Dominasi Populasi Milenial Potensial Jadi Sasaran Target Digital Marketing

  • Whatsapp


JAKARTA,- Menurut sensus penduduk jumlah populasi usia milenial di Indonesia mendominasi sekitar 34%. Kaum milenial ini merupakan mereka yang lahir di tahun antara tahun 1980 hingga 2000 dengan rentang usia 21 tahun hingga 40 tahun. Kaum milenial memiliki karakter kreatif dalam berpikir ide-ide baru, selalu aktif di media sosial, dan berani mengutarakan diri.

Milenial bahkan bisa menjadi target market produk, hingga menjadi pembawa pesan karena tingkat kesibukannya dalam menggunakan media sosial cukup tinggi. Para milenial juga dapat memanfaatkan segala kelebihannya sebagai generasi yang lahir di era peralihan dari analog ke digital untuk menghasilkan pundi-pundi uang.

“Kreatifitas kaum milenial dibutuhkan, dalam industri yang kini memanfaatkan digital skills seperti kemampuan profesi yang berhubungan dengan graphic desain, editing video, hingga menjadi YouTuber, influencer, sosial media specialist maupun content creator,” kata Daniel Hermansyah CEO Kopi Chuseyo saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Selasa (10/8/2021).

Lebih jauh dia mengatakan berbagai platform media sosial dapat digunakan, tanpa diduga TikTok ternyata bisa menghasilkan jumlah penonton lebih banyak dan TikTok bukan sekadar aplikasi joget saja tetapi bisa digunakan untuk branding sebuah bisnis. Sehingga membuat video unik yang sekiranya akan viral tak ada salahnya dengan platform baru tersebut.

Menurut Daniel, dengan tujuan marketing sebuah bisnis harus mempelajari bagaimana brand bisa dikenal dulu oleh khalayak. Brand besar pastinya memiliki budget untuk beriklan, namun untuk bisnis skala pemula tentunya saat ini media sosial yang penggunanya sebagian besar milenial menjadi sarana yang mudah dan murah, serta akan langsung tepat sasaran.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dedi Junaedi, Sekretaris Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jawa Barat, Efrizal Zaida, Praktisi dan Dosen STT Nurul Fikri, serta Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 8 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *