BERBISNIS

Fintech Lokal JULO Kini Kantongi Izin OJK 

286Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

Maraknya fintech ilegal yang banyak meresahkan masyarakat  membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turun tangan  untuk  menertibkannya. Namun di tengah maraknya penutupan perusahaan fintech ilegal  saat suasana pandemi COVID-19 ini , justru ada  kabar baik datang dari salah satu perusahaan fintech karya anak bangsa.

Fintech peer to peer (P2P) lending lokal PT JULO Teknologi Finansial (JULO), kini telah resmi mengantongi izin usaha sebagai salah satu Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya, JULO yang berdiri sejak akhir tahun 2016 lalu tersebut berstatus sebagai perusahaan terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Dengan mengantongi izin usaha dari OJK tersebut, maka JULO telah resmi menjadi perusahaan fintech yang naik kelas. Hingga April 2020, hanya 25 fintech P2P lending yang memiliki izin dari 161 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK.

Padahal pertumbuhan pinjaman yang disalurkan oleh fintech lending naik pesat sampai 208,83% year-on-year, dengan nilai mencapai 100 triliun rupiah pada kuartal pertama 2020. Perkembangan industri yang begitu besar tentu perlu diimbangi dengan pertumbuhan perusahaan fintech yang memiliki izin di Indonesia agar dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan pinjaman non-bank, yang pada akhirnya akan mendorong perekonomian Indonesia secara luas.

Menurut CEO & Co-Founder JULO Adrianus Hitijahubessy, dengan peningkatan status menjadi perusahaan yang berizin resmi tersebut,  JULO akan terus melanjutkan pelayanan dan mengembangkan inovasi untuk seluruh nasabahnya, seperti yang selalu dilakukan sejak kali pertama JULO didirikan.

“Pencapaian ini menjadi dorongan semangat yang sangat besar bagi seluruh tim JULO agar semakin giat mewujudkan misi dan visi JULO dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia,”’ ujar Adrianus, dalam ketrangan tertulisnya setelah resmi mengantongi izin usaha dari OJK, Jumát ( 29/05/2020).

Sebagai Fintech berizin menurut  Adrianus , JULO akan terus memberikan yang terbaik untuk nasabah dan terus berupaya membantu pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan.

JULO berterima kasih atas kepercayaan OJK memberikan izin operasional permanen serta mengapresiasi seluruh nasabah JULO yang telah memilih dan mempercayai JULO selama ini.

“Perjalanan kami masih panjang, semoga dengan kepercayaan baru ini, JULO dapat melayani nasabah dengan lebih baik, berkembang lebih pesat, dan berinovasi dengan lebih cepat lagi,” jelas  Adrianus berharap.

Aplikasi JULO yang telah diunduh oleh lebih dari 1 juta pengguna ini, telah memiliki sertifikasi berstandar international dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi.

JULO berkomitmen untuk membantu masyarakat underbank, yaitu orang-orang dengan akses layanan keuangan terbatas, dengan memberikan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjaman online lainnya, serta cara penagihan yang sesuai aturan dan etika.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: