Duta Gizi JAPFA Foundation Sambangi Banjarmasin

  • Churry
  • 31 Januari 2018
  • 0

Duta Gizi JAPFA Foundation, Maria Harfanti, terus berupaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan makanan sehat untuk kelangsungan generasi Indonesia yang berkualias. Kali ini giliran menyambangi kota Banjarmasin Kalimantan Selatan dengan menggelar talkshow bertajuk “Wagas Baimbai Wan Pola Hidup Gizi Seimbang”.

Dalam kesempatan itu, Maria Harfanti mendesak para pemangku kepentingan baik dari bidang sains/akademis, sosial-ekonomi dan industri kreatif, agar ikut turun tangan dalam berbagai macam upaya mengatasi problematika gizi di Indonesia. Problematika gizi di Indonesia antara lain bisa diatasi dengan mengajak masyarakat mengkonsumsi makanan sehat. “Problematika gizi menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan generasi muda Indonesia. Kalau sejak usia dini mereka tidak konsumsi makanan sehat ditambah pola hidup gizi buruk, bagaimana masa depan mereka dan masa depan kita semua,” ungkap Maria Harfanti yang juga Miss Indonesia 2015 sekaligus runner-up II Miss World 2015 saat talkshow (27/1) dalam rangkaian kunjungan kunjungannya ke kota Banjarmasin, Kalsel.

Maria Harfanti berharap keterlibatan para pemangku kepentingan problematika gizi bisa lebih cepat diatasi dan dituntaskan. Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada lagi sekelompok masyarakat maupun yang tinggal di daerah pelosok, yang tidak mampu mengkonsumsi makanan sehat. Dikhawatirkan jika tidak diatasi segera, problematika gizi kian menjadi ancaman serius bagi kelangsungan generasi muda di Tanah Air.

Dalam talkshow tersebut hadir pembicara lainnya, yakni, Rosihan Anwar, S.Gz, MPH, yang merupakan ahli gizi yang berdomisili di Banjarmasin, dan Muhammad Arifin, pelaku kewirausahaan sosial yang merupakan pendiri Yayasan Rumah Kreatif di Banjarmasin. Pada kesempatan tersebut, hadir Camat Bati Bati Haji Hasjudin dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut.

Sementara Head of JAPFA Foundation, Andi Prasetyo, mengatakan, mulai tahun 2018, Maria Harfanti, selaku Duta Gizi JAPFA Foundation akan lebih berperan sebagai kolaborator dengan para pemangku kepentingan dan pemerintahan. Tugas Duta Gizi ini juga meliputi menggerakkan para pemangku kepentingan dan pemerintahan yang terlibat untuk lebih mengarahkan kepada kepentingan akses untuk gizi masyarakat Indonesia yang lebih baik.

“Selain membawakan topik mengenai pola hidup gizi seimbang, JAPFA Foundation juga mengangkat tema mengenai pengalaman beserta pengaruh positif dari gerakan kewirausahaan sosial yang dalam kesempatan talkshow dihadirkan sebagai salah satu pembicara. Hal ini didasari oleh fokus JAPFA Foundation yang meyakini bahwa kewirausahaan sosial merupakan pendekatan yang dinilai dapat menjadi pendorong perekonomian masyarakat agar lebih baik, namun juga sekaligus menjadi solusi masalah kesehatan. Kesempatan berbagi pengalaman oleh pelaku kewirausahaan sosial ini juga dinilai dapat memberikan ide/inspirasi bagi para peserta Talkshow untuk mulai mencanangkan konsep kewirausahaan sosial di berbagai bidang,”papar Andi Prasetyo.

JAPFA Foundation PSN 2018

Dalam kunjungannya ke Banjarmasin, JAPFA Foundation tidak hanya memperkenalkan Duta Gizi, Maria Harfanti, tapi juga mengadakan kembali forum pertemuan kepala-kepala sekolah binaan dan mitra JAPFA Foundation tahun 2018. Kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini disebut JAPFA Foundation Principals Sharing Network (PSN) 2018 dengan tema Kewirausahaan Sosial dimulai dari Sekolah. JAPFA Foundation Principals Sharing Network (PSN) 2018 dilaksanakan 29-30 Januari 2018 dengan menghadirkan para pakar dan pembicara yang expert di bidangnya.

Melalui JAPFA Foundation Principals Sharing Network 2018, diharapkan para kepala sekolah binaan dan mitra JAPFA Foundation dapat membangun komunikasi yang lebih erat dan berkesinambungan terkait dinamika kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing; sekaligus menjadi kesempatan untuk menentukan rencana aksi untuk menemukan solusi kreatif di sekolah masing-masing dalam implementasi program-program pendidikan agrikultur yang berbasis kewirausahaan sosial.

Sebagai salah satu fokus dalam pengembangan program-program pendidikan berbasis kewirausahaan sosial, JAPFA Foundation merasa berkewajiban untuk mendukung setiap sekolah binaan dan mitra kerjanya dalam melahirkan para lulusan yang tidak hanya memiliki daya saing dan sikap profesionalisme kerja yang tinggi, namun juga memiliki kepekaan terhadap permasalahan sosial di sekitarnya.

“Pendidikan kewirausahaan sosial di sekolah yang diinisiasi mulai dari pendidikan paling dasar, pendidikan menengah hingga pendidikan lanjutan selain akan melahirkan para lulusan yang berjiwa dan berperilaku wirausaha sosial juga akan menciptakan lingkungan masyarakat yang berperilaku sama. Hal ini menjadi bentuk kontribusi sosial sekolah kepada masyarakat yang menaunginya yang dampak berkelanjutannya akan mendukung sistem pendidikan dan pembelajaran di sekolah tersebut semakin berkembang dan maju,” ujar Andi Prasetyo.

Pada pertemuan PSN 2018 kali ini, SMK SPP Negeri Pelaihari menjadi tuan rumah yang dihadiri oleh 17 Kepala Sekolah Binaan dan mitra JAPFA Foundation. Sekolah Binaan tersebut yakni SDN Segoroyoso, SDN 54 Peurada Aceh, SDN 06 Batang Anai, SDN 06 Pasir Jambak Padang, Pesantren Modern Al Barokah Simalungun, SMK Farming Pati, SMK Hasanudin Kandang Haur Indramayu, SMK Negeri 01 Cangkringan, SMK Negeri 01 Kalibagor, SMK Negeri 01 Plosoklaten, SMK Negeri 02 Purbalingga, SMK Negeri 02 Subang, SMK PP Putra Jaya Stabat, SMKN 4 Sidenreng Rappang, SMKN 1 Tambolaka, SMKN 1 Negerikaton Pesawaran dan SMKN 2 Negara Denpasar.

JAPFA Foundation menerapkan prinsip Investasi Sosial dimana setiap program yang akan dilakukan harus direncanakan, diukur, dilaksanakan, dan diawasi sebagai layaknya suatu kegiatan usaha untuk memberikan hasil nyata berupa kemajuan sosial-ekonomi yang diukur melalui berbagai perbaikan, kemajuan, peningkatan mutu di bidang Pendidikan, Gizi dan Kualitas Hidup Kaum Muda; agar mereka mampu memaksimalkan potensi yang mereka miliki, untuk kemudian bangkit berprestasi, memajukan keluarga mereka dan akhirnya meningkatkan kualitas masyarakat dimana mereka tinggal. (ACH)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »