BERBISNIS

Dukung Industri Kreatif dan Gaya Hidup – “Likuid” Resmikan Online Platform Pendanaan dan Investasi

55Views

Ket  foto :  Kenneth Tali (kiri) dan  Budi Sukmana (COO Likuid) saat peresmian platform layanan Likuid.

 

Perusahaan finansial teknologi PT Likuid Dana Bersama (“Likuid”) telah resmi meluncurkan online platform pendanaan dan investasi crowdfunding (urun dana) ke publik. Likuid meluncurkan  platform pendanaan dan investasi ini sebagai alternatif crowdfunding  yang fokus pada industri kreatif dan gaya hidup (creative & lifestyle). Langkah ini dilakukan guna menjawab salah satu hambatan utama pegiat industri, yakni terbatasnya akses permodalan.

Melalui platform tersebut, Likuid dapat menghubungkan pelaku usaha (fundraiser) dan masyarakat pemodal (investor)  melalui skema Project Financing dimana masyarakat dapat berinvestasi langsung kepada pemilik proyek  dengan potensi imbal hasil 12% sampai dengan 20%.

Hal itu sesuai dengan  tema yang diusungnya “Access Granted” yang bermakna “akses terbuka”, untuk memperkuat pertumbuhan industri kreatif dan gaya hidup (lifestyle) di Indonesia dengan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha, serta akses investasi yang  terjangkau bagi masyarakat.

Fokus Likuid terhadap industri kreatif dan gaya hidup berangkat dari situasi di mana masih banyaknya pelaku usaha di bidang ini yang kurang bisa memaksimalkan karyanya karena terhimpit modal kerja yang terbatas. Padahal, untuk bisa terus bersaing dan mengikuti tren, pelaku industri ini juga perlu disokong dana yang tidak sedikit.

Kondisi tersebut juga ditunjukkan dengan data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tahun 2017 di mana sekitar 92,37% pelaku industri kreatif di Indonesia masih mengandalkan modal pribadi dan belum menerima akses permodalan dari pihak lain selain Bank. Sementara akses permodalan alternatif lainnya masih didominasi oleh investor high net-worth saja.

 

 

 

 

Ket.  foto ( dari kiri ) : Fajar Faisal (Stellar Indonesia), Donny Pramono Ie (Sour Sally Group), Kenneth Tali (CEO & Founder Likuid), Elbert Toha (ADX Asia), Andibachtiar Yusuf (Capo dei Capi), pada saat sesi diskusi bersama perwakilan dan calon project owners.

 

CEO dan Founder Likuid, Kenneth Tali,  mengungkapkan bahwa produk industri kreatif dan gaya hidup sangat dekat dengan masyarakat, seperti hiburan, kuliner, fashion, kecantikan, dan kesehatan. Inovasi produk dan pelaku usaha industri ini juga terus meningkat.

“Oleh karena itu, kami percaya bahwa untuk memperkuat industri ini diperlukan partisipasi masyarakat luas, tidak hanya sebagai konsumen namun juga sebagai investor. Di sinilah Likuid berperan membuka akses permodalan bagi pelaku usaha dan akses investasi bagi masyarakat umum. Harapan kami, bisnis-bisnis industri kreatif menjadi lebih ramah dijangkau untuk semua kalangan, termasuk investor pemula,” ungkap Kenneth saat peluncuran platform tersebut di Jakarta, Kamis ( 6/02/2020 ).

Lebih jauh Kenneth mengungkapkan bahwa untuk menghadirkan skema pendanaan bisnis dan investasi yang ideal bagi kedua belah pihak, Likuid menciptakan skema Project Financing yang berbasis revenue sharing atau pembagian pendapatan dan profit sharing atau pembagian keuntungan, dimana potensi imbal hasil untuk investor sebesar 12% hingga 20%.

Skema ini menurut Kenneth, memungkinkan investor dapat berinvestasi secara kolektif (atau disebut dengan urun dana) dengan minimal pendanaan Rp 100,000. “Ketentuan minimal dana investasi yang relatif rendah ini sekaligus menunjukkan upaya Likuid agar kesempatan investasi ini berlaku bagi semua kalangan masyarakat,” jelasnya.

“Likuid menargetkan menjaring 2.500 pengguna dalam kurun waktu empat bulan usai resmi meraih status terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini Likuid beroperasi dengan status tercatat di regulatory sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Juli 2019,” tambahnya.

“Demi memberikan dampak produktivitas yang visible bagi industri ini, Likuid menargetkan dapat menyalurkan pendanaan sebesar 40 miliar di tahun 2020. Ada enam sektor bisnis yang menjadi sasaran Likuid, yaitu kuliner, hiburan (film, serial, dan konser), e-sports, kecantikan, kesehatan, dan startup. Di tahap awal ini, Likuid telah mempersiapkan empat proyek pendanaan perdana yang segera diluncurkan ke publik, ” tutup Kenneth.

Saat ini, masyarakat (calon investor ) sudah dapat melakukan registrasi pada website Likuid (www.liku.id) dan mengetahui proyek pendanaan yang resmi dibuka. Likuid menargetkan calon investor sudah dapat mulai bertransaksi di website-nya dalam akhir bulan Februari ini.

Meski baru diluncurkan, ternyata platform urun dana  Likuid  ini sudah dapat memperkenalkan empat proyek pendanaan yang tengah disiapkan untuk publik.

Proyek tersebut terdiri dua proyek pertama yang sudah resmi terdaftar, yaitu Film Dealova 2 dari rumah produksi film dan karya visual PT Capo dei Capi (“Capo dei Capi”), dan Penempatan Iklan dari platform marketplace media iklan dan promosi PT ADX Asia Indonesia (“ADX Asia”), kemudian dua proyek lainnya yang sedang dalam tahap finalisasi kerjasama, yaitu Pembukaan Jaringan Baru Minuman “Gulu-Gulu” dari produsen makanan dan minuman PT Berjaya Sally Ceria (“Sour Sally Group”), dan Perhelatan Konser dan Pertandingan Olahraga skala Internasional dari penyedia jasa konsultasi dan promotor acara PT Stellar Indonesia (“Stellar Indonesia”).

Proyek pendanaan pertama yang terdaftar di Likuid yaitu Film Dealova 2 yang tengah digarap oleh CEO dan Sutradara Rumah Produksi Capo dei Capi Andibachtiar Yusuf. Andibachtiar yang juga merupakan Sutradara Film Love For Sale 1&2.

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: