Majalah Eksekutif

Fancy Feast Luncuran Dua Varian Rasa Baru

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Selama lebih dari 30 tahun, Fancy Feast terus berinovasi untuk senantiasa berkreasi dalam merangkai rasa dan tekstur unik yang dibuat hanya dengan bahan-bahan berkualitas dan daging asli manjakan si little friends ini.

Fancy Feast meluncurkan dua varian terbarunya, Fancy Feast Chicken Feast in Grilled Flavour Gravy dan Fancy Feast Classic Tender Liver and Chicken, dengan cita rasa tekstur yang menggugah selera si kucing kesayangan.

Dalam acara peluncuran kali ini, Fancy Feast menggelar bincang-bincang bertemakan “Memiliki kucing kesayangan di tengah tren hunian Minimalis” dengan penulis buku Generasi Langgas dan pengamat gaya hidup Dilla Amran,selebriti Kartika Putri, dan dokter hewan drh.Angela Maharani,untuk berbagai cerita tren gaya hidup millenials serta suka cita memiliki hewan kesayangan di rumah dan tips menu kucing untuk menghindari kebosanan.

makanan kucing dikemas dalam kaleng

Lidwina Tandy selaku Brand Marketing Nestle Purina Fancy Feast mengatakan “kami ingin mengajak para little friends untuk mencicipi rasa Fancy Feast Chicken Feast in Grilled Flavour Gravy, yang terbuat dari daging ayam yang dimasak dengan proses slow cook sehingga menghasilkan kuah gravy yang berstekstur kental untuk menyempurnakan kelezatannya.”

Agar tidak bosan,little friends juga bisa mencicipi Fancy Feast Classic Tender Liver and Chicken yang diolah sedemikian rupa agar kelezatan hati ayam menghasilkan tekstur loaf yang lembut nan halus yang akan memberikan sensasi istimewa di lidah, layaknya pate. Ujar Tandy saat jumpa pers di Cassis Kitchen,Jakarta Pusat. Jumat (24/11).

Dalam kesempatan yang sama Drh. Angela Maharani menjelaskan, “Memelihara hewan peliharaan seperti kucing memiliki manfaat bagi kesehatan fisik,emosi dan mental manusia, diantaranya dapat menumbuhkan rasa empati dan disiplin, meningkatkan imunitas tubuh serta menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

“Kucing adalah hewan peliharaan yang sesuai bagi mereka yang bergaya hidup aktif,tinggal dihunian compact seperti apartement atau kos,karena sifat kucing yang lebih independen,mereka hewan yang bisa menikmati waktu bermainnya sendiri dan juga tidak membutuhkan banyak ruangan luas atau outdoor karena sifat mereka lebih rumahan.” kata Angela.

Sementara,Menurut Penulis buku generasi Langgas dan pengamat gaya hidup Dilla Amran, “Di tengah kesibukan para millenials dalam membangun karir, hunian compact seperti apartemen ataupun perumahan cluster kini menjadi pilihan yang lebih praktis. Aktivitas yang padat di tengah kota,harga yang cenderung lebih terjangkau serta keleluasaan dalam mobilitas menjadi salah satu alas an bagi milenials memilih tren hunian ini.”

Dilla melanjutkan, “Generasi millenials juga berkiblat kepada tren yang muncul dari media social, dan mengadaptasinya dalam gaya hidup mereka. Contohnya, sekarang banyak sekali akun influencer pet di media social yang memiliki banyak followers. Dengan sekedar sering melihat foto-foto dan video hewan peliharaan yang lucu dan menghibur, apalagi mulai mem-follow akun tersebut,lama kelamaan tentunya mempengaruhi keinginan untuk memiliki hewan peliharaan sendiri.”

Turut hadir dalam acara ini,Kartika putri,seorang selebriti pencinta kucing, berbagai pengalamannya mengapa ia memilih kucing sebagai hewan kesayangannya, “karena tuntutan kesibukan, saya memilih hunian vertical ditengah kota.Awalnya saya sempat ragu untuk memelihara kucing karena takut mereka merasa terkungkung atau jenuh apabila tinggal ditempat yang luasnya terbatas. Belum lagi kekhawatiran akan ada tetangga yang terganggu karena suara si kucing.”

“Namun,setelah berdiskusi dengan teman saya yang memiliki kucing,saya tidak ragu lagi karena telah dijelaskan mengenai karakter kucing yang mandiri dan mudah beradaptasi dengan ruangan untuk berinteraksi. Saya juga belajar,bahwa kucing ternyata termasuk hewan yang pemilih dalam hal makanan. Untuk menghindari kejenuhan tersebut, saya juga selalu memberikan mereka makanan yang beragam serta mengajak mereka bermain sepulang kerja,” kartika menambahkan.

Dalam hal ini.Drh. Angela Maharani memberikan penjelasan kebiasaan makan kucing yang berbeda dengan hewan lain, “Kucing memang tergolong hewan bersifat picky eater. Selain selektif memilih makanan,kucing juga mudah bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Karena itu, kucing membutuhkan jenis makanan yang bervariatif agar terpenuhi kebutuhan gizinya. Variasi tersebut bisa didapatkan dari pemilihan tipe protein yang berbeda,rasa, serta tekstur yang beragam.

“Makanan utama yang seimbang bagi kucing memiliki protein hewani tinggi,asam lemak,asam amino,vitamin dan mineral.” Pungkas Angela.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas