Era Kolaborasi Mengharuskan Individu Memiliki Keahlian Digital Abad 21

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Saat ini masyarakat digital sudah masuk kepada era kolaborasi. Kolaborasi sendiri diartikan sebagai suatu hal praktikal di mana individu satu dengan lainnya mengikat diri untuk bekerja sama dalam mencapai suatu  kesepakatan bersama. Kolaborasi membutuhkan dukungan atau support system, kerja sama tim, komunikasi, kepercayaan, motivasi, inspirasi untuk menuju kesuksesan.

“Kolaborasi tersebut dapat menyelesaikan masalah dengan cepat, teman-teman juga bisa mengenal diri sendiri dan mengidentifikasi kelemanan serta kelebihan sehingga akan lebih belajar satu sama lain,” kata Aditya Nova Putra Ketua Jurusan Hotel dan Pariwisata IULI saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I,  pada Jum’at (1/10/2021).

Lebih jauh dia mengatakan banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan melalui kolaborasi. Masukan tersebut berupa sumber daya, brainstorming karena mencari suatu penyelesaian masalah secara bersama-sama. Sehingga muncul juga pengetahuan baru yang belum pernah dipelajari dan mendapat pengalaman. Hasil dari kolaborasi akan memberikan solusi yang efektif dan membuat kerja jadi efisien, meningkatkan produktivitas, mendapatkan multiperspektif, dan kontribusi untuk berkarya.

Dengan adanya transformasi digital banyak sekali yang mendapatkan akses ke sumber daya yang bisa bermanfaat untuk pihak lainnya. Adapun ekosistem digital Indonesia, kini telah ada 202,6 juta pengguna internet dengan 170 juta yang aktif di media sosial. Rata-rata durasi waktu yang dihabiskan untuk internet adalah 8 jam per hari dan sebanyak 3 jam 14 untuk mengakses media sosial.

“Dari sini teman-teman kita jangan karena sudah adanya digitalisasi yang berevolusi kitanya malah dikontrol oleh kemajuan teknologi tersebut,” katanya.

Di sinilah saatnya generasi era kolaborasi ini untuk bisa mengontrol penggunaan internet di sekitarnya dengan melihat peluang yang ada bukan hany konsumtif menggunakannya. Seperti munculnya berbagai jenis pekerjaan baru di abad 21 yang sangan berintegrasi dengan digitalisasi. Sehingga setiap orang perlu menginvestasikan waktuny di media sosial dan media digital dengan membangun personal branding. Mengikuti e-learning untuk meningkatkan kapasitas ilmu, membawa diri di circle komunitas yang positif, dan membiasakan diri memiliki etika baik di ruang digital maupun di lingkungan nyata.

Webinar Literasi Digital di Kota Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder Enterpreneur Society, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning dan Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 3 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *