Majalah Eksekutif

Dukung Koperasi Digital – INKOWAPI Kembangkan 30 Ribu Warung Tradisinal Menjadi “ Warung Zaman Now”

Dukung gagasan Presiden Jokowi untuk mendigitalisasi koperasi  di Indonesia, Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) menyambut gagasan tersebut dengan sangat antusias. Bahkan sebenarnya Inkowapi telah melakukan persiapannya ke arah itu sejak hampir dua tahun lalu.  Inkowapi telah mempersiapkan  sebuah platform jaringan usaha secara online bagi warung tradisional menjadi warung digital alias Warung  ‘Zaman Now’, dengan cara sederhana dan efektif.

Tujuan dari program digitalisasi koperasi tersebut  menurut Ketua Umum Inkowapi Sharmila Yahya, tak lain  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya bagi anggota dan  binaan Inkowapi.

“Saat ini kita berada di era digitalisasi. Internet membawa perubahan dunia yang sangat revolusioner. Internet menjadikan dunia sebagai Negara global tanpa batas, semua terhubung dan terkoneksi menjadi satu. Jika koperasi tidak masuk ke dalam dunia digital, maka akan ditinggal oleh perkembangan pesat bisnis online yang sudah menggusur peran model bisnis konvensional,” ujar Sharmila pada wartawan saat media gathering di Jakarta , Jumat (20/7/2018).

Saat ini, kata Sharmila, Inkowapi telah masuk dan hijrah ke management berbasis digital. Mulai dari mengelola anggota, kelembagaan, program, unit-unit bisnis dan keuangan, semuanya menggunakan system digitalisasi. Tujuannya agar lebih transparan, serta program berjalan lebih cepat dan dapat diakses oleh anggota, organisasi, maupun pihak-pihak terkait lainnya.

Lebih lanjut menurut Sharmila,  Inkowapi kini telah  menerapkan manajemen berbasis digital. “Selain melalui website dan media sosial, kami memiliki platform aplikasi (Apps), di mana seluruh anggota Inkowapi yang jumlahnya sekitar 3 jutaan, dapat men-down load aplikasi tersebut. Melalui aplikasi tersebut, mereka dapat mengakses berbagai informasi hingga jadwal kegiatan yang digelar Inkowapi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, proses digitalisasi koperasi yang dilakukan  Inkowapi juga diterapkan  pada tingkat warung-warung kecil binaan Inkowapi. Mulai Januari 2018 lalu misalnya, Inkowapi telah menggelar program “Digitalisasi Warung”. Tak kurang dari 100 warung di wilayah Jabodetabek dan pulau Jawa dibekali mesin Point of Sales (POS) portable berbasis Android  semacam mesin EDC,  hasil rancangan Sharmila sendiri.

Perangkat POS portable tersebut bisa berfungsi seperti layaknya perngkat komputer di kasir minimatket. Dengan POS  tersebut pemilik warung dapat mengetahui transaksi yang terjadi di warung, barang-barang apa saja yang mudah terjual (fast moving), hingga bekerja sama dengan partner sebagai agen pembayaran BPJS, lsitrik, PBB, PAM, dan sebagainya. Karena  mesin Pos tersebut dapat menerima  alat pembayaran dengan kartu ATM gesek, chip, atau dengan sistem barcode.

Berdasarkan pengalaman dengan  model warung digital yang telah dibekali dengan perangkat POS tersebut, menurut Sharmila ternyata hasilnya cukup menggembirakan. Pasalnya, menurut Sharmila , dengan digitalisasi tersebut, pendapatan pemilik warung mampu tumbuh 50-60%.

“Selain itu, kami juga mendukung 100 warung itu berupa permodalan untuk sembako dengan term of payment setiap dua minggu dan  hasilnya sangat memuaskan,  tidak ada kredit macet, alias NPL  nya nol, “ ujar Sharmila bangga.

Atas dasar itu menurut Sharmila, pihaknya akan mengembangkan model bisnis tersebut dengan mengembangkan lebih banyak lagi pesertanya.  “ Setelah sukses dengan 100 warung tersebut, dalam waktu dekat Inkowapi akan menggelar program Digitalisasi Warung kepada 30 ribu warung binaannya yang tersebar di 5 provinsi (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur), “ ujar Sharmila optimis.

“Selain mendapatkan perangkat POS portable, mereka juga akan memperoleh permodalan sembako senilai maksimal Rp 50 juta per warung. Saat ini, kami tengah memasuki tahap pendataan warung-warung tradisional untuk diikutsertakan pada program Digitalisasi Warung,” pungkasnya.

Tujuan jangka panjang dari program digitalisasi koperasi Inkowapi,  menurut Sharmila, selain meningkatkan  kesejahteraan  masyarakat, diharapkan pula  melalui koperasi  masyarakat dapat lebih mengembangkan lagi ke pasar global yang lebih luas, seperti yang akan dilakukan Inkowapi  mengekspor produk kuliner rendang ke manca negara.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas