BERBISNIS

Dicky Firmansyah Napitupulu – Digital Entrepreneur Muda Beromzet Miliaran

84Views

 

Besarnya  potensi industri digital di Indonesia membuat para pelaku industri digital meyakini bahwa Indonesia akan menjadi pelaku besar dalam sektor ini. Bayangkan saja, potensi industri digital ini naik setiap tahunnya. Dalam enam tahun terakhir (2012-2018), industri digital di Indonesia tumbuh 9,98-10,7 persen per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Bahkan Pemerintah memperkirakan potensi industri digital di Indonesia mencapai US$130 miliar pada tahun 2020. Besarnya potensi industri digital ini yang mendorong Dicky Firmansyah Napitulu membangun bisnis digitalnya di usia yang terbilang cukup muda, yakni 20 tahun. Lewat tangan dinginnya, di bawah bendera PT DFN Digital Indonesia, lahirlah DFN Production (ig: @dfn_production) pada tahun 2015.

Jaringan bisnis pria kelahiran Lampung tahun 1995 ini meluas hingga melibatkan para Youtubers dan artis papan atas ( Atta Halilintar, Awkarin, Baim Paula, Arief Muhammad dan masih banyak lagi). Berkat kegigihan dalam bidang usaha Production  yang dirintis pada tahun 2016, DFN Production berhasil memproduksi musik dan video untuk beberapa talent yang tergabung di dalam management ini.

Sebelumnya, Dicky pernah menjadi seorang selebtweet pada periode 2009-2015 dengan menggunakan akun @dickyfirmanzyah dimana sampai saat ini berjumlah 400.000 pengikut (follower) serta akun instagram @dickyfirmanzyah yang memiliki 180.000 pengikut (follower).

Tak puas dengan satu usaha, pria yang akrab dipanggil Dicky ini, membidani lahirnya dua usaha sekaligus, yakni DFN DFN e-Sports (ig: @dfn_esports), dan Benefine Management pada tahun 2018.

Khusus untuk DFN-eSports ini, Dicky melihat potensinya yang sangat besar saat ini, bahkan digandrungi anak-anak millennial, tak hanya di Indonesa bahkan dunia. “DFN-eSports yang saya bangun, meski terbilang tim baru namun sudah menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. Salah satu prestasinya adalah (Juara 1 MNCFEST 2019, Juara 3 Piala Presiden Jabodetabek 2018, Juara 3 Ultimo Hombre Surabaya 2018, Juara 1 Alteration At Campus UNTAR Jakarta 2018 dan masih banyak lainnya). Kini DFN-eSports terus berkembang dan akan menorehkan prestasi lainnya di berbagai event,” ujarnya.

Dicky menargetkan di tahun 2020 ini, DFN-eSports akan ikut berbagai kejuaraan eSports baik tingkat nasional, Asia bahkan dunia. “Berbagai persiapan sudah kita lakukan, terutama mengasah kemampuan para anggota tim. Kita juga telah beberapa kali latih tanding dengan tim-tim kelas dunia. Semua ini untuk mencapai target tersebut,” ujarnya.

Sedangkan untuk bidang entertainment, anak muda lulusan LP3I Bandung ini, telah mendirikan Benefine Management, sebuah perusahaan yang fokus untuk management artis dan endorse management. Dicky mengakui bahwa Benefine Management ini akan menghadirkan perusahaan yang menggarap para talent dengan konsep berbeda di bandingkan perusahaan yang sejenis. “Kita sudah mulai banyak dikenal dengan kalangan para artis dan talenta-talenta berbakat Tanah Air. Hal ini tak lepas dari konsep yang kami hadirkan berbeda dengan perusahaan sejenis lainnya,” ujarnya.

Dicky menyebutkan sejumlah artis dan Youtubers yang kini berada di naungan Benefine Management, di antaranya (Efkahfajar, Yudi Syahputra, Ewok, Dan masih banyak lagi). “Totalnya sudah mencapai 50 orang artis dan 120 orang Youtubers bertalenta,” ujarnya.

Ditipu Rekan Kerja

Dalam menjalankan bisnisnya, berbagai tantangan termasuk jatuh-bangun juga dihadapi oleh Dicky. Meski masih muda, namanya telah melejit di kalangan pelaku industri digital. Sering bekerja dengan sederet artis papan atas seperti, Baim Paula dan youtuber papan atas seperti  Atta Halilintar, membuat nama Dicky Firmanzyah banyak dikenal di kalangan artis dan management artis  lainnya.

Ketenaran ini pula yang membuat ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan Dicky dengan tawaran bisnis yang cukup menggiurkan. Salah satunya seperti terjadi pada Juli 2019 dimana Dicky diajak bekerjasama bisnis dengan sebuah perusahaan (Agency pemerintahan) yang berlokasi di Bandung. Untuk kerjasama bisnis ini, Dicky diminta menanamkan investasi sebesar Rp 1 miliar. “Saya positive thinking saja. Bisnisnya jelas, pengelolanya juga jelas. Jadi, bisa dipertanggung jawabkan,” ujarnya.

Namun, kenyataannya berbicara lain. Setelah membuat perjanjian dan bertemu rekan bisnis tersebut di kantornya tetapi sampai dua bulan tidak ada kabar dan hasil bisnisnya pun nol besar. “Ya, saya tertipu. Ternyata perusahaan tersebut fiktif dan sudah melakukan kejahatan dengan menggelapkan dana hingga Rp 8 miliar, termasuk dana saya yang ada di dalamnya,” ujarnya.

Tetapi Dicky Firmansyah N tidak patah semangat dengan musibah yang menimpanya. Bahkan Benefine Management yang baru didirikan pada tahun 2019 sudah memiliki lebih dari 30 client dari dalam dan luar negeri yang bekerjasama dengannya. “Dari kejadian in, saya memperoleh pelajaran sangat berharga untuk selalu lebih berhati-hati dalam memilih rekan bisnis dan harus tetap semangat berjuang terus untuk lebih maju dan sukses kedepannya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bukan isapan jempol. Pengusaha muda ini baru berusia 24 tahun ini mampu menorehkan karya dan prestasi yang cukup luar biasa. Dengan tiga bisnis utamanya tersebut, Dicky mampu menghasilkan omset hingga Rp 7 miliar per tahun. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Dicky sendiri masih akan terus memberikan inovasi-inovasi didalam dunia bisnis dan dia berharap bisa memberikan kontribusi terbaik bagi negeri ini.

Karyawan yang DFN Digital Indonesia saat ini (termasuk tiga bidang usaha tersebut) telah mencapai 10 orang. “Saya terus berkomitmen memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri digital Tanah Air sekaligus mendorong anak-anak muda milenial untuk berkarya dan menorehkan prestasi positif. Semua ini akan mampu mengharumkan nama banga dan Negara Indonesia di kancah dunia,” tegasnya.

 

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: