BERBISNIS

Cloudera Aktif Perangi Kejahatan Finansial Melalui Platform Terbarunya

Views

Keterangan Foto (Ki-Ka):

Fanly Tanto, Country Manager Cloudera Indonesia; Billie Setiawan, SVP of Enterprise Data Management, Bank Mandiri; P. Irawan S.E, M.Ak, CFE, Peneliti Senior Transaksi Keuangan, PPATK; dan  Steve Totman, Managing Director of Financial Services, Cloudera

 

Kejahatan dunia maya di sektor finansial (financial crime) adalah salah satu masalah serius yang dibahas pada pertemuan G20 baru-baru ini. Kejahatan finansial dapat berdampak sistemik. Transformasi digital dengan peningkatan akses ke pelanggan melalui aplikasi, perangkat, dan lain-lain, di satu sisi semua menjadikan lebih nyaman bagi pelanggan, tetapi di sisi lain membuka jalan baru untuk kejahatan.

Kejahatan finansial kemudian berkontribusi pada terorisme, perdagangan, dan lainnya. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Indonesia (PPATK) mencatat mitigasi pencucian uang dari 2016 hingga 2018 untuk kejahatan perbankan sebesar Rp501 miliar. Berdasarkan statistik modus, tindak pidana bank gelap mendominasi, diikuti kredit fiktif, pemalsuan pembukuan dokumen bank, pembobolan dana nasabah dan penggelapan dana nasabah.

Sementara secara global, diperkirakan gabungan pendapatan yang telah hilang karena kejahatan finansial mencapai USD 1,45 triliun selama 12 bulan. Pada periode yang sama, instansi keuangan global telah menghabiskan USD 1,28 triliun untuk memerangi kejahatan keuangan.

Untuk memerangi kejahatan keuangan, lembaga keuangan terkemuka saat ini akan semakin mengandalkan data, analitik, pembelajaran mesin, dan teknologi AI untuk memanfaatkan informasi yang dibutuhkan, yaitu mengubah data mentah menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Cloudera telah secara aktif membantu lembaga keuangan di seluruh dunia untuk memerangi kejahatan finansial dengan menyediakan platform kejahatan finansial generasi terbaru yang memfasilitasi aplikasi terbaik yang memungkinkan para analis, unit bisnis, dan statistikawan berbagi data dan pengalaman analitik.

Dalam rangka upaya tersebut Cloudera mengadakan panel diskusi bertema Memerangi Kejahatan Finansial dengan Data dan Analisis, acara berlangsung pada hari Kamis di JW Marriott Hotel, Jakarta (17/10). Cloudera telah secara aktif membantu lembaga keuangan di seluruh dunia untuk memerangi kejahatan finansial dengan menyediakan platform kejahatan finansial generasi terbaru yang memfasilitasi aplikasi terbaik yang memungkinkan para analis, unit bisnis, dan statistikawan berbagi data dan pengalaman analitik.

Hadir dalam kesempatan tersebut Fanly Tanto, Country Manager Cloudera Indonesia, P. Irawan S.E, M.Ak, CFE, Peneliti Senior Transaksi Keuangan PPATK, Billie Setiawan, SVP Enterprise Data Management Bank Mandiri, Steve Totman, Managing Director of Financial Services, Cloudera.

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas