Content Creator Harus Sesuaikan Pemilihan Platform Digital dengan Target Market

  • Whatsapp


JAKARTA,– Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi menggelar acara webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I di Kabupaten Majalengka pada Kamis, (10/6/2021).

“Kecakapan digital harus ditingkatkan dalam masyarakat agar mampu menampilkan konten kreatif mendidik yang menyejukkan dan menyerukan perdamaian. Sebab, tantangan di ruang digital semakin besar seperti konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital,” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka program Literasi Digital Nasional.

Salah satu nara sumber yang hadir dalam webinar kali ini adalah Reza Hidayat, CEO Oreima Films yang memberikan pemahaman dasar digital skills secara khusus digital skills untuk pelaku industri kreatif. Reza itu dia juga memberikan wawasan dan berbagi pengalamannya bertahan di tengah pandemi covid-19 dengan memiliki digital skills.

Pelaku industry kreatif dapat terus berkembang dengan memanfaatkan digital skills yang baik. Namun bagi Reza yang sudah memproduksi belasan film, mengatakan ada satu hal yang menjadi kunci saat berkarya di bidang kreatif seperti membuat konten.

“Setiap konten yang coba kita ciptakan harus punya value unik dan bisa kasih rasa ke penonton, khalayak misal bisa bikin terharu sedih atau bisa kasih semangat,” ujar Reza.

Lalu bagaimana agar bisa seperti itu? Reza pun berbagi sedikit ilmu, yaitu dengan membuat konten menjadi personal, namun yang bisa diingat segala sesuatu di ranah digital umurnya panjang. Sehingga content creator juga harus memikirkan apakah konten yang dibuatnya bisa tetap bagus dan bisa dinikmati hingga sekiranya 5 tahun ke depan.

Menurut Reza, saat bisa membuat konten yang memiliki nilai, unik, dan bersifat personal maka para sponsor yang ingin beriklan pun akan mendekat. “Karena di zaman sekarang salah satu yang penting adalah kolaborasi agar bisa mendukung dan membiayai konten kita,” tutur Reza.

Reza mengungkapkan, di masa pandemi saat perubahan datang dan semua orang tidak pernah tahu sampai akan kapan. Hal yang ikut berubah adalah kebiasaan, di mana orang saat ini pun memiliki pola kebiasaan yang baru di kehidupannya. Bila dulu untuk menonton film pergi ke bioskop, maka setelah pandemi orang lebih banyak nonton streaming, dan beberapa kebiasaan yang berubah.

Di sinilah content creator bisa mendapat tempat dengan membuat konten di berbagai platform seperti YouTube, Instagram, maupun yang terbaru dan sedang naik daun TikTok. Dengan adaptasi kebiasaan baru, content creator juga perlu mempertimbangkan menentukan platform yang tepat dari target marketnya.

Webinar Literasi Digital merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Rachel Octavia, Founder The F People, Muhammad Arifin dari TIK Indonesia, dan Firzie A. Idris dari Kompas.com. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 29 kali dilihat,  29 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *