Cegah Kejahatan Siber dengan Lindungi Data Pribadi, Salah Satunya Jangan Unggah Sembarangan di Sosmed

  • Whatsapp


JAKARTA,- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskim Polri mencatat para periode Januari hingga November 2020 terjadi sebanyak 4.250 laporan kejahatan siber. Dari ribuan kasus, 1.158 kasus di antaranya merupakan penipuan dan 267 kasus akses ilegal. Dari tahun ke tahun jumlah tindak pidana siber mengalami peningkatan.

Tindak kejahatan siber ini terjadi karena data pribadi terkait pengguna yang belum terlindungi. Data pribadi sendiri merupakan setiap data tentang kehidupan seseorang yang dapat diidentifikasi tersendiri atau dikombinasikan dengan informasi lainnya, baik langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan atau non elektronik.

“Data pribadi ada yang bersifat sensitif dan memerlukan perlindungan khusus yang mungkin dapat membahayakan dan merugikan subjek data. Misalnya agama, kesehatan, kondisi fisik, kehidupan seksual, data keuangan pribadi dan lainnya,” kata Asep Hardianto Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, Rabu (7/7/2021).

Dia mengatakan, menurut UUAmdminduk, data pribadi yang perlu dilindungi adalah nomor Kartu Keluarga, NIK, tempat tanggal lahir, keterangan tentang kesehatan, NIK ibu kandung dan nama ibu kandung, serta NIK ayah. Data pribadi ini biasanya dikriminalisasi karena pemiliknya tidak sengaja mengumbarnya atau kurang memahami pentingnya melindungi data pribadi. Sebab begitu data pribadi masuk di internet, data seperti di platform ada saja oknum yang bisa mengambil dan meng-hack untuk menggunakannya.

Asep pun mengemukakan alasan utama untuk melindungi data pribadi, yakni menghindari intimidasi online seperti pelecehan seksual maupun perundungan. Termasuk mencegah penyalahgunaan data pribadi seperti penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, menghindari potensi pencemaran nama baik dan hak kendali atas data pribadi.

Sayangnya masih sangat kurang pengetahuan masyarakat mengenai data pribadi. Di media sosial sekarang, bahkan data pribadi diumbar, sebab saat ini orang berlomba menjadi siapa yang paling banyak dilihat siapa yang paling banyak likes bahkan mereka membuat konten yang menarik tapi kurang bermanfaat.

Maka sangat berbahaya kebiasaan menandai map tempat tinggal dan menginformasikan semua aktifitas di sosial media. Termasuk memberikan komentar kurang baik di sosial media. Semua hal yang diunggah melalui sosial media terkait informasi pribadi ini dapat mengundang kejahatan dan sangat berisiko di era digital saat ini.

Webinar Literasi Digital Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning dan Anna Agustina Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila, serta Desi Purnama Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum SMAN 70 Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 28 kali dilihat,  28 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *