mau menyerah dengan keadaan,” masih kata Jerry.

Maka dari itu, termasuk dari orang-orang yang merasa sangat bersyukur, karena akhirnya ketentuan ini dihapus.

Saking senangnya,  “Saya sempat membuat 1 juta surat pembertahuan yang kami sebar ke khalayak masyarakat, termasuk ke instansi-instansi pemerintahan di daerah agar tidak lagi ada perlakuan diskriminasi kepada kami,”

Pria asal Medan bernama asli Lo Suk Ciang ini, awalnya menolak kisah hidupnya diabadikan dalam buku.

Dia merasa perjalanan hidupnya biasa-biasa saja bahkan menurutnya masih banyak orang lain di luar sana yang lebih sukses darinya.

Namun berkat kegigihan Steven Beteng yang terus membujuk agar kisah inspiratif pengusaha dan Owner JHL Group ini dibukukan, akhirnya berhasil dituangkan dalam buku berjudul “Life University” ini.

Berisikan kisah hidup dan perjalanan usaha di industri properti Tanah Air, sosok Jerry tergambar sebagai seorang yang tidak pernah mengenal kata menyerah.

Walaupun mengalami kegagalan dan tidak pernah ragu untuk bangkit kembali dan selalu menciptakan kesempatan di berbagai kesempitan.

“Pada awalnya saya sendiri enggak setuju untuk di tulis menjadi buku ini,” ujar Jerry.

Tapi dengan getolnya Pak Beteng melihat banyak potensi dari Jerry untuk ditulis. Akhirnya kesepakatan terjadi.

“Saya sangat bahagia, akhirnya buku biografi perjalanan hidup dan karir saya hadir untuk meramaikan khazanah bacaan berbobot,” tuturnya tentang buku biografi ‘Life University’.

Jerry berharap dapat menginspirasi para pembaca di Indonesia, terutama yang tengah mencoba peruntungan menjadi pengusaha, pebisnis atau entrepreneur, agar mereka mau bekerja keras, gigih dan pantang menyerah ketika menghadapi masalah.

Menjadi seorang yang sukses memang tidak semudah seperti kita membalikkan telapak tangan, karena dibutuhkan strategi yang tepat dan sikap optimis serta bersedia bekerja keras, tekun dan tidak mudah putus asa.

Kehadiran buku setebal 278 halaman ini sekaligus menjadi kado terindah di perayaan 62 tahun usianya sekaligus sebagai bentuk syukur atas keberhasilannya dalam menggeluti dunia usaha.

Pria kelahiran tahun 1957 ini, belakangan serius menggeluti properti, dimana ia memiliki perusahaan pengembang holding JHL Group.

Saat ini, Jerry juga sudah memiliki berbagai bangunan properti dan menguasai kawasan elit Gading Serpong Tangerang.

Kiprah JHL Group sendiri telah mendapat pengakuan sebagai pengembang yang terpercaya dengan beragam properti yang dimiliki mulai dari hotel bintang 5, hunian vertikal, kafe dan sebagainya.

Meskipun saat ini telah menjadi pengusaha sukses, namun begitu, Jerry Hermawan Lo juga melewati masa-masa suram, dimana ia memulai bisnisnya dari bawah dan serba sulit.

Dengan semangat berjuang dan pantang menyerah, membuatnya tetap kuat untuk melangkah maju, dan bahkan mampu membangun kerajaan properti di Tanah Air sebagai salah satu poin keberhasilannya.

Sementara itu, Steven Beteng mengatakan, proses pembuatan buku ini bisa dibilang dilakukan sambil lalu.

Informasi didapat dalam berbagai pertemuan tanpa jadwal khusus untuk mewawancarai Jerry.

“Saya setiap bertemu Pak Jerry hanya 10-15 menit, diam-diam saya merekam pembicaraan saya dengan dia,” ungkap Steven Beteng.

Buku Life University sudah dicetak hingga mencapai 4000 unit.

Buku ini juga sudah tersebar dan dijual di beberapa toko buku gramedia.

Dengan kesuksesan yang telah di raih Jerry Hermawan Lo dalam membangun bisnis, ia pun menerapkan filosofi Panca Krida di JHL Group bahwa kunci meraih sukses itu karena 5 faktor yakni 1) Kesempatan, 2) Kerja Keras, 3) Kerja Cerdas,, 4) Kerja Tuntas dan 5) Loyalitas.

Dengan hadirnya buku ini, Jerry berharap agar kisahnya bisa menginspirasi banyak orang. Terutama anak cucunya dan juga generasi milenial penerus bangsa.

“Mudah-mudahan buku ini dapat memotivasi, melalui bagaimana pahit dan getirnya saya berjuang sampai saya menjadi sukses,” tandas Jerry Hermawan Lo.

#ACH

 

 

 

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »