Eksekutif Klub Menjadi Kumpulan Orang Hebat

  • Redaksi
  • 13 Agustus 2018
  • 0

EKSEKUTIF.id — Viral di media sosial, spanduk bertuliskan TNI-Polri siap menyukseskan Asian Games XVIII berada di sejumlah tempat wilayah di Indonesia. Menjelang gelaran Asian Games yang akan berlangsung, personil TNI dan Polri juga sama-sama dikombinasikan di lapangan.

Pengamanan, baik secara tertutup maupun terbuka dioptimalkan. Indahnya Kebersamaan TNI Polri. Kekompakan dan kebersamaan selalu ditunjukkan oleh dua instansi kemanan yang saat ini semakin solid, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Menariknya, dari foto spanduk itu, pose kebersamaan sang tokoh, masih terdapat foto Laksamana Ade Supandi, sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Padahal, KSAL sudah berganti tiga bulan yang lalu, ketika Presiden Joko Widodo melantik Laksamana Siwi Sukma Adji. Laksamana TNI Ade Supandi, sudah memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2018.

Di tengah “seru”nya berita-berita politik di tahun politik ini, pria kelahiran 26 Mei 1960 di Bandung, Jawa Barat itu, malah seakan bersembunyi dari awak media massa. “Lagi menyelam, dalam tanda kutip,” ujar anak ketiga dari sebelas bersaudara dari pasangan keluarga H Ujer Jauhari dan HJ Joenariah ini bercanda. H. Ujer sang ayah, dikenal sebagai juragan kulit lembu.

Mantan orang nomer satu di jajaran TNI AL ini dikenal bersahabat dengan jurnalis dan menjadi nara sumber yang baik ketika menjabat. Orang kedua setelah Laksamana RE Martadinata yang berasal dari wilayah Priangan. Ketika bertugas, pria keturunan ulama dan kesultanan Cirebon ini mengaku sibuk sekali, paling bertemu istri hanya malam hari.

Saat pensiun ia baru saja keliling Jawa berbulan madu kembali. Pria lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke 28 tahun 1983 menjadi KSAL ke 25. Sekarang ini, “Tiap waktu bersama istri. Ha-ha-ha.”

“Untuk memasuki politik, sementara ini belum (tertarik),” kata Ade Supandi, ketika dikonfirmasi. Dirinya mengaku sedang asyik memberi perhatian lebih pada keluarga.

“Menata kehidupan sipil, beresin diri, agar terus bisa menjadi individu yang selalu memberi manfaat ke banyak orang,” jelasnya menyebut dirinya tak sindrom jabatan ketika saat ini harus bisa melayani diri sendiri.

Berpindah dari orang militer ke sipil, memang diakuinya tak mudah. Sebagai manusia yang banyak memberi perintah, kehilangan rutinitas dan tak menjabat. “Tidak gampang,” ujarnya terus terang.

Hanya, “Kita harus menyadari, bahwa kekuasaan dan jabatan adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik, bukan hal yang sifatnya permanen dan menjadi bahan untuk pamer, sombong atau sok jagoan.”

Ayah dua anak ini sudah miliki persiapan baik secara jasmani, rohani dan finansial, saat menjelang pensiun. Selain membina keluarga sakinah. “Sekarang lagi mengerjakan desertasi,” pria yang sedang menempuh program doctoral (S3) di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat itu memaparkan.

Di lingkungan dinasnya, Ade dikenal sebagai pemimpin yang senang belajar. Mengatakan akan tetap berkarya untuk bangsa. Jika dibutuhkan, dirinya bersedia untuk berbagi ilmu dan pengalaman terkait kemaritiman. “Negara kita negara maritim, mungkin saya masih dibutuhkan untuk berbicara, berdiskusi masalah kemaritiman,” katanya.

Masih menurut suami dari Endah Esti Hartanti Ningsih alias Iin, dirinya orang yang selalu bersyukur. Beberapa masjid, mushola, pesantren, maupun panti asuhan sering menjadi tempat singgah keluarga ini sekaligus menjadi santunan. Termasuk memberangkatkan umrah bagi para pengurus mesjid, pesantren, maupun pengelola pengajian.

Kebiasaan berbagi ini tak lantas dirinya juga mau berbagi rahasia pilihan calon presiden dan wakilnya pada pada pemilu 2019 nanti.

Jika saat TNI tak pernah punya hak mencoblos, saat ini pertama kali nanti ia boleh ikut pemilu Presiden dan Caleg. “Tidak pertama juga sih, waktu sebelum masuk taruna militer juga pernah kok mencoblos,” ujar Ade Supandi mengklarifikasi. Hanya saja saat itu kala sebagai prajurit, “Pilihannya ada di hati.”

Urusan nyoblos milih siapa, di kegembiraan berdemokrasi Pemilu 2019. “Kita dengar saja, pemimpin itu adu gagasan dan program, dalam perjalanan perubahan bangsa yang lebih baik ke depan,” demikian Ade Supandi memberi kiat dan rahasia, agak kita menatap masa depan Indonesia yang maju, dengan penuh optimisme, percaya diri, karena kita adalah bangsa besar.

Dalam konteks itu pula, Ade Supandi dikabarkan sedang membuat empat buah buku, mengenai pemikiran hingga buku biografi. Judul dan kapan di-launching, ia masih juga berahasia. “Pokoknya, grup eksekutif klub yang pertama kali diberitahu, kalau soal buku,” ujarnya lagi-lagi, dengan senyum bersahabat.

baca juga: Wawancara Laksamana Ade Supandi di majalah eksekutif- klik ini

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »