BERBISNIS

Cloudera Data Platform Private Cloud (CDP Private Cloud) dapat Mengakselerasi Pencaiapan ROI yang Lebih Cepat

291Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Pengelolaan data yang semakin besar  jumlahnya saat ini bagi perusahaan tentu akan menjadi problem tersendiri, terlebih saat pandemi seperti ini, dimana  peningkatan penggunaan dan jumlah data semakin meningkat. Oleh karenanya memiliki strategi berbasis data akan menjadi kunci dalam membantu mereka dalam mengurangi lingkungan operasional yang semakin tidak menentu dan masa depan yang tidak pasti.

Namun, untuk menjadi benar-benar berbasis data tetap tidak mudah banyak organisasi/perusahaan. Sebagian besar platform berbasis data yang ada tidak dapat memberikan kemampuan analitik di cloud manapun. Padahal, kemampuan analitik dapat memberikan kecepatan dan kelincahan yang dibutuhkan bisnis serta keamanan dan tata kelola yang diperlukan oleh tim TI.

Terkait dengan hal tersdebut, Cloudera  sebagai perusahaan cloud data enterprise hari ini telah mengumumkan pencapaian tertinggi dalam enterprise data cloud melalui peluncuran Cloudera Data Platform Private Cloud (CDP Private Cloud).

CDP Private Cloud dikembangkan untuk hybrid cloud sehingga perusahaan dapat menghubungkan private cloud yang berada di dalam data center perusahaan (on-premise) dengan public cloud secara mudah dengan keamanan dan tata kelola terintegrasi yang konsisten.

Solusi tersebut diklaim akan  mengakselerasi pencapaian ROI bisnis hingga 10 kali lebih cepat.

CDP Private Cloud memodernisasi platform data dengan memanfaatkan penyimpanan dan komputasi yang dipisahkan dengan container dan Kubernetes untuk mengakselerasi pencapaian ROI bisnis hingga 10 kali lebih cepat. Proses ini memastikan penanganan beban-beban kerja penting terpenuhi sesuai tingkat layanan yang disepakati atau Service Level Agreement (SLA) mereka dan dapat mewujudkan visi data cloud hybrid yang lebih konsisten.

Enterprise data cloud memberikan analitik secara mandiri di lingkungan hybrid cloud dan multi-cloud, memberikan nilai dari edge ke AI. CDP Private Cloud yang didukung Red Hat OpenShift melengkapi visi enterprise data cloud dengan arsitektur hybrid yang kuat berbasis Kubernetes. CDP Private Cloud memisahkan komputasi dan penyimpanan agar infrastruktur private cloud dan public cloud yang diimplementasikan menjadi jauh lebih agile, lebih mudah digunakan dan lebih efisien.

Menurut Mark Micallef, Vice President of Asia Pacific and Japan, Cloudera, mengungkapkan bahwa setiap perusahaan atau organisasi berskala besar tidak akan pernah luput dari kompetisi. Apalagi di situasi ekonomi dan persaingan global seperti sekarang ini.

“Untuk itulah mereka harus cermat memanfaatkan data yang mereka miliki, mengolahnya menjadi daya saing yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Ini bukanlah suatu hal yang mudah, karena data tidak akan menjadi semakin kecil. Sebaliknya, data hanya akan menjadi semakin besar dan semakin kompleks, ” ungkap Mark  dalam paparannya saat  acara virtual media briefing  Cloudera, Kamis ( 25/06/2020 ).

“Solusi dari Cloudera dalam visi enterprise data cloud ini pelaku bisnis dapat berstrategi terhadap proses-proses data yang kompleks di berbagai environment cloud, mengatur tata kelola data dan mengaktifkan analitik multi-fungsi dimana pun data tersimpan,” jelas Mark.

Dengan demikian menurut Mark, divisi IT kini dapat menjalankan fungsi analitik di cloud apapun, sehingga bisnis dapat memiliki kecepatan dan agility yang diinginkan dengan keamanan dan tata kelola yang sesuai kebutuhan perusahaan besar.

Sementara itu menurut Fanly Tanto, Country Manager Cloudera Indonesia, mengungkapkan bahwa saat ini data hadir dalam setiap bentuk yang dapat kita bayangkan, dari data terstruktur dan tak-terstruktur dan dari berbagai transaksi serta media sosial, yang banyak pengguna paling aktifnya di dunia adalah orang-orang Indonesia.

“Perusahaan-perusahaan di Indonesia harus dapat mengolah, menganalisis, dan memanfaatkan pasokan data melimpah ini untuk mempertahankan agility bisnis mereka di tengah situasi yang mudah berubah,” kata Fanly, pada kesempatan yang sama.

“Cloudera Data Platform Private Cloud diciptakan untuk mengakselerasi transformasi digital yang memanfaatkan kekuatan data melalui platform yang aman, bisa berjalan di cloud container, dapat diimplementasikan dan ditingkatkan kapasitasnya dengan cepat, efisien, dan simpel,” tegasnya.

Lebih jauh Fanly menjelaskan, Red Hat OpenShift dan CDP Private Cloud bersama-sama membantu menciptakan arsitektur data hybrid-cloud dan multi-cloud yang sangat penting, sehingga berbagai divisi di perusahaan dapat dengan cepat meluncurkan aplikasi-aplikasi penting dan menjalankannya dari mana saja, tanpa mengganggu platform yang sudah ada.

Perusahaan-perusahaan kini bisa mengumpulkan, memperkaya, melaporkan, melayani dan membuat pemodelan data enterprise untuk jenis penggunaan bisnis apapun di setiap jenis cloud.

CDP Private Cloud memodernisasi platform data dengan memanfaatkan penyimpanan dan komputasi yang dipisahkan dengan container dan Kubernetes untuk mengakselerasi pencapaian ROI bisnis hingga 10 kali lebih cepat. Proses ini memastikan penanganan beban-beban kerja penting terpenuhi sesuai tingkat layanan yang disepakati atau Service Level Agreement (SLA) mereka dan dapat mewujudkan visi data cloud hybrid yang lebih konsisten.

CDP Private Cloud dapat meningkatkan kecepatan, skala dan nilai ekonomi cloud-native untuk siklus data yang saling terhubung, sehingga divisi IT dapat memenuhi semua kebutuhan bisnis:

  • Dapat menyediakan layanan analitik data dan machine learning dengan mudah hingga 10 kali lebih cepat dibandingkan dengan solusi manajemen data lawas, dan layanan cloud dapat merespon perubahan-perubahan dalam kebutuhan bisnis dengan lebih agile serta menghilangkan risiko shadow IT.
  • Memenuhi kebutuhan layanan analitik data dan machine learning yang meningkat secara eksponensial melalui arsitektur data hybrid berskala Petabyte yang dapat digunakan secara fleksibel di private cloud dan public cloud. Dengan demikian pencapaian ROI bisnis bisa lebih cepat dan dukungan terhadap workloads kerja yang lebih penting bisa diprioritaskan sesuai kebutuhan.
  • Mengoptimalkan dan membagi infrastruktur komputasi di seluruh siklus hidup data – streaming, engineering, warehousing dan machine learning – sehingga meningkatkan efisiensi dan menekan biaya dengan mengurangi kebutuhan infrastruktur komputasi untuk keperluan analitik data dan replikasi data yang tidak perlu bisa dihilangkan.
  • Memastikan bahwa kebijakan keamanan dan tata kelola bisa diterapkan dengan mudah dan konsisten di hybrid cloud dan multi-cloud sehingga dapat mengurangi risiko munculnya masalah terkait kepatuhan terhadap regulator dan denda akibat masalah tersebut.
  • Investasi di platform berbasis open source memastikan inovasi bisa berlangsung cepat dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan bisnis yang terus berkembang pada saat ini dan di masa yang akan datang

 

Tina Lusiana, Vice President of Business Intelligence and Analytics, Telkomsel, menambahkan, “Platform data Cloudera memungkinkan kami mendapatkan informasi penting yang sangat  berharga mengenai subscriber, jaringan dan bisnis untuk meningkatkan pengalaman subscriber, menghadirkan layanan yang bisa dipersonalisasi dan mempengaruhi pengembangan layanan-layanan baru.

“Enterprise data cloud memungkinkan perusahaan-perusahaan memanfaatkan data yang luar biasa besar di lingkungan hybrid-cloud dan multi-cloud yang aman dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di era yang sangat kompetitif saat ini, ” ungkap Tina yang ikut hadir dalam acara acara virtual media briefing  Cloudera, Kamis ( 25/06/2020 ) tersebut.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: