Connect with us
script data-ad-client="ca-pub-4777880934442148" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

Kesehatan

Fatigon Bersama Grab dan Kemenkes Kembali Hadirkan Vaccine Center di Palembang

Published

on


Palembang,- Program vaksinasi COVID-19 Tahap II di Indonesia dengan sasaran petugas pelayanan publik termasuk petugas yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat dan kelompok usia lanjut atau berusia 60 tahun atau lebih akan dilaksanakan hingga April 2021.

Guna mendukung #SukseskanVaksinasi di Tahap II ini, Fatigon bersama Grab kembali berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan melaksanakan vaksinasi COVID-19 pada 29-31 Maret 2021 melalui Grab Fatigon Vaccine Centre yang berlokasi di Jakabaring Sport Center Palembang.

Sebelumnya, Fatigon dan Grab telah berkolaborasi di Kota Bandung dan Pekanbaru.

Dalam pelaksanaan vaksinasi di Kota Palembang ini akan dilakukan melalui Walk-In. Dengan target peserta vaksinasi adalah lansia dan pekerja publik di sektor transportasi termasuk mitra pengemudi dan pengantaran Grab, serta pekerja publik sektor pariwisata.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, pada peluncuran Grab Vaccine Center di Banten mengatakan bahwa tugas yang diembannya untuk melaksanakan program vaksinasi COVID-19 tidak mungkin dilakukan sendiri.

”Saya hanya bisa melakukan tugas ini bersama-sama. Kementerian Kesehatan tidak mungkin melakukan tugas ini secara eksklusif tetapi kita harus melakukannya secara inklusi dengan semua teman-teman,” kata dia dikutip dari Youtube resmi GRAB.

Kolaborasi yang terbangun ini merupakan suatu gerakan bersama yang sangat baik antara berbagai pihak yaitu pemerintah daerah, TNI/POLRI dan sektor swasta.

Tersedianya layanan pendaftaran vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi Grab dan Good Doctor sangat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan vaksin COVID-19.

Dan Kalbe turut serta menyukseskan vaksinasi dengan pemberian Fatigon Promuno Imunomodulator 4 herbal asli untuk melengkapi perlindungan daya tahan tubuh terhadap COVID-19 kepada setiap peserta vaksin.

Head of Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk., Feni Herawati menjelaskan bahwa bersama dengan Kementerian Kesehatan, Grab dan Kalbe berkomitmen untuk menjaga masyarakat Indonesia Lengkap Terlindungi.

“Untuk #SukseskanVaksinasi ini dukungan diwujudkan melalui kemudahan akses vaksin Grab Fatigon Vaccine Center dan menjaga daya tahan tubuh masyarakat melalui Imunomodulator 4 Herbal Asli Fatigon Promuno dan tentunya senantiasa menerapkan protokol kesehatan,” tutur Feni.(31/03)

Feni mengatakan peserta vaksinasi selain mendapatkan vaksin juga akan mendapatkan edukasi “Lengkap Terlindungi” dan trial kit Fatigon Promuno.

“Konsumsi imunomodulator penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap baik sehingga perlawanan terhadap invasi virus dan bakteri dapat optimal. Melalui Aksi VIP (Vaksin, Imunomodulator dan Protokol 3M), Indonesia mampu Lengkap Terlindungi dan #SukseskanVaksinasi,” kata Feni.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dukungan Kalbe melalui Fatigon Promuno dalam Pemulihan Indonesia dari COVID-19, setelah sebelumnya mendistribusikan paket ISOMAN untuk masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Fatigon Promuno merupakan inovasi imunomodulator 4 herbal asli sinergi manfaat sambiloto dengan jahe merah, meniran, dan sembung berfungsi memulihkan respon imun, menekan peradangan, dan melawan infeksi virus.

“Konsumsi Fatigon Promuno dapat melengkapi perlindungan imunitas dan daya tahan tubuh pasca vaksinasi dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” sambung Feni.

Dukungan Kalbe melalui Fatigon Promuno ini dapat mensukseskan program vaksinasi pemerintah sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi Indonesia ke depannya.

“Dengan imun yang terjaga, masyarakat bisa mulai kembali beraktivitas dalam era new normal,” kata dia.

Secara terpisah, Ketua Tim Mitigasi PB IDI/ Ketua Terpilih PB IDI, dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT. menegaskan bahwa perlawanan terhadap COVID-19 tidak bisa dilakukan dengan satu cara saja. Vaksin merupakan salah satu cara untuk mencegah Infeksi Virus, namun memperkuat daya tahan tubuh melalui Imunomodulator tetap harus dilakukan untuk melengkapi senjata pertahanan tubuh kita terhadap COVID-19.

Dukungan Kalbe melalui Fatigon Promuno dalam pelaksanaan vaksinasi akan Kembali dilanjutkan di kota berikutnya, yaitu Kota Samarinda.

Setiap peserta vaksinasi juga akan mendapatkan paket suplemen Fatigon Promuno. Suplemen Fatigon Promuno sudah tersedia secara nasional di apotek, toko obat, e-commerce, supermarket dan mini market.

 

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kesehatan

Kupas Tuntas Vaksin COVID-19 dan Nutrisi untuk Lansia bersama Entrasol

Published

on

By


eksekutif.com – Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa berusia di atas 60 tahun, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid lebih mungkin mengalami infeksi virus corona yang lebih parah – bahkan mematikan – dibandingkan kelompok usia lainnya.

Faktanya, Gugus Tugas menyebutkan, 10,7% kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menyerang kalangan lansia (di atas 60 tahun), bahkan kelompok usia ini mencatat 48,8% kasus pasien meninggal dunia akibat
COVID-19, dan menjadi kelompok usia dengan jumlah kasus meninggal dunia terbesar dibandingkan kelompok usia lainnya. Dari total 37.154 pasien COVID-19 yang meninggal di Indonesia hingga 6 Maret
2021, sebanyak 18.131 adalah lansia.

Artinya lansia memerlukan perhatian khusus agar terlindung dari berbagai risiko COVID-19. Salah satu caranya adalah dengan menjaga nutrisi harian serta pemberian vaksin bagi lansia.

Saat ini pemerintah sedang menjalankan program vaksinasi untuk lansia. Adapun lansia di Indonesia saat ini mencapai 28,7 juta jiwa atau 10,6 persen dari jumlah penduduk namun hanya 21,5 juta jiwa yang
ditargetkan menerima vaksinasi sepanjang program vaksinasi COVID-19 untuk lansia ini.

Pemberian vaksin pada lansia harus dilakukan secara hati-hati dan melalui proses skrining yang ketat sebelum
dokter memutuskan untuk memberi persetujuan vaksinasi.

Berangkat dari kenyataan serius tersebut, KALBE Nutritionals melalui brand Entrasol dengan produknya yaitu Entrasol Senior – nutrisi harian untuk membantu meningkatkan imunitas agar lansia tetap aktif – berkolaborasi dengan Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan kegiatan Health Talk (Bincang Sehat) bertema Entrasol Kupas Tuntas Vaksin COVID-19 & Nutrisi untuk Lansia yang berlangsung secara virtual dan terbuka untuk umum pada Minggu, (07/03 2021).

Kolaborasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat terkait program vaksinasi yang
telah dilaksanakan pemerintah dan nutrisi khusus lansia.

Berbicara di forum tersebut Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, KAI, FINASIM, Ketua Tim Advokasi Vaksinasi COVID-19 PB IDI menegaskan pentingnya kelompok masyarakat lansia untuk segera
mendapatkan vaksinasi. “Keseriusan COVID-19 dikuatkan fakta bahwa tingkat kematian, atau risiko kematian tertinggi terjadi pada pasien lansia, sehingga sangat penting agar kelompok ini segera
mendapatkan vaksin.”

Seharusnya, tidak perlu ada keraguan untuk menerima vaksinasi yang memang telah tersedia untuk warga lansia, kecuali mereka yang saat ini sedang sakit atau jika mereka pernah menderita COVID-19 sebelumnya atau memang tidak bisa menerima vaksin oleh karena kondisi medis,” ungkap Iris, minggu (07/03)

Program vaksinasi COVID-19 bagi kategori lansia di atas 60 tahun dimulai pemerintah sejak 8 Februari 2021 lalu, dan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit milik
pemerintah dan swasta.

Vaksinasi bagi lansia ini merupakan tindak lanjut dari dikeluarkannya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin tersebut.

“Vaksin yang disediakan pemerintah telah melewati serangkaian uji klinis yang ketat dan menunjukkan bahwa vaksin ini aman untuk kelompok usia 60 tahun ke atas. Tidak ada efek samping serius maupun
kematian yang dilaporkan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Prof. Iris mengutip informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam kesempatan yang sama Prof. DR. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M-Epid, FINASIM, Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Geriatric FKUI RSCM Ketua PERGEMI menekankan pentingnya mempersiapkan lansia agar vaksinasi bekerja dengan optimal. “Hal yang perlu dipertimbangkan terkait vaksinasi pada lansia adalah terjadinya immunosenescence atau disfungsi imunitas karena usia. Hal ini berhubungan dengan respon terhadap vaksin yang kurang maksimal. Karena immunosenescence biasanya sudah terjadi inflamasi kronis level rendah akibat dari kombinasi penurunan imunitas tubuh, paparan terhadap antigen terus menerus, peningkatan produksi sitokin proinflamasi dari senescent T cells dan makrofag,” Prof. Siti menjelaskan.

Adanya penyakit penyerta atau komorbid juga meningkatkan terjadinya inflamasi kronis. Akibatnya akan ada peningkatan risiko infeksi, peningkatan risiko kanker, peningkatan risiko penyakit autoimun,
penurunan respon terhadap imunisasi dan penurunan respon terhadap pengobatan infeksi.Lebih jauh, Siti juga mengingatkan kondisi khusus yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia.

“Faktor-faktor yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia adalah faktor intrinsik yaitu usia dan jenis kelamin, dan faktor ekstrinsik yaitu penggunaan obat-obatan. Kebiasaan seperti merokok, lingkungan sekitar, serta kecukupan nutrisi pada lansia berperan penting dalam keefektifan vaksin tersebut,” imbuhnya.

Terkait nutrisi Siti juga mengingatkan energi, protein, dan mikronutrien penting untuk tulang, otot, dan fungsionalitas. Untuk itu direkomendasikan agar energi minimal di atas 21kcal/kg BB, protein 1.0-1.5 g/kgBB/hari (25-30g) tiap kali makan, dan suplementasi apabila perlu, tetapi tetap perlu dicek dengan dokter.

Di acara yang sama, dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals mengatakan bahwa selain skrining riwayat penyakit dan kesiapan psikis, tentunya kondisi fisik juga diperlukan dalam persiapan sebelum, selama, dan sesudah vaksin. “Sepanjang proses ini, sebaiknya lansia mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang dengan kandungan tinggi protein, vitamin, dan mineral, khususnya
Vitamin C, D dan Zinc. Jika lansia kurang mendapat asupan nutrisi protein, maka risiko malnutrisi dan sarcopenia atau berkurangnya massa dan kekuatan otot akan mudah terjadi, selain itu imunitas yang terbentuk pasca vaksinasi menjadi kurang optimal. Setelah divaksinasi pun, lansia memerlukan nutrisi memadai untuk menjaga imunitas, khususnya lansia yang masih aktif berkegiatan, baik secara profesional maupun secara sosial,“ ujar dr. Muliaman.

Lebih lanjut dr. Muliaman mengatakan, “Nutrisi berperan penting untuk semua orang baik yang tidak bisa atau bisa divaksin dan yang belum atau sudah divaksin. Dan masing-masing mikronutrien seperti vitamin dan mineral ini – khususnya vitamin D – terbukti memainkan banyak peran dalam mendukung fungsi kekebalan dan mengurangi risiko infeksi.“

Mempersiapkan kondisi tubuh yang sehat dan fit sebelum menjalani proses skrining yang melihat kondisi kesehatan sebelum divaksin memang sangat dipengaruhi oleh pemenuhan nutrisi harian,terutama pada lansia. Hal ini dilakukan agar vaksin yang diterima dapat bekerja dengan efektif.

Boy Sinaga, Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals, menggaris bawahi bahwa selama masa pandemi ini, Entrasol hadir dengan kandungan tinggi protein dan vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh dan membantu memenuhi nutrisi harian lansia. “Entrasol memiliki kandungan Tinggi Protein, Tinggi Serat, Tinggi Vitamin D, dan kaya akan vitamin dan mineral lain, serta rendah laktosa sehingga sangat cocok untuk lansia untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh lansia.”

Selain itu, melalui kegiatan ini, Boy Sinaga juga berharap dapat memberikan edukasi kepada lansia tentang vaksin dan peran nutrisi untuk imunitas lansia. Kolaborasi kegiatan dengan PERGEMI dan IDI diharapkan untuk memberikan dukungan terhadap pentingnya program edukasi nutrisi dan vaksin untuk menyiapkan lansia sehat, melalui seminar dan pemberian ratusan ribu produk nutrisi dari Entrasol kepada lansia di Indonesia selama vaksinasi COVID-19.

“Bagi lansia yang sudah dan tidak dapat divaksin karena satu dan lain hal dengan kerjasama ini diharapkan para lansia tetap teredukasi dan mengerti nutrisi harian tepat untuk mereka” tutup Boy Sinaga.

Continue Reading

Kesehatan

Peringati Hari Penyakit Langka Sedunia 2021 – Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia Gelar Illuminate Buildings di Museum Nasional

Published

on

By


 

Hari Penyakit Langka Sedunia diperingati setiap tanggal 29 Februari. Illuminate Buildings menjadi pilihan sebagai peringatan Hari Penyakit Langka Sedunia di tahun 2021 dikarenakan pandemi yang masih terus menghantui masyarakat Indonesia sejak awal tahun 2020.

Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia yang merupakan organisasi nirlaba yang menaungi lebih dari 100 anak dengan penyakit langka di Indonesia, sejak tahun 2016, Yayasan tersebut rutin mengadakan berbagai rangkaian acara peringatan Hari Penyakit Langka Sedunia sebagai cara meningkatkan kesadaran bahwa penyakit langka di Indonesia dapat didiagnosis dan ditangani dengan baik.

Di Indonesia, Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia juga  mengadakan peringatan Hari Penyakit Langka Sedunia di tahun 2021 tersebut dengan menerangi Museum Nasional dengan lampu warna warni. Illuminate Buildings  yang dilakukan di Museum Nasional  dilakukan dengan lampu warna-warni khas penyakit langka, yaitu biru, pink, hijau dan ungu pada tanggal 27 hingga 28 Februari 2021.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara serupa yang telah dilaksanakan di lebih dari 14 negara lainnya serta telah melibatkan lebih dari 60 monumen nasional di berbagai negara, seperti Colloseum dan Menara Pisa di Italia, Empire State Building di Amerika Serikat dan Burj Khalifa di Uni Emirat Arab. Museum Nasional mencatat sejarah dan menjadi salah satu monumen nasional di seluruh dunia yang ikut merayakan Hari Penyakit Langka Sedunia 2021.

Menurut Peni Utami, Ketua Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia, saat ini masih banyak masyarakat yang awam mengenai penyakit langka yang dapat diderita oleh anak yang lahir ke dunia. Karena itu perlu adanya edukasi bagi masyarakat mengenai penyakit langka.

“Bagi kami Hari Penyakit Langka Sedunia menjadi momen penting untuk dapat sekaligus mengedukasi masyarakat awam mengenai penyakit langka. Namun, karena pandemi COVID-19 yang tidak memungkinkan kami melakukan acara secara massal, kami bermaksud tetap merayakan Hari Penyakit Langka Sedunia melalui Illuminate Buildings,” ujar Peni Utami,  saat acara Webinar “Patient Gathering, Reaching Everyone Everywhere”, Minggu ( 28/02/2021 ).

Pada kesempatan yang sama, Dr. Lies Dina Liastuti, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo, mengungkapkan bahwa Penyakit langka adalah penyakit yang mengancam jiwa atau mengganggu kualitas hidup dengan prevalensi yang rendah, yaitu sekitar 1:2,000 populasi. (kurang dari 2000 pasien di populasi).

“Hingga saat ini, penyakit langka masih sering dianggap tidak penting, terutama di negara berkembang, karena jumlah pasien yang sedikit. Padahal, sebenarnya pasien penyakit langka ini cukup banyak secara kolektif, “ jelas Dr. Lies , pada kesempatan tersebut.

“Lebih dari 7,000 penyakit langka telah diidentifikasi dan mempengaruhi hidup jutaan orang di Asia. Dan, lebih dari 80% penyakit langka diturunkan secara genetik. Melalui peringatan Hari Penyakit Langka, mereka yang tidak tahu penyakitnya harus ditegakkan diagnosis dan tatalaksananya melalui teknologi tanpa kendala jarak. Jangan jadikan pandemi sebagai kendala untuk melayani pasien,” ungkap Dr. Lies menegaskan.

Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia telah melakukan berbagai hal terkait dengan penyakit langka di Indonesia. Pencapaian yang telah diraih Yayasan diantaranya adalah pembebasan bea masuk orphan drugs bagi pasien penyakit langka, dikeluarkannya peraturan khusus Badan POM Republik Indonesia nomor 30 tahun 2017 yang memberi kemudahan akses obat emergensi pasien penyakit langka, dan pembiayaan orphan food bagi pasien penyakit langka kelainan metabolisme bawaan melalui Peraturan Menteri Kesehatan nomor 29 tahun 2019.

Continue Reading

Kesehatan

YOUVIT x ERHA Collagen “Gemesin Kulit Wajahmu”

Published

on

By


Eksekutif.com – Kolaborasi antara brand vitamin dan perawatan kulit merupakan yang pertama kali di Indonesia, menghadirkan YOUVIT x ERHA Collagen, perpaduan antara suplemen kolagen 1.000 mg dan vitamin C dalam format gummy kualitas premium yang inovatif dengan rasa strawberry yang enak.

YOUVIT x ERHA Collagen berfungsi menutrisi kulit dari dalam, mengurangi garis-garis halus, dan menjaga elastisitas kulit, sehingga kulit tampak lebih muda dengan hanya mengonsumsi dua gummy setiap hari.

Wouter van der kolk selaku CEO PT. YOU Indonesia, mengatakan “Kami dengan bangga mempersembahkan kolaborasi antara YOUVIT dan ERHA yang menciptakan cara baru dalam mempertahankan keremajaan kulit, melalui suplemen kolagen berbentuk gummy yang simple, enak rasanya, dan lengkap untuk perempuan maupun laki-laki usia 25-38 tahun.”

”Kolaborasi antara ERHA dan YOUVIT mendorong kami untuk menghasilkan produk kesehatan-kecantikan yang inovatif dan juga mudah dijangkau oleh konsumen,” lanjut Alfons Sindupranata, CEO Arya Noble Dermatology.

“Banyak yang belum sepenuhnya menyadari bahwa perawatan kulit dari dalam harus dimulai sejak usia muda dan tentunya membutuhkan komitmen jangka panjang agar hasilnya lebih baik,” ungkap Rachel Olsen B.Sc, Nutrition Expert YOUVIT Selasa (23/02)

Menurut Rachel, mulai dari pertengahan hingga akhir usia 20-an, kolagen mulai berkurang. Kadar kolagen yang berkurang menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan lebih tipis sehingga elastisitas kulit menurun dan menyebabkan munculnya garis-garis halus.

Dalam kesempatan yang sama, Nutrition Expert YOUVIT Puteri Aisyaffa S. Gz, RD. Menuturkan “Di samping pertambahan usia, gaya hidup, seperti kurang tidur, kurang asupan nutrisi dan air, sering terpapar sinar matahari dan polusi udara, merokok, atau konsumsi alkohol juga bisa mengakibatkan kolagen pada kulit semakin berkurang,”

Perawatan kulit secara topikal akan jauh lebih baik jika didukung oleh perawatan kulit dari dalam untuk hasil optimal.

“Kolagen diperlukan dalam struktur kulit dan pertahanan elastisitas kulit. Konsumsi kolagen secara rutin akan melengkapi penggunaan perawatan kulit secara topikal dalam menjaga kesehatan kulit,” ujar Angelyn Bunardi, VP Product – Erha Skincare.

Berdasarkan pengalaman Beauty Vlogger Heidiana Tjahjadi, make-up yang diaplikasikan sering kali tidak tampil maksimal ketika kita mengabaikan perawatan kulit. Itu sebabnya perawatan kulit menjadi hal utama yang perlu diperhatikan agar bisa terus sukses di bidang kecantikan yang ia geluti.

“YOUVIT x ERHA Collagen ini benar-benar unik. Dilengkapi dengan packaging yang praktis dibawa ke mana saja, format gummy yang gampang banget dikonsumsi tinggal kunyah, dan rasa strawberry-nya juga enak, jadi sangat cocok untuk keseharianku yang super sibuk tapi tetap ingin bisa merawat kulit!” pungkas Heidi.

Produk terbaru ini diluncurkan pertama kali secara eksklusif dan online di Shopee tanggal 22-28 Februari 2021 dan Tokopedia tanggal 1-3 Maret 2021.

Sedangkan melalui jaringan toko offline, produk ini akan dijual secara resmi di Guardian, Ranch Market, Farmers Market, Food Hall, dan Lion Super Indo pada bulan Maret 2021.

Selain itu YOUVIT x ERHA Collagen juga bisa ditemukan di seluruh jaringan klinik ERHA, ERHA Store Botani Square Bogor & Trans Studio Mall Cibubur, website erhastore.co.id dan Erha official store di e-commerce.

Promo menarik bisa didapatkan untuk setiap pembelian dua kemasan YOUVIT x ERHA Collagen dan mendapatkan sebuah make-up pouch menggemaskan bermotif strawberry.

Untuk mendukung peluncuran produk baru ini, YOUVIT dan ERHA mengajak para followers untuk berkreasi sekreatif mungkin dalam membuat video Tik Tok dengan memamerkan gaya seru dan kulit kenyal mereka bersama teman-teman.

Selain itu, kami juga secara khusus mempersembahkan filter Instagram #GemesinKulitWajahmu yang bisa didapatkan melalui akun Instagram @YOUVITFORLIFE.

Filter Instagram ini membuat kulit wajah tampak lebih halus, kenyal, dan lebih muda untuk menunjukkan hasil akhir yang bisa didapatkan jika mengonsumsi YOUVIT x ERHA Collagen secara rutin.

Kulit sehat bisa dimiliki sejak dini lewat rutinitas perawatan kulit, tak hanya dari luar tapi juga dari dalam dengan mengonsumsi YOUVIT x ERHA Collagen. “Gemesin kulit wajahmu” sekarang dan #AlamiKenyalnya!

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 Eksekutif.ID | Kerjasama dan kolaborasi silahkan email: eksekutifmatra@gmail.com. Hotline 0816-1945-288