Dominasi Populasi Milenial Bisa Dimanfaatkan Sebagai Target Market

  • Whatsapp


JAKARTA,- Data sensus penduduk mengungkapkan kalangan milenial di Indonesia mendominasi sekitar 34% jumlahnya.

Kaum milenial ini merupakan mereka yang terlahir di tahun antara tahun 1980 hingga 2000. Kaum milenial dicirikan sebagai orang yang kreatif dalam berpikir ide-ide baru, selalu aktif di media sosial, dan berani mengutarakan diri.

Milenial bahkan bisa menjadi target market produk, hingga menjadi pembawa pesan karena tingkat kesibukannya dalam menggunakan media sosial.

Para milenial juga dapat memanfaatkan segala kelebihannya sebagai generasi yang lahir di era peralihan dari analog ke digital untuk menghasilkan pundi-pundi uang.

Sebab kreatifitasnya pun dibutuhkan, dalam industri yang kini memanfaatkan digital skills seperti kemampuan profesi yang berhubungan dengan graphic desain, editing video, hingga menjadi YouTuber, influencer, sosial media specialist maupun content creator.

“Bagi profesional Linkedin itu wajib, update dan berikan foto profil yang bagus pakai jas. Kalau YouTube untuk mendapatkan subscriber cukup sulit, maka Instagram wajib apalagi kalau ingin mengenalkan produk. Tapi sekarang yang lagi jadi viral itu TikTok,” kata Daniel Hermansyah CEO Kopi Chuseyo saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, Jum’at (16/7/2021).

Dia mengungkapkan tanpa diduga TikTok ternyata bisa menghasilkan jumlah penonton lebih banyak dan TikTok bukan sekadar aplikasi joget saja tetapi bisa untuk branding sebuah bisnis. Buat video unik yang sekiranya akan viral, tak ada salahnya mencoba platform baru tersebut.

Dengan tujuan marketing, sebuah bisnis harus mempelajari bagaimana brand bisa dikenal dulu oleh khalayak. Brand besar pastinya memiliki budget untuk beriklan, namun untuk bisnis skala pemula tentunya saat ini media sosial menjadi sarana yang mudah dan murah, serta akan langsung tepat sasaran.

Di samping memunculkan brand awareness, komunikasi dengan pelanggan harus mudah karena itu cantumkan kontak di bio, sehingga sekali klik calon costumer bisa menghubungi. Sigap dan cepat saat membalas DM di Instagram juga sangat dianjurkan.

Selanjutnya memudahkan pelanggan membeli produk, misalnya dengan sistem pembelian di marketplace. Kemudian buat pelanggan menjadi loyal dan memberitahukan produknya kepada relasinya sehingga ada duplikasi pembelian terus-menerus.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Depok, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Chika Amalia, Public Figure Branding & Partnership, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel Pariwisata IULI, dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

 91 kali dilihat,  21 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *