Empat Prinsip Berlaku Etis di Ruang Digital

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM – Saat ini di era internet setiap orang bisa mengakses apapun. Penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai tiga per empat populasi yang ada dengan rentang usia beragam dari anak-anak hingga dewasa.

“Di ruang internet kita menemukan banyak sekali perbedaan budaya dari aspek usia, pendidikan, keterampilan, pekerjaan, dan juga daerah-daerah. Di internet kita berpartisipasi secara multikultur dan multisosial,” ungkap Frida Kusumastuti selaku Japelidi Indonesia saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021).

Ia mengatakan, dengan itu kita butuh sikap yang bisa mengakomodasi dan merangkul perbedaan, serta bertindak secara etis di ruang digital.

Frida menyampaikan, setidaknya kita di ruang digital harus memiliki empat prinsip etis bermedia digital, yakni kesadaran, tanggung jawab, integritas, dan kebajikan. Kesadaran itu berarti menyediakan waktu untuk berpikir sejenak sebelum berinteraksi di ruang digital. Bertanggung jawab atas apapun yang kita lakukan di ruang digtal.

Lanjutnya, integritas ialah kejujuran, keontetikan, dan tidak manupulatif sebagai kontrol dalam diri kita. Kebajikan berarti peduli dengan kemanusiaan dan menjaga martabat manusia.

“Empat prinsip itu sebagai soft kontrol diri kita dalam berinteraksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi di ruang digital,” jelas Frida.

Saat mengakses dunia digital, ketika kita memilih aplikasi haruslah sesuai dengan usia, gunakan aplikasi yang legal, mengikuti prosedur dan aturan dari sebuah aplikasi, serta mengakses konten yang bermanfaat dan positif.

Dalam berinteraksi di ruang digital. Frida menyampaikan untuk menggunakan identitas yang pantas, menggunakan komunikasi yang sopan, dan menjadi suportif. Kemudian, saat berpartisipasi di ruang digital kita bisa mendistribusikan konten-konten positif, menyuarakan kebenaran, serta memproduksi konten yang bermanfaat. Lalu, pada kegiatan kolaborasi, kita dapat membangun jaringan yang bermanfaat, menyeleksi kelompok positif dan bergabung secara aktif.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021) pagi 2, juga menghadirkan pembicara Febriyanti M. Kristiani (Founder @vitaminmonster), Aris S. Ripandi (IT Consultant & Pengurus RTIK Sukabumi), Yoseph Hendrik (Dosen Informasi & Technology Sekolah Tinggi Tarakanita), dan Benito sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 1 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *