BERBISNIS

Dukung  Program Pengurang Sampah Plastik  

160Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

 Sebagai bentuk nyata dari komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi atas permasalahan sampah,  PT Unilever Indonesia, Tbk. memperkenalkan Refill Station pertamanya yang berlokasi di Saruga Package-free Shopping Store, Bintaro. Hadir di tengah semangat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020, proyek ini menjadi salah satu upaya perusahaan mendukung pemerintah Indonesia wujudkan ‘Indonesia Bebas Polusi Plastik pada Tahun 2040’.

Nurdiana Darus, Head of Corporate Affair & Sustainability Unilever Indonesia menyampaikan bahwa sampah plastik masih menjadi masalah besar dunia, termasuk di Indonesia.

“Unilever percaya bahwa hal ini akan dapat diatasi jika semua pihak saling bahu membahu dan bekolaborasi. Proyek uji coba Refill Station yang hari ini kami perkenalkan adalah bagian dari upaya kami dalam memberikan pilihan kepada konsumen y ang ingin menggunakan produk kami sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai,” ujar Nurdiana Darus, yang akrab disapa Ade, saat peluncuran pilot projec di Jakarta, Selasa ( 25/02/2020).

Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa kehadiran Refill Station ini merupakan salah satu contoh penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy) yang selama ini dijalankan oleh Unilever Indonesia, yakni mengedepankan pentingnya unsur penggunaan kembali dan daur ulang, serta mereduksi penggunaan plastik. Hal ini sejalan dengan komitmen Unilever secara global untuk paling lambat pada tahun 2025 mengurangi setengah dari penggunaan virgin plastic atau plastik baru, mempercepat penggunaan plastik daur ulang, serta mengumpulkan dan memproses kemasan plastik lebih banyak daripada yang dijualnya.

Sementara itu, Ujang Solihin Sidik, S.Si., M.Sc., Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menyampaikan “Baru-baru ini kami menetapkan ‘Peta Jalan Pengurangan Sampah Plastik oleh Produsen’, dimana kami menargetkan produsen untuk bisa mengurangi sampah yang berasal dari produk dan atau kemasan produk sebesar 30% pada tahun 2029.

“Target tersebut akan tercapai jika produsen terus melakukan inovasi dan membantu mengedukasi konsumen untuk menerapkan gaya hidup yang lebih bijak dalam menggunakan plastik serta mengelola sampah dari rumah tangga. KLHK sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Unilever dan Saruga dalam menghadirkan Refill Station ini,” ujarnya.

Proyek ini juga mendapatkan apresiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia. Nani Hendiarti, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia menyampaikan, “Indonesia dikelilingi oleh pesisir dan lautan yang memiliki banyak potensi. Namun saat ini kondisinya memprihatinkan karena banyaknya sampah. “

“Oleh karena itu, tahun lalu kami mencanangkan ‘Gerakan Indonesia Bersih’, sebuah aksi bersama untuk mengurangi dampak buruk sampah plastik dimana salah satu fokus utamanya adalah mensosialisasikan program pengembangan sistem pengelolaan sampah. Kami percaya penuntasan permasalahan sampah tidak hanya menjadi pekerjaan satu instansi saja, melainkan menjadi tugas bersama,” ujar Nani.

Saat ini konsumen di berbagai belahan dunia ingin ikut berperan dalam melestarikan lingkungan, sehingga kehadiran bulk store atau pack-free store tidak lagi menjadi sebuah trend, melainkan kebutuhan. Tercatat setidaknya ada 24 bulk store di Indonesia, salah satunya adalah Saruga.

Adi Asmawan, pemilik Saruga Package-free Shopping Store berujar, “Kami melihat Unilever Indonesia memang memiliki komitmen jangka panjang untuk membantu mengatasi permasalahan sampah, khususnya plastik. Mereka tidak hanya terus berinovasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen namun juga menjadi salah satu perusahaan yang sangat memerhatikan bagaimana produknya dapat membawa dampak positif bagi lingkungan maupun komunitas. Tentunya visi ini sejalan dengan Saruga, sehingga kami sangat menyambut baik peluang kerja sama untuk memberikan alternatif kepada konsumen agar lebih bijak dalam menggunakan plastik.”

Sambutan yang positif juga datang dari Tasya Kamila, selebritas pecinta lingkungan, “Ketika sekolah di Amerika aku sangat akrab dengan bulk store yang mengajak konsumen membawa kemasan botol bekas atau kosong ketika berbelanja kebutuhan sehari-hari mereka. Sekarang aku seneng banget konsep toko ini makin berkembang di Indonesia, ditambah lagi Unilever Indonesia juga turut memperkenalkan Refill Station-nya di Saruga. Aku percaya gagasan ini dapat membantu kita lebih mudah berbuat baik untuk lingkungan serta mengurangi sampah rumah tangga yang selama ini menjadi kontributor terbesar untuk limbah plastik.”

Sederetan brand Unilever Indonesia seperti Rinso, Molto, Sunlight, Superpell, Lifebuoy, Clear, Dove, Sunsilk, TRESemmé, Love Beauty and Planet, dan Bango akan dapat ditemukan di Saruga yang berlokasi di Bintaro Sektor 1. Untuk berbelanja, masyarakat cukup datang dengan membawa kemasannya sendiri untuk diisi ulang.

“Kami berharap kehadiran Refill Station Unilever Indonesia ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik Unilever, Saruga, pemerintah, regulator dan juga masyarakat. Semoga nantinya inisiatif ini dapat menjadi alternatif model bisnis baru yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan,” tutup Ade.

 

 

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: