Digitalisasi Sarana untuk Jadi Kreatif dan Produktif

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Potensi internet dan perkembangan dunia digital diramalkan bakal semakin maju sehingga setiap individup perlu memanfaatkannya sebagai ruang kreatif dan produktif. Diketahui pertumbuhan pengguna internet selama pandemi yang mencapai 15,5% atau bertambah 27 juta pengguna baru. Kini total pengguna internet sudah 202,6 juta.

Andry Hamida Head of Visual Brand Hello Monday Morning mengatakan, budaya kreatif dan produktif di era internet sekarang perlu menjadi gagasan yang dibangun setiap orang. Sebab jangan sampai aktivitas berinternet ternyata tidak memberikan manfaat apapun.

“Perkembangan dunia digital ini luar biasa, jika tidak mengikuti kita pasti bakal ketinggalan,” katanya lagi,” Ujar saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Kamis (18/11/2021).

Dia mengatakan, dengan segala peluang tersebut siapa saja yang kreatif dan produktif di dunia digital akan mendapatkan peluang tanpa batas. Bahkan menurutnya Indonesia bisa menjadi maju dengan budaya kreatif dan produktif. Budaya tersebut bisa tercipta melalui proses belajar dari lingkungan dan karena pengaruh pola pikir yang kemudian melekat pada diri manusia.

Budaya sendiri menurutnya tak terbatas pada kesenian, rumah adat, maupun warisan nenek moyang saya. Secara luas budaya yang bisa disebarkan secara produktif di internet merupakan kebiasaan atau pola hidup misalnya sekarang budaya menggunakan gawai yang dipergunakan untuk sarana berkarya.

“Budaya kreatif dan produktif di era internet ini bisa diaplikasikan dalam bentuk membagikan unggahan semangat positif dan bermanfaat bagi lingkungan di media sosial pribadi,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Depok, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dee Ferdinand, B2B Digital Strategy Coach, Irma Nawangwulan, Kepala Program Studi Business & Management St Ganriel’s Pre University, Idayanti Sudiro, Certified Life and Wellness Coach, dan Inge Indriani, Founder Bumbukatjangkoe.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 4 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *