Digitalisasi Bisnis Properti, Dongkrak Penjualan PT Dafam Property Indonesia Tbk

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM – SEMARANG, Pandemi Covid-19 berpengaruh banyak terhadap semua sektor, tak terkecuali sektor properti. Para pelaku bisnis tidak mempunyai pilihan, kecuali beradaptasi diantaranya dengan mengadopsi digitalisasi.

Hari ini (31/8), mungkin agak sulit bagi sebagian orang untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari tanpa keterlibatan teknologi digital. Hampir semua sektor bisnis mulai memanfaatkan era digital, seperti sektor pangan, komunikasi, energi, keuangan, kesehatan, industri properti dan lainnya.

Bicara industri properti, sektor ini pun tidak luput dari disrupsi digital. Dahulu untuk menjual properti para agen properti atau broker harus bersusah payah menyebarkan brosur dan menyelenggarakan berbagai event. Sekarang mereka hanya perlu beriklan di marketplace dan memanfaatkan media sosial.

Pemanfaatan era digital, terutama di masa pandemi seperti ini sangat memudahkan dan menguntungkan perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan penjualan unit properti, insight dari hasil media sosial dan testimoni dari konsumen langsung. Peningkatan penjualan properti bisa dilakukan dengan beberapa strategi seperti memanfaatkan iklan media, social media marketing (Instagram, facebook, whatsapp, marketplace), website profesional dan lainnya.

Masa PPKM yang diperpanjang tidak lantas membuat Dafamland pantang menyerah. Dalam upaya pemanfaatan era digital, PT Dafam Maju Bersama yang merupakan entitas anak perusahan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM), telah menggunakan semua platform digital yang potensial, mulai dari pengelolaan website, social media dan beberapa aplikasi telepon genggam dengan tujuan memudahkan akses komunikasi ke konsumen dan calon konsumen.

“Perpanjangan PPKM darurat sangat memberikan hambatan bagi perusahaan dan menuntut perusahaan beradaptasi. Dengan diterapkannya digitalisasi sejak pertengahan tahun 2020 lalu, saat ini target penjualan kami mencapai 48% pada akhir kuartal I tahun 2021 ini. Akad jual beli yang sudah kami capai yaitu 57 unit”, ujar Direktur Dafamland PT Dafam Property Indonesia Tbk Wijaya Dahlan.

Selama masa pandemi ini, dengan digiatkannya aktifitas digital marketing, memberikan efek peningkatan 21,54% jumlah pengunjung di website Dafamland, dari sebelumnya yang hanya 6.668 kunjungan, menjadi 8.104 netizen (26/08/21).

Wijaya menambahkan, selain website, kami juga melakukan penetrasi pada berbagai platform social media. Misal social media facebook, kami berhasil memperoleh kenaikan jangkauan hingga 225% dari periode sebelumnya. Sebagai gambaran pada November 2020 hingga saat ini Dafamland telah menjangkau 460.000 target market yang telah ditetapkan. Untuk Instagram Dafamland telah menjangkau 155.029 orang, dan dari 155 ribu jangkauan tersebut bukan merupakan follower Dafamland.

Tidak dipungkiri di masa sekarang ini, banyak pengaruhnya pada sektor properti. PPKM yang belum tahu sampai kapan berakhir tidak lantas membuat salah satu entitas anak perusahaan PT Dafam Property Indonesia Tbk ini lesu dan menyerah. Dafamland optimis mampu meningkatkan penjualan dan insight media sosial di quartal ke empat ini.

 5 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *